Pendahuluan
- Minggu pertama yang lalu kita belajar dari kitab Yakobus 1;2-8 tentang Berani Bermimpi. Firman Tuhan ini memberitahukan kepada kita tentang, bagaimana keberlangsungan perjalanan hidup orang yang tidak memiliki mimpi atau visi, yakni; tanpa arah dan tujuan; tidak tau apa yang diinginkan dalam hidup, kemana akan pergi, dan cendrung didorong oleh berbagai keadaan.
- Diminggu kedua kita berbicara tentang Mengenal Dan Menggenapi Impian dari kitab Ayub 33;14-15. Nats Firman Tuhan tersebut memberitahukan bahwa impian berasal dari Tuhan. Dia-lah yang memberikannya kepada umatNya bahkan pada saat tidur.
- Disampaikan juga bahwa, tujuan Allah meng-ilhamkan impian dalam hati kita adalah untuk menolong kita mengerti menentukan arah hidup. Sebab jika tidak demikian maka hidup kita menjadi rata – rata dan membosankan. Sebaliknya, jika kita memiliki impian, maka impian itu akan menjadi fokus pengejaran kita.
- Pada minggu ke empat kita belajar, Mengapa Impian Gagal? Setidaknya ada dua poin yang sudah disampaikan kepada kita yaitu: 1). Karena tidak diberi perhatian atau diremehkan (Hab 2;2). 2). Tidak tahan terhadap godaan & tantangan ( Kej 12;1-3).
Kekuatan – manfaat impian
- Pada hari ini, kita akan tiba pada akhir pembahasan thema Dare To Declear. Pembahasan ini akan sekaligus menjadi kesimpulan atas semua topik yang telah kita pelajari sepanjang bulan Mei ini, yakni berbicara tentang Kekuatan (Manfaat) Impian. Antara lain:
- Menolong kita terhindar dari “celaka” (Ams 29;18).
- Perhatikan kalimat yang berbunyi: Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Dalam terjemahan Bahasa Inggris, kata “Wahyu” disebut dalam beberapa kata yang berbeda, antara lain: Revelation – Wahyu (WEB), Prophetic Vision – nubuatan (NET), Vision – Penglihatan – Mimpi (KJV).
- Jika kita mempelajari sumber dari setiap kata yang dimaksud diatas, maka kita akan menemukan bahwa: baik revelation, prophetic vision maupun vision, masing – masing bersumber dari Tuhan dan menunjuk pada Firman Tuhan, yakni:
- Firman yang disampaikan baik melalui mimpi, penglihatan maupun melalui para nabi mengenai sebuah gambaran dimasa depan yang Tuhan inginkan untuk terus – menerus dikejar, digenapi dan diwujudnyatakan. Sehingga dengan demikian hidup kita tidak lepas kendali atau liar tapi bahagia.
- Bd: 1 Sam 3;1. Kel 32;25.
2. Menolong kita berhasil (Yos 1;7).
- Era sekarang ini adalah era dimana banyak sekali orang berbicara tentang keberhasilan. Bahkan tidak sedikit buku yang ditulis yang berbicara tentang topik ini. Demikian juga dengan seminar, diskusi dan talk show termasuk para ahli, motivator dan pengajar acap sekali berbicara tentang keberhasilan.
- Setelah membaca dan memperhatikan berbagai definisi tentang keberhasilan (ada yang alkitabiah/tidak), maka saya menyimpulkan bahwa keberhasilan adalah: Mengetahui kebenaran dan menghidupinya, mengerti tujuan hidup dan menggenapinya, menerima tantangan dan menyelesaikannya, melepaskan hak dan mengembangkan karunia, membangun rencana dan disiplin mematuhinya.
- Oleh sebab itu, ketika seseorang memiliki impian, makai a memiliki arah serta tujuan hidup dimasa depan. Kemudian ia membangun rencana serta berkomitmen menjalankannya, maka impian akan menjadi kenyataan, itulah keberhasilan.
Pikiran memiliki kemampuan menyesuaikan
- Alkitab memberitahukan bahwa keberadaan kita sebagai makhluk ciptaan Allah adalah dahsyat dan Ajaib, unik dan tiada duanya (Mzm 139;13-16). Hal itu terlihat dari sidik jari/DNA kita. Keajaiban lain yang ada dalam diri manusia ialah, tubuh dan pikiran manusia mudah menyesuaikan dengan informasi/keadaan yang ada.
- Para ilmuan Tangguh dan peneliti otak (ahli fisika), Bernama: David Bohn ahli Biologi Bernama Ruert Shaldrake menyampaikan bahwa tubuh dan otak manusia mempunyai kemampuan menyelaraskan dengan keberadaan dan informasi yang ada. Semakin tinggi informasi semakin baik tubuh dan otak menyesuaikan diri.
- Demikian dengan impian. Tubuh dan pikiran kita memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dan mengolah tujuan dan impian yang diberikan. Artinya, Ketika pikiran diberikan tujuan/impian yang jelas maka ia dapat mengarahkan serta memusatkan kemampuan untuk mencapainya. Jika tidak maka energinya terhambat.
- Bd: Seseorang dengan mesin gergaji yang paling hebat tapi tidak tau bagaimana menggunakannya, pohon mana yang mau ditebangnya (tujuan) maka alat canggih tersebut tidak bermanfaat, jika sebaliknya maka ia mampu mengendalikan keadaan.
Nyanyian penyembahan:
- Inilah rinduku, kepadamu.



Pingback: cialis for bph reviews