PERANGKAP YANG MENGAKIBATKAN KEKACAUAN (HAK 13;1-5).

Pendahauluan

  • Ayat Alkitab yang kita baca ini merupakan pengantar yang menjelaskan  latar belakang lahirnya Simson sang Hakim yang memerintah atas Israel selama kurang lebih 20 tahun, yakni karena adanya rencana Allah untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Filistin yang telah berlangsung selama 40 tahun  (13;1).
  • Disampaikan bahwa Simson sang Hakim Israel yang telah bertumbuh menjadi  dewasa ini memiliki segala hal yang memungkinkan dia berhasil dalam membebaskan bangsa Israel dari penjajahan orang Filistin;
  • Simson memiliki kekuatan fisik yang sangat luar biasa (14;5-6 ; 14;19 ; 15;4 ; 15;15-16 ; 16;3).
  • Memiliki koneksi khusus dengan Tuhan Allah (13;25).
  • Wajah tampan, berbagai ketrampilan dan keahlian (teka-teki, melawak, ide atas berbagai persoalan yang dihadapinya).

Terperangkap dalam berbagai kekacauan

  • Celakanya ialah, walau Simson sang pemimpin militer dan kepala suku Israel yang terampil dan diurapi ini memiliki semua hal yang bisa menjadikan dia berhasil sebagai Hakim, namun hal-hal hebat tersebut ternyata tidak menjamin Simson terhindar dari berbagai kekacauan hidup (14;20 ; 16;1,4).
  • Sifat dasar manusia adalah universal. Artinya jika Simson dapat terperangkap ke dalam berbagai kekacauan yang mengakibatkan kehidupannya, panggilannya, rumah tangganya menjadi berantakan maka hal yang sama dapat terjadi dalam kehidupan kita, jika kita tidak mengenali dan menangani perangkap tersebut.

Pertanyannya adalah,apa perangkap yang telah mengkacaubalaukan kehidupan, Simson yang perlu kita ketahui sehingga kita dapat menanganinya dan terhindar dari berbagai kekacaubalauan yang dapat diakibatkannya?

  1. Sifat pemarah dan pendendam.
  • Kitab Hakim-Hakim secara terang-benderang memperlihatkan kepada kita bahwa Simson adalah orang yang memiliki sifat pemarah dan pendendam; ia kerap sekali murka, meledak dan selalu ingin membalaskan dendam . Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab kejatuhan/kekacaubalauan hidup Simson (14;19 ; 15;3-5,7,11).
  • Ironisnya adalah Simson tidak melihat sifat pemarah dan pendendam sebagai kelemahan dan kesalahan besar yang perlu diatasi dan ditangani dengan serius. Ia tidak belajar dari kekurangan dan kesalahan yang ada serta tidak berupaya untuk mengatasinya, itu sebabnya ia jatuh dan hidup kacau-balau. 
  • Penulis kitab Amsal memberitahu bahwa pemarah dan pendendam adalah pertanda betapa lemah dan rendahnya kadar karakter dan kerohanian seseorang, sengaja mengabaikan prinsip-prinsip Allah, hidup dalam siklus kegagalan (Ams 20;2-3. Bd Luk 9;54-56).
  • Bd: Tidak ada seorangpun dari kita yang merencanakan kegagalan dan kekacaubalauan. Kegagalan dan kekacaubalauan itu terjadi secara alami, berangsur-angsur, berproses, selangkah demi selangkah dan sedikit demi sedikit, bukan dalam sehari. Oleh sebab itu perlu segera mengenali dan mengatasi kelemahan kita, jika tidak maka kita dapat kehilangan karir dan kesehatan kita. 

2. Sifat ceroboh dan tidak sunguh-sungguh

  • Disamping memiliki sifat pemarah dan pendendam, perangkap lainnya yang menyebabkan Simson mengalami kejatuhan dan hidup dalam berbagai-bagai kekacaubalauan adalah kecerobohan dan ketidakseriusan.
  • Kitab Hakim-hakim pasal 13-16 yang mencatat tentang seluruh riwayat hidup Simson mulai dari lahir, besar hingga menjadi Hakim atas Israel selama 20 tahun. Dari 4 pasal tersebut tidak ada satu ayatpun yang menjelaskan bahwa Simson adalah orang yang benar-benar serius dan sungguh-sungguh dengan panggilan Tuhan:
    • Menikah dengan bangsa yang tidak mengenal Tuhan (14;1-3. Ul 7;3-4. 2 Kor 6;14)
    • Mengabaikan perjanjian dengan Tuhan (16;17)
    • Tidak pernah berdoa tentang apapun selain setelah mengalami kekacaubalauan (16;28-30)
  • Dengan kata lain, Simson adalah seorang yang memiliki gaya hidup egois dan yang membiarkan hasrat – hasratnya mengendalikan tindakan – tindakannya. Ia menganggap enteng segala sesuatu; dosa, pengurapan, kekudusan dan kehendak Tuhan, dll. Akibatnya:
    • Kekuatan istimewa yang dimilikinya hilang dan menjadi sia-sia (16;20).
    • Setelah 20 tahun menjadi hakim atas Israel ia belum dapat menakhlukkan Filistin, dan pada akhirnya dia yang ditakhlukkan (16;16;21).
    • Hidupnya berantakan dan menderita (16;21)
  • Belajar dari kehidupan Simson ini maka dapat kita mengerti bahwa kita akan menyelamatkan diri kita dari berbagai persoalan dan penderitaan jika saja kita mau mencari petunjuk Tuhan, tidak pendendam/pemarah, sabar dan tidak egois.

12 komentar untuk “PERANGKAP YANG MENGAKIBATKAN KEKACAUAN (HAK 13;1-5).”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *