MENGAPA IMPIAN GAGAL ?

Pendahuluan

  • Beberapa minggu yang lalu kita telah belajar bahwa semua impian yang ada dalam benak kita berasal dari Tuhan. Tanpa kita sadari, Tuhan berbicara kepada kita, baik melalui mimpi maupun visi yang muncul dalam benak kita (Ayub 33:14-15. Bd, Yoel 2;28 ; Kis 2;17).
  • Maksud dan tujuan peng-ilhaman mimpi, khususnya kepada orang – orang percaya  adalah  untuk menolong kita mengerti arah hidup yang Tuhan maksudkan/inginkan untuk digenapi sehingga hidup fokus, tidak liar, tidak mebosankan serta tidak menjadi rata – rata.  
  • Firman Allah meneguhkan bahwa: Rancangan Tuhan tetap untuk selama – lamanya atau tidak pernah gagal hingga turun – temurun (Mzm 33;11. Ams 19;21). Artinya, setiap impian berpotensi menjadi kenyataan. 
  • Jika kita memperhatikan kenyataan dikehidupan sehari – hari  maka kita akan menemukan bahwa ada banyak impian yang diterima dari Tuhan namun tidak pernah menjadi kenyataan.
  • Bd: Bahkan berdasarkan laporan para peneliti, banyak dari impian orang – orang percaya yang gagal dan tidak sedikit yang dibawa mati sebelum terwujud.

Mengapa impian gagal?

  • Pertanyaan yang patut kita renungkan bersama ialah, mengapa impian bisa gagal? Padahal impian berasal dari Tuhan dan memiliki potensi menjadi kenyataan? Simak penjelasannya.
  1. Karena tidak diberi perhatian/diremehkan (Hab 2;2).
  • Alkitab memberitahukan bahwa syarat utama bagi impian yang berhasil adalah dengan meluangkan waktu untuk menuliskan serta memperhatikan impian – impian  yang diterima dari Tuhan, demiikian sebaliknya. Penyebab gagalnya sebuah impian adalah karena tidak memberi perhatian pada impian yang diterima dari Tuhan.
  • Alasan mengapa tidak menuliskan (tidak memberi perhatian) pada impian yang diterima dari Tuhan dapat menyebabkan menyebabkan kegagalan sebuah impian, ialah:  karena seiring waktu mimpi bisa menjadi tidak nyata, bisa memudar atau berkurang bahkan mati secara alamiah.  
  • Tetapi dengan menuliskannya, mimpi yang diterima akan mulai terbentuk, terdefinisi, bisa diingat sehingga menolong kita untuk mengembangkan gambaran (rencana) yang tepat tentang apa yang harus dilakukan, kemana harus pergi serta bagaimana cara mencapainya.  
  • Bd: Tanpa memiliki apapun yang mengingatkan kita pada impian akan menyebabkan kita  terpuruk, kehilangan arah, gairah dan antusiasme (Ams 29;18).
  • Sebuah riset melaporkan bahwa kita bergerak menuju apa yang kita pandang dan perkatakan terus – menerus. Artinya perlu meletakkan sesuatu dihadapan kita, meskipun itu hanya simbolis, yang penting menginngatkan kita pada apa yang kita Yakini (Bd, Zerubabel – Zak 4;6,78-9).
  • Jangan – jangan alasan mengapa impian tidak menjadi kenyataan bukan karena kurang beriman/kurang gigih tetapi karena tidak menempatkan impian didepan.

2. Tidak tahan terhadap godaan & tantangan ( Kej 12;1-3).

  • Bunyi kalimat yang dicatat dalam  ayat bacaan kita ini menjelaskan, seperti apa impian Tuhan atas kehidupan Abraham dimasa depan (seperti apa mimpi yang Tuhan berikan untuk masa depan Abraham), yakni:  sebuah negeri, menjadi bangsa yang besar dan termasyhur serta menjadikan Abram menjadi berkat.
  • Sepanjang perjalanan  menuju impian dimasa depan sebagaimana yang disebutkan diatas, Abraham diperhadapkan kepada berbagai jenis persoalan – tantangan – godaan hidup. Antara lain: ketiadaan sahabat dan handaitolan, kelaparan, minimnya  fasilitas pendukung,  pertikaian dan tanpa keturunan, dll (Kej 12-14).
  • Alkitab melaporkan bahwa Abraham pernah gagal bertahan menghadapi tantangan dan godaan hidup, antara lain: Dua kali bersaksi dusta tentang istrinya Sara, dan menghampiri Hagar pembantunya demi mendapat keturunan  (Kej 12;11-13 ; 20;1-2 ; 16;1-6).
  • Syukur kepada Tuhan, setiap kali Abraham gagal bertahan menghadapi tantangan dan godaan, ia segera bangkit dan berlari kembali menggenapi impian yang Tuhan berikan kepadanya (Kej 24;1).

Bahaya godaan dan tantangan

  • Setiap orang percaya perlu menyadari akan besarnya bahaya dari godaan dan tantangan dalam menggenapi impian, yakni: 1. Dapat menghancurkan impian sehingga impian indah berubah menjdai impian buruk. 2. Dapat menghancurkan kualitas hidup sehingga kita kehilangan arah dan masa depan yang penuh harapan.
  • Musuh terbesar dari sebuah impian adalah godaan dan tantangan. Mereka bisa orang – orang terdekat kita; pasangan kita, keluarga kita atau diri kita sendiri. Namun walaupun demikian, impian seharusnya menjadikan kita   maju terus serta mampu mengatasi godaan dan tantangan bukan sebaliknya.  
  • Bd: Yusuf, karena impiannya ia ditentang, ditertawakan, dilukai oleh saudara  sedarahnya. Namun impiannya menjadikan dia tidak terkalahkan. 

: Sepuluh pengintai negeri perjanjian (Bil 13;30-33).

   : Marthin Luther King berkata, “I HAVE A DREAM”.

Nyanyain dan penyembahan :

  • Sungguh indah – Kemanakah aku dapat pergi menjauhi …
  • Pujian dan syukurku kubawa padaMu

   

   

1 komentar untuk “MENGAPA IMPIAN GAGAL ?”

  1. Pingback: cialis manufacturer

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *