BERANI BERKARYA (Kej 1;26-27 ; 2;15).

Pendahuluan

  • Perhatikan bunyi kalimat yang dicatat dalam ay;15 ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk MENGUSAHAKAN dan MEMELIHARA taman itu. Garis bawahi kata, untuk “MENGUSAHAKAN” dan “MEMELIHARA” taman itu.
  • Kalimat, “untuk mengusahakan dan memelihara taman itu” menjelaskan bahwa: Berkarya, berkreasi, berinovasi atau bekerja adalah mandat atau anugerah yang diberikan Allah kepada manusia saat penciptaan. Bukan merupakan buah dari kejatuhan dalam dosa sebagaimana yang diisukan banyak orang (Bd 2;15 dan 3;17).  
  • Disamping merupakan mandat dan anugerah Allah. Berkarya; bekerja-berinovasi-berkreasi juga merupakan tindakan ketaatan dan keteladanan akan Allah. Sebab sebagaimana Allah berkarya demikian manusia berada  pada posisi berdampingan dengan Allah dalam memelihara bumi (Bd, 1;26-27). 
  • Berkarya; bekerja-berinovasi-berkreasi juga merupakan solusi yang sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab dalam mengatasi berbagai masalah kehidupan manusia, baik masalah finansial, moral, spiritual maupun aspek kehidupan lainnya (Bd, ide dan praktik tentang wira-usaha banyak dikisahkan dalam Alkitab; Abraham-Salomo-dll).

Jawaban sederhana atas banyak masalah adalah berkarya

  • Sering sekali bahwa jawaban sederhana atas semua masalah atau berbagai problem yang kita hadapi adalah berkaryalah atau bekerjalah! Dalam serial khotbah Yesus Kristus disampaikan: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu (Mat 7;7).
  • Artinya, kita hanya akan memperoleh sesuai dengan porsi usaha, karya dan kerja kita. Shakespeare berkata: Tidak ada sesuatu apapun yang dapat datang dari kehampaan dan angan-angan. Bahkan sebuah keyakinan besar sekalipun tidak akan ada artinya jika tidak diubah menjadi tindakan (Yak 2;17).
  • Bd: Tidak peduli seberapa besar iman dan impian kita. Apa yang kita percayai tidak akan berarti banyak jika tidak menyebabkan kita terjaga dari mimpi dan mulai berkarya. Karena itu, tidak boleh hanya memipikian menjadi sesuatu. Satu-satunya kesempatan yang dapat mengubah seorang miskin menjadi kaya adalah berusaha.
  • Bd: Semut binatang kecil, tidak berdaya dan sering diabaikan namun memberikan pelajaran hikmat yang baik. Dalam kapasitasnya sebagai semut, mereka berkarya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tanpa pemimpin, mereka dengan teratur melakukan tugasnya masing-masing dengan baik.  
    • Kemalasan berjalan begitu lambat sehingga kegagalan dan kemiskinan segera menyusulnya.
    • Kita tidak diberi jus apel, kita diberi apel. Ada banyak orang yang percaya bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil tetapi tidak banyak orang yang mengerjakan sesuatu yang berarti setiap hari.

Kendalikan waktu setiap hari

  • Yesus berkata: Iblis datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka…   (Yoh 10;10).
  • Saya yakin bahwa, selain untuk manusia ayat ini juga berlaku atas waktu yang diberikan kepada kita. Musuh selalu berupaya bagaimana caranya “mencuri, membunuh dan membinasakan” waktu kita yang berharga, yaitu dengan mengatakan “tidak” kepada semua ide dan gagasan besar yang dapat kita kerjakan.
  • Semua pencapai prestasi besar, orang yang mengalami peningkatan derajat hidup dan mengalami kesuksesan finansial adalah orang yang mampu memegang kendali atas waktu. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa semua manusia diciptakan sama dalam satu hal, yakni sama – sama diberi waktu 24 jam dalam setiap hari.
  • Kita perlu memberikan waktu terbaik kita untuk menyelesaikan hal-hal yang berarti walau ditengah-tengah situasi yang paling menantang sekalipun.  Bukan seberapa banyak yang kita lakukan yang diperhitungkan tapi seberapa banyak yang kita selesaikan. Itu sebabnya, kita seharusnya memperhatikan waktu kita bukan arloji. 
  • Bd: Kita bisa hidup nyaman dan menemukan berbagai solusi atas persoalan yang terjadi dalam kehidupan hari ini adalah karena ada orang yang menghabiskan waktunya untuk penelitian sehingga kita menikmati hasil dari karya mereka di bidang medis, pertanian, komunikasi dan pekerjaan lainnya.
    • Faktanya, tidak banyak orang yang mau mendedikasikan dirinya dan keahliannya untuk sebuah kemajuan sebagaimana yang dikisahkan di Kel 31;1-6.
    • Dunia terbagi dalam dua bagian yaitu, orang yang bekerja dan orang yang berbicara tentang pekerjaan. Di kelompok pertama ada jauh lebih sedikit pesaing.
    • Sebahagian besar kesulitan timbul dari kebiasaan bermalas-malasan ketika seharusnya bekerja dsn berbicara ketika seharusnya mendengarkan.

11 komentar untuk “BERANI BERKARYA (Kej 1;26-27 ; 2;15).”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *