Pendahuluan
- Perhatikan bunyi kalimat yang dicatat dalam ay;12 ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.
- Dalam terjemahan Bahasa Inggris kalimat, “dan ampunilah kami akan kesalahan kami” disebut, “dan ampunilah kami akan hutang kami”. Kalimatnya berbunyi: And forgive us our debts, as we ourselves have forgiven our debtors.
- Kata “DEBTS” artinya adalah HUTANG sedangkan “DEBTORS” artinya adalah DEBITURS atau seseorang yang memiliki hutang kepada orang lain.
Kesalahan adalah hutang
- Ketika (Alkitab) Tuhan berbicara mengenai hutang, Ia tidak sedang berbicara tentang hutang keuangan tetapi berbicara tentang saat dimana seseorang melukai kita, melakukan kesalahan kepada kita. Hal ini disebut hutang karena ketika kita tidak diperlakukan dengan benar maka orang tersebut sedang berpiutang sesuatu.
- Sifat alami manusia adalah menuntut keadilan. Saat seseorang diperlakukan dengan tidak benar maka ia ingin keadilan. Ketika kita diperlakukan dengan buruk maka orang yang memperlakukan dengan buruk itu harus melunasi hutangnya.
- Tetapi kesalahan banyak orang ialah mencoba menuntut pelunasan yang hanya Tuhan dapat melunasinya. Misalnya:
- Seorang ayah tidak dapat mengembalikan kepolosan putra dan putrinya yang babak belur/terluka karena ayah yang pemabok.
- Orang tua tidak dapat mengganti rugi masa kecil yang kurang perhatian/kasih sayang.
- Seorang pasangan tidak dapat mengganti rugi penderitaan yang ditimbulkan oleh ketidaksetiaan. Hanya Tuhan yang benar-benar dapat mengganti kerugian itu.
- Jika kita benar-benar ingin dipulihkan, ingin diberkati seutuhnya, kita harus bersedia menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan perlakukan orang lain kepada kita. Ia tau bagaimana meluruskan segala sesuatu, bagaimana memberikan keadilan dan memberikan apa yang layak bagi kita. Berhentilah mengharapakan ganti rugi dari manusia sebab mereka tidak dapat memberikan apa yang tidak mereka miliki.
- Bd: Perumpamaan tentang pengampunan (Mat 18;23-35).
Jangan mau terbebani oleh apapun
- Saya yakin dengan sungguh – sungguh bahwa alasan mengapa dalam Doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus ini kita dituntun untuk meminta ampun adalah, agar setiap kita tidak terbebani oleh apapun ketika kita berada dalam hadirat Tuhan. Itu sebabnya mengapa kalimatnya berbunyi: Dan ampunilah kami akan kesalahan …
- Penulis kita Yohanes memberitahukan bahwa: Ketika kita meminta ampun, maka Tuhan tidak hanya berhenti pada batas mengampuni saja (pada hal di ampuni saja sudah lebih dari cukup). Alkitab berkata bahwa: Ia akan menyucikan kita dari segala kesalahan/kejahatan kita.
- Bd: Ketika Dia menyucikan kita dari segala kesalahan, itu artinya; Ia memberikan kepada kita kebenaran untuk berdiri dihadapan Bapa tanpa terbebani oleh apapun. Bebas dari segala kesalahan, sikap yang tidak baik, dan kegagalan masa lalu, sehingga kita lepas dan bebas untuk melakukan segala hal dalam hadirat Tuhan dan dimasa depan termasuk untuk menerima hak – hak kita dihadapan Bapa.
- Cara terbaik untuk terbebas dari hal – hal yang membebani hidup kita adalah dengan membuang dari dalam pikiran kita semua hal yang tampaknya menentang kita.
- Memikirkan faktor – faktor negatif justru akan membangun kekuatan yang sebenarnya tidak kita miliki. Bahkan membicarakan keluhan – keluhan hanya akan menambah keluhan – keluhan tersebut.
- Bd: Perbedaan antara gagal dan sukses kerap kali didasarkan pada tindakan yang diambil dalam mengatasi masalah tersebut bukan membicarakannya dan bertanya – tanya dalam hati mengapa tidak ada orang lain yang melakukan sesuatu.
- Bd: Seekor sapi yang masuk kedalam ladang jagung. Kita bisa saja mengeluhkannya sepanjang hari, tetapi itu tidak akan meningkatkan produksi susunya, dan mengeluarkannya dari ladang jagung, sebab sapi tidak tanggap pada keluhan.
Mengampuni adalah Kemewahan yang mahal
- Menjalani suatu kehidupan yang tidak mau mengampuni adalah sama seperti menarik rem tangan ketika seseorang mengendarai mobil. Itu menyebabkan kita bergerak lambat dan membuat kita kehilangan momentum baik didepan.
- Salah satu kemewahan kristiani yang sangat mahal namun sering sekali dilewatkan oleh orang percaya adalah tidak mau mengampuni orang lain.
- Dendam akan menghilangkan damai sejahtera dari kehidupan kita sehari – hari. Sama seperti kanker yang mematikan, ia menghancurkan organ vital dari kehidupan kita. Hal yang paling menyedihkkan dan paling mengerikan dari orang yang mendendam adalah keluhan atau kebencian selama bertahun – tahun.
- Beban terberat yang dapat membebani pundak kita adalah dendam dan keluhan. Jika kita ingin melakukan perjalanan jauh dengan cepat, maka kita perlu meringankan beban kita dengan cara membuang segala beban; iri hati, kecemburuan, kesedihan, dendam dan rasa takut.
Mengampuni adalah karakteristik dari orang yang kuat
- Jangan sekali – kali menolak pengampunan atau kesempatan untuk mengampuni. Orang lemah tidak dapat mengampuni karena pengampunan adalah suatu karakteristik dari orang yang kuat.
- Ketika kita menjalani kehidupan dan menolak untuk mengampuni, maka yang terjadi adalah pembalasan dendam. Tetapi balas dendam adalah penipu, kelihatannya manis tapi sering sekali pahit. Selalu lebih mahal membalas dendam daripada mengampuni. Dan kita tidak pernah bisa menang dengan berusaha membuat sekor seri.
- Mulailah terbiasa untuk mengampuni. Pengampunan membawa kita kepada prestasi yang tertinggi. Tanpa pengampunan, kehidupan akan diarahkan pada siklus tanpa akhir dari sebuah kemarahan. Dia yang tidak mengampuni musuhnya tidak akan pernah merasakan salah satu kesukaan paling indah dari sebuah kehidupan.



Very good partnership https://shorturl.fm/68Y8V
Very good partnership https://shorturl.fm/68Y8V
https://shorturl.fm/68Y8V
https://shorturl.fm/A5ni8
https://shorturl.fm/hevfE
Join our affiliate program and watch your earnings skyrocket—sign up now! https://shorturl.fm/j9r3F
Share our products, earn up to 40% per sale—apply today! https://shorturl.fm/BaeRt