Pendahuluan
- Perhatikan bunyi kalimat yang dicatat dalam ay;8 ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
- Kalimat ini menggambarkan bagaimana keberadaan/keberlangsungan perjalanan kehidupan orang percaya yang tidak memiliki mimpi atau visi, yakni; tidak tau apa yang mereka inginkan dalam hidup, tidak tau kemana mereka akan pergi, didorong oleh berbagai keadaan, tidak memiliki arah dan tujuan hidup.
- Tragisnya, orang seperti ini tidak akan pernah mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam hidup (gagal), karena tidak pernah memutuskan/mendefenisikan apa yang mereka inginkan dimasa depan. Mereka hanya terlempar dari satu keadaan kepada keadaan berikutnya, diombang – ambingkan krisis atau tidak kemanapun.
- Bd: Rasul Yakobus adalah saudara tiri Yesus kristus. Ia bertobat setelah peristiwa kebangkitan bahkan menjadi salah satu tokoh terkemuka di gereja mula – mula dan menjadi penulis kitab suci PB. Disamping itu, rasul Yakobus sangat dikenal dengan kekuatan pengamatan dan hikmatnya. Dalam 1;6, ia menulis:….
Masa depan
- Suka atau tidak suka, setiap orang kelak akan tiba disuatu masa depan, terlepas dari bagaimana wujud masa depan yang datang. Bahkan sekarang inipun, kita sedang berada disebuah masa depan yang tanpa kita sadari merupakan masa depan yang kita rencanakan sendiri, orang lain, keadaan untuk kita dimasa lalu.
- Menyadari bahwa setiap kita nanti akan tiba di suatu masa depan, maka hal penting yang harus kita lakukan sebelum menjalani masa depan nanti adalah kita harus berani bermimpi, merencanakan tujuan atau membangun visi.
- Bd: Semua orang besar melakukan hal ini bahkan Yesus secara terbuka mendorong orang percaya untuk berani bermimpi (Luk 14;28-30): Yesus merencanakan masa depan, Dia bicara tentang hal – hal yang akan dilakukanNya didepan; penyalibanNya, kebangkitanNya bahkan kedatanganNya kelak. Termasuk bicara tentang sorga.
- Bd: Siapapun yang bisa merencanakan tentang pernikahannya ribuan tahun sebelumnya, pastilah perancang kelas dunia yang hebat. Yesus tidak pernah meminta kita untuk membuang impian kita sebaliknya Dia ingin agar kita terus merencanakan dengan baik.
Harus berani bermimpi
- Terlepas dari betapa gigihnya dunia mencuri dan mematahkan impian kita atau membuat kita untuk enggan bermimpi, yang pasti ialah kita tidak akan pernah pergi kemanapun dalam hidup ini sebelum kita bisa melihat tujuan kita terlebih dahulu dalam hati dan pikiran kita. Karena itu kita harus berani bermimpi.
- Eleanor Roosevelt istri dari presiden Amerika ke 32, Franklin Delano Roosevelt, berkata: Masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi – mimpi mereka.
- Mimpi yang dimaksud disini adalah mimpi yang datang dari Tuhan, bukan harapan fantastis, halusinasi atau lamunan yang sia – sia. Mimpi ini menolong kita mengerti untuk menjadi apa Dia menciptakan kita, dan kemudian membuat kita berani melakukan hal – hal yang benar dan menakjubkan.
Perbedaan mimpi dan khayalan.
Berikut adalah penjelasan tentang perbedaan antara mimpi dan khayalan atau halusinansi atau lamunan yang sia – sia. Yaitu:
Mimpi dapat dicapai atau berjalan melalui tiga tahap, antara lain:
1). Mimpi lahir dari Imajinasi yang diinspirasi (Hab 2;2).
2). Dilanjutkan dengan visualisasi/ digambarkan (Ams 29;18).
3). Dicapai dengan tindakan yang terencana.
Sedangkan khayalan atau lamunan adalah angan – angan yang tergambar dengan jelas namun kapan dan bagaimana terwujud tidak jelas.
Nyanyian dan perjamuan kudus:
- Kuberbahagia yakin teguh.
- Penolong yang selalu setia memenuhi keperluanku.


