Ibadah Raya

PINTU GERBANG MENUJU HADIRAT ALLAH (MZM 100;1-5).

 Hadirat Allah yang nyata atau yang dimanifestasikan adalah aspek yang tidak biasa dan berbeda dari pernyataan kehadiran Allah secara univesal atau secara pribadi melalui iman pada Firman Allah (Kol 1;27. Mat 28;18-20. 1 Kor 3;16. Kis 17;28). Dimensi dari hadirat Allah yang dimanifestasikan/yang nyata adalah kehadiran Allah yang dapat dilihat dan dirasakan (2 Twr 5;12-14).
 Meskipun Allah maha hadir namun Dia tidak nyata disetiap tempat, tidak dikenali bahkan sering sekali terlewatkan. Contoh: Yakub dalam perjalanan menuju Haran, dan bermalam disuatu tempat yang kemudian disebut Betel (Kej 28’10-19). Dua orang murid Yesus dalam perjalanan menuju Emaus (Luk 24;13-25). Imam Eli mengira Hana sedang mabuk (1 Sam 1;1-18). Pelayan Elisa ketakutan karena pasukan raja Aram mengepung rumah mereka (2 Raj 6;14-17).

RAHASIA MENGALAMI REALITAS HADIRAT TUHAN (YOH 4;23-24).

Ada syarat/tanggung jawab/ketentuan – ketentuan lain yang bersifat sangat prinsip yang harus dipenuhi oleh setiap orang jika ingin mengalami realita dari kehadiran Tuhan secara terus – menerus dalam hidupnya. Artinya, mengalami realita kehadiran Tuhan bukanlah hal yang terjadi secara otomatis karena kita sudah percaya kepada Yesus Kristus, dst.

Memang benar bahwa tabir yang didalam Kemah Suci telah terbelah dua melalui kematian Yesus Kristus (Mrk 15;38), sehingga sekarang setiap orang yang percaya memiliki akses masuk langsung ke Tahta Tuhan dan jalan masuk kehadirat Tuhan telah terbuka bagi semua orang percaya.

HASILKAN PENDAPATAN YANG BESAR (LUK 5;1-11).

Chruch Flyer ruben Yonatan

Hal yang tidak kalah menarik dari ayat bacaan kita ini ialah, bahwa dalam peristiwa berikutnya Yesus memberikan jalan keluar atas masalah usaha Simon. Dia memberitahukan kepadanya bagaimana cara agar ia dapat meningkatkan hasil usahanya, upahnya dan pendapatannya. Cara yang diberitahukan Yesus kepada Petrus ini perlu kita ikuti sehingga kita beroleh jalan keluar yang sama atas masalah usaha kita. Adapun cara  yang dimaksud antara lain:

KUNCI MENGALAMI MUJIZAT DI DUNIA USAHA (HAB 2;1-5).

Pendahuluan Jika kita menyelidiki kitab suci kita mulai dari kitab Kejadian hingga kitab Wahyu,  maka akan tampak jelas bagi kita bahwa Kekristenan tidak hanya berbicara mengenai dimensi spiritual-individual tapi juga dimensi social yang mencakup hubungan finansial, usaha/pekerjaan, potensi, dll. Secara teologis dunia usaha (pekerjaan-bisnis) merupakan area potensial yang berhubungan langsung dengan kehendak Tuhan serta memiliki …

KUNCI MENGALAMI MUJIZAT DI DUNIA USAHA (HAB 2;1-5). Selengkapnya »

BERANI BERKARYA (Kej 1;26-27 ; 2;15).

Berkarya; bekerja-berinovasi-berkreasi juga merupakan solusi yang sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab dalam mengatasi berbagai masalah kehidupan manusia, baik masalah finansial, moral, spiritual maupun aspek kehidupan lainnya (Bd, ide dan praktik tentang wira-usaha banyak dikisahkan dalam Alkitab; Abraham-Salomo-dll).

BERANI MENGAMPUNI (MAT 6;9-13).

Jangan sekali – kali menolak pengampunan atau kesempatan untuk mengampuni. Orang lemah tidak dapat mengampuni karena pengampunan adalah suatu karakteristik dari orang yang kuat.
Ketika kita menjalani kehidupan dan menolak untuk mengampuni, maka yang terjadi adalah pembalasan dendam. Tetapi balas dendam adalah penipu, kelihatannya manis tapi sering sekali pahit. Selalu lebih mahal membalas dendam daripada mengampuni. Dan kita tidak pernah bisa menang dengan berusaha membuat sekor seri.
Mulailah terbiasa untuk mengampuni. Pengampunan membawa kita kepada prestasi yang tertinggi. Tanpa pengampunan, kehidupan akan diarahkan pada siklus tanpa akhir dari sebuah kemarahan. Dia yang tidak mengampuni musuhnya tidak akan pernah merasakan salah satu kesukaan paling indah dari sebuah kehidupan.