Jika kita memperhatikan serta merenung-renungkan ungkapan kalimat demi kalimat yang tertuang dalam ayat bacaan kita ini secara cermat dan hati-hati, maka kita akan menemukan bahwa;
Apa yang dicatat dalam ayat Alkitab kita ini adalah, ingin mengajarkan kepada kita sekalian tentang pentingnya membuat suatu perencanaan dalam mencapai sebuah keberhasilan/kesuksesan. Itulah yang sedang ingin disampaikan oleh ayat Alkitab ini.
Darimana kita mengetahui bahwa, apa yang dicatat dalam ayat Alkitab ini adalah, ingin mengajarkan kepada kita sekalian tentang pentingnya membuat sebuah perencanaan dalam mencapai kesuksesan?
Dari ungkapan kalimat yang dicatat dalam ay;28 ayat bacaan kita ini. Yakni, kalimat yang berbunyi; Siapa diantara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya?
Bd: Kata, “duduk dahulu membuat anggaran biayanya” adalah menunjuk pada: membuat sebuah perencanaan untuk sebuah keberhasilan atau kesuksesan.
Perencanaan adalah sesuatu yang sangat penting dalam mencapai sebuah keberhasilan dan kesuksesan. Baik keberhasilan usaha, pekerjaan, pendidikan, hubungan, termasuk pernikahan.
Saya menemukan bahwa, ada banyak orang bersedia menginvestasikan waktunya dalam membuat sebuah perencanaan untuk kesuksesan usaha dan pekerjaannya, juga pendidikannya, tapi tidak untuk pernikahannya.
Itu sebabnya kita melihat bahwa, ada banyak orang yang berhasil dalam usaha, pekerjaan dan pendidikannya, tetapi gagal dalam membangun pernikahannya.
Belajar dari kebenaran ini dapat kita mengerti bahwa, kesuksesan dalam pernikahan itu tidak terjadi secara otomatis atau kebetulan, melainkan karena direncanakan/dipikirkan.
Jangan berpikir bahwa, karena kita menikah dengan pria/wanita yang berpendidikan, berprestasi, punya usaha sendiri, lantas kita mengira bahwa pernikahan kita sudah pasti sukses? Belum tentu…
Jangan juga kita mengira bahwa, karena kita sudah mengenal Tuhan, sudah dipenuhi oleh Rohkudus, lantas kita berpikir bahwa; pernikahan kita akan secara otomatis menjadi sukses atau berhasil? Belum tentu?
Salah satu fungsi pelayanan Rohkudus bagi orang percaya adalah; Mengajarkan dan mengingatkan (Yoh 14;26). Namun apa yang akan Rohkudus ajarkan, jika kita tidak pernah mau duduk untuk diajar? Bagaimana Rohkudus bisa mengingatkan kita akan sesuatu yang belum pernah diajarkan?
Demikianlah halnya dengan pernikahan. Kita tidak mempunyai jaminan sukses dalam pernikahan , apa bila kita tidak mengetahui apa prinsip-prinsip sukses dalam membangun pernikahan itu. Yakni dengan jalan, membuat sebuah perencananan.
Misalnya, membuat perencanaan mengenai; bagaimana membangun sebuah komunikasi dalam pernikahan. Bagaimana mengatasi konflik pernikahan, dsb.
Bd: Merencanakan sebuah pernikahan untuk sukses, itu artinya; kita memberi perhatian kepada pernikahan itu.