Pendahuluan
- Jika kita adalah orang percaya maka setiap kita seharusnya pasti mempunyai impian, baik impian mengenai pribadi, pernikahan/keluarga, pekerjaan, pelayanan/gereja maupun atas bangs/negara kita. Bahkan orang – orang yang hidup diluar Tuhan-pun memilikinya. Bedanya adalah yang satu dari Tuhan yang lain dari diri sendiri.
- Jika kita memperhatikan Alkitab, baik kitab PL maupun kitab PB maka kita akan menemukan bahwa semua impian berasal dari Tuhan. Dia-lah yang memberikannya kepada umat manusia khususnya kepada orang – orang percaya (Ayub 33;14-15. Yoel 2;28. Kis 2;17).
Tujuan Allah mengilhamkan impian
- Maksud dan tujuan Allah meng-ilhamkan sebuah impian dalam hati kita adalah untuk menolong kita mengerti menentukan arah hidup. Sebab jika tidak demikian maka hidup kita tidak mempunyai arah, menjadi rata – rata/membosankan. Sebaliknya, jika kita memiliki impian, maka impian itu akan menjadi fokus pengejaran kita.
- Yang menjadi beban pikiran saya adalah kenyataan bahwa begitu sedikitnya orang percaya yang berani bermimpi, mempunyai impian dan atau bersedia mengejar impiannya, seolah – olah mereka adalah orang – orang tanpa Roh Allah.
Impian memuliakan Tuhan
- Jika kita mengenal atau mengerti apa yang merupakan impian hidup kita di masa depan maka setidaknya hal tersebut akan menolong kita hidup memuliakan Tuhan, sebab:
- Kita mengetahui kemana Tuhan akan membawa kita dimasa depan, apa yang telah Tuhan sediakan dan apa yang merupakan panggilan/tujuan hidup kita.
- Pengertian ini akan mencegah kita dari menyia – nyiakan waktu karena mengerjakan sesuatu yang bukan panggilan kita (Bd Ams 29;18).
- Menghindarkan kita dari bahaya sebab hidup tanpa impian dapat membuat kita jatuh pada pilihan yang salah, melakukan hal yang bodoh, menimbulkan frustrasi, tidak puas atau jatuh dalam perangkap musuh, dsb.
- Bd: Mengapa orang menyia – nyiakan hidup dengan narkoba, alkohol, judi, pornografi, dsb? karena tidak mengerti/tidak memiliki impian atas masa depan. Impian akan mengatasi keinginan untuk semua hal – hal buruk itu.
Mengenal impian yang benar
- Jika kita tidak mengenali apa yang merupakan impian kita selama ini atau mungkin pengertian kita akan impian kita adalah samar? Tanyakanlah beberapa hal sederhana ini: Apa keahlian atau kelebihan kita? Apa yang kita sukai dan nikmati jika dilakukan, bahkan untuknya kita rela tidak dibayar?
- Impian adalah: apa yang Tuhan maksudkan untuk kita lakukan, atau untuk apa Tuhan memanggil dan membimbing kita didalamnya.
- Impian yang benar tidak dibangun atas pertanyaan – pertanyaan yang berpusat pada diri sendiri, seperti: Ingin menjadi apa aku kelak, apa yang sebaiknya aku lakukan, atau apakah sasaran-sasaranku.
- Memusatkan perhatian pada diri sendiri tidak akan pernah membawa kita pada impian yang benar. Sebab bukan kita yang menciptakan diri kita tetapi Tuhan, karena itu diri kita sama sekali tidak mengetahui untuk maksud apa kita diciptakan.
- Mengenal dan menggenapi impian adalah sama dengan mengenal dan menggenapi panggilan Tuhan atas hidup kita untuk menjadi tanganNya yang terulur kepada orang lain, yakni dengan cara mengenal apa karunia kita(1 Kor 1;9).
Bagaimana menggenapi impian
- Alkitab mengatakan bahwa: Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilanNya (Rom 11;29). Artinya, adalah benar bahwa Tuhan telah menaruh sebuah impian, karunia atau panggilan kepada setiap orang percaya, dan panggilan itu tidak pernah berubah, entah kita berusaha mengenal/menggenapinya atau tidak, terserah.
- Ketika kita telah mengenal dan telah menggenapi impian kita maka hal utama yang tidak bisa diabaikan adalah impian atau profesi apapun yang sedang dikerjakan, tidak berfungsi untuk kemewahan diri sendiri; tempat tinggal mewah, sekolah ditempat mewah, fasilitas mewah, gaya hidup mewah, dst.
- Impian yang sedang digenapi seharusnya menjadikan kita lebih rendah hati, penuh belas kasih dan mempersiapkan kita untuk tujuan Tuhan yang lebih besar.
- Jangan kecewa berada disalah satu jenis pekerjaan/impian yang Tuhan berikan. Jika kita tidak menyukainya mintalah pengurapan Tuhan (Jamahan khusus dari Tuhan) atas pekerjaan/impian tersebut.
- Pengurapan Tuhan membawa kita menggenapi impian/rencana Tuhan atas hidup kita.
- Bd: Simson dan raja Saul (Hak 16;20. 1 Sam 15;16-23 ; 16;14).
Nyanyian penyembahan
- Sungguh indah (kemanakah aku dapat pergi).
- Kau yang terindah didalam hidup ini.



The very next time I read a blog, Hopefully it does not disappoint me just as much as this particular one. I mean, I know it was my choice to read, however I genuinely thought you would probably have something interesting to talk about. All I hear is a bunch of whining about something you could fix if you werent too busy looking for attention.