HASILKAN PENDAPATAN YANG BESAR (LUK 5;1-11).

Chruch Flyer ruben Yonatan

Pendahuluan

Berdasarkan keterangan ayat Alkitab yang kita baca ini dapat kita mengerti bahwa sebelum menjadi seorang penjala manusia – pemberita Injil Kerajaan Allah, Petrus adalah seorang usahawan yaitu penjala ikan atau nelayan. Dan sebagai seorang usahawan, tentu ada masanya Petrus berhadapan dengan masa – masa yang sukar, yaitu masa “suatu titik” dimana nilai penjualan rendah, tidak ada hasil penjualan atau tidak menangkap apa – apa (Luk 5;5). Periode seperti ini juga sering dialami oleh orang kristen, yang pada akhirnya menyebabkan hidup miskin,  kekurangan finansial dan melarat.

Hal yang tidak kalah menarik dari ayat bacaan kita ini ialah, bahwa dalam peristiwa berikutnya Yesus memberikan jalan keluar atas masalah usaha Simon. Dia memberitahukan kepadanya bagaimana cara agar ia dapat meningkatkan hasil usahanya, upahnya dan pendapatannya. Cara yang diberitahukan Yesus kepada Petrus ini perlu kita ikuti sehingga kita beroleh jalan keluar yang sama atas masalah usaha kita. Adapun cara  yang dimaksud antara lain:

  1. Perbolehkan Allah memakai usaha kita bagi Injil (Luk 5;1-3).

Sebagaimana yang telah disampaikan diatas bahwa Simon memiliki usaha perikanan, dan sepanjang malam usahanya gagal menangkap ikan, dan pagi itu perahu Simon sedang berlabuh ditepi laut sembari dibersihkan. Bersamaan dengan situasi tersebut, Yesus memiliki suatu kebutuhan yang dapat dipenuhi oleh perahu Simon. Jadi, Yesus bertanya kepadanya, “Bolehkah aku memakai usahamu bagi Injil?” Dan Simon memberikannya (Luk 5;3). Karena Simon mengijinkan Injil diberitakan dari atas perahunya, maka Allah memberkati usaha Simon dan melipatgandakan hasilnya (Luk 5;5-7).

Sebagaimana Allah membutuhkan usaha Simon untuk dipakai sebagai alat memberitakan Injil demikianlah Allah membutuhkan usaha kita bagi Injil, bahkan jika perahu kita kosong, Yesus tetap dapat menggunakannya. Yesus tidak meminta Simon sebuah perahu yang penuh ikan. Ia ingin agar Simon memberikan apa yang ia miliki. Belajar dari peristiwa ini maka dapat kita mengerti bahwa: kita tidak perlu menunggu sampai perahu kita penuh baru kita menawarkan usaha kita untuk menolong pemberitaan Injil. Berikan saja apa yang kita miliki (Luk 5;5).

2. Taati perintah Yesus ((Luk 5;5).       

Ayat Alkitab yang kita baca ini menggambarkan bagaimana Simon, seorang nelayan yang berpengalaman berdebat dengan Yesus soal menangkap ikan. Petrus memberitahu bahwa telah sepanjang malam ia bekerja keras tapi tidak memperoleh tangkapan apapun! Banyak orang kristen khususnya para usahawan berbicara seperti Simon, mereka berkata satu sama lain: Keadaan ekonomi sedang tidak dapat ditebak, penjualan sangat sulit, aku sudah habis – habisan dalam berusaha tapi nihil, kerja kerasku kelihatannya sia – sia,  dan sebagainya. Jika kita pernah berbicara seperti itu, berarti kita sama seperti Petrus, tapi mungkin dengan satu perbedaan besar, yaitu: Simon tidak menyerah, dan ia mentaati perintah Yesus yang berkata, “bertolaklah ke tempat yang dalam” (Luk 5;4).

Walau kita bisa saja membuat ribuan alasan untuk tidak melakukan apapun, tetapi jika kita mendengar perintah Yesus dan mentaatiNya, maka kita akan memiliki kelimpahan. Kemanan finansial serta hasil kita tidak bergantung pada keadaan tetapi pada ketaatan pada Firman.   

24 komentar untuk “HASILKAN PENDAPATAN YANG BESAR (LUK 5;1-11).”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *