Pendahuluan
- Kisah nabi Elia memanggil dan mengurapi Elisa ini, mengajarkan tentang pentingnya menjadi orang percaya yang tidak hanya sekedar percaya tapi juga harus berani, yakni; berani melangkah, berani memberi hidup, melepas segala sesuatu, mempercayai Allah dan menjadikanNya sebagai jaminan atas masa depan.
- Dikisahkan bahwa, sebelum Elisa dipanggil sebagai hamba Tuhan. Ia adalah seorang petani yang rajin, seorang pekerja keras, seorang yang sangat bertanggung jawab dan seorang petani yang berhasil (1 Raj 19;9).
- Suatu saat panggilan untuk melayani sebagai nabi datang kepadanya. Elisa segera berlari mengikuti panggilan itu; melepaskan kebiasaannya, pekerjaannya bahkan juga meninggalkan keluarganya (1 Raj 19;20).
Keberanian Elisa
- Keberanian Elisa yang spontan dan luar biasa ini terlihat dalam beberapa hal, antara lain:
- Dalam hal merespon panggilan Tuhan (1 Raj 19;20).
- Dalam hal meyakini pemeliharaan Allah atas hidup, masa depan dan keluarganya (1 Raj 19;21).
- Dalam hal iman, Elisa berani meminta hal – hal besar dari Allah atas hidupnya (2 Raj 2;9).
Keberanian yang dimiliki oleh Elisa ini ternyata tidak berlalu sia – sia, sebaliknya membuahkan hasil yang manis; Elisa menjadi nabi yang sangat berpengaruh serta ternama di eranya, menjadi nabi besar yang melakukan banyak mujizat dan tanda – tanda heran (2 Raja 2-13).
Belajar dari kebenaran ini maka dapat kita mengerti bahwa, sebagai orang Kristen kita tidak boleh hanya sekedar percaya kepada Allah tetapi juga harus berani, yakni berani merespon panggilan Allah, meyakini pemeliharaan Allah dan mengimani hal – hal besar dari Allah. Karena itu, dari sekian banyak hal yang kita butuhkan dalam hidup ini, salah satunya ialah sentuhan keberanian.
Tindakan dan keberhasilan berkaitan dengan keberanian
- Sebagai masyarakat biasa, tentu kita sangat mengagumi tindakan heroik para pahlawan yang gagah perkasa. Bahkan secara terbuka kita sering memuji – muji kehidupan orang yang berhasil dalam pekerjaannya. Yang mengherankan ialah, tidak banyak orang yang mengerti bahwa tindakan dan keberhasilan berkaitan langsung dengan keberanian.
- Hal – hal luar biasa(berkat tanpa batas) terjadi saat seseorang benar – benar berani melakukan sesuatu. Meskipun tindakan yang dilakukan itu tidak direncanakan sebelumnya, tidak didukung, bahkan mungkin kita bukanlah orang yang diharapakan melakukannya, bahkan kita hanya melakukan apa yang kita kira perlu dilakukan. Tetapi itulah keberanian.
- Bd: Keberanian adalah tindakan bukan buah pemikiran, bukan sifat dari karakter, melainkan kecendrungan untuk terlibat.
- Bd: Para pahlwan adalah orang yang “hanya” melihat situasi yang menuntut tindakan, dan tanpa benar – benar berpikir panjang, langsung bertindak. Dari sudut pandang kita, itu luar biasa namun ia hanya melakukan apa yang harus…
Sophocles seorang Filsuf Yunani
- Sophocles, seorang filsuf Yunani yang pernah hidup di era 495-406 BC (2500 tahun yang silam), berkata: Sorga tidak pernah membantu orang yang tidak mau bertindak.
- Artinya, kunci untuk mengalami hal – hal luar biasa (berkat tanpa batas) pada 2500 tahun yang silam, tepatnya ketika Sophocles menulis kalimat ini, ternyata masih sama dengan kunci membawa kesuksesan di dunia saat ini, yaitu tidak hanya sekedar percaya tapi juga harus berani.
Berhenti banyak bicara dan biarkan keberanian bekerja
- Saat Tuhan Allah menjamah dan memanggil Elisa melalui nabi Elia, Elisa sedang membajak dan sedang sibuk melakukan pekerjaan sehari – harinya. Hal ini bisa saja membuat Elisa berkata bahwa: Kunjungan ini kurang tepat, saya sedang sibuk, jangan sekarang, bagaimana kehidupan dimasa depan, dst.
- Untungnya Elisa tidak banyak bicara serta tidak butuh waktu terlalu lama untuk berpikir. Alkitab memberitahu kita bahwa, Elisa segera berlari dan mengejar panggilan itu. Ia membakar lembu sapinya beserta kayu bajakanya dan permisi kepada kedua orang tuanya (1 Raj 19;20-21).
- Bd: Jika seandainya Elisa kebanyakan bicara, terlalu lama berencana dan tidak tanggap pada lawatan/jamahan Allah, tentulah ia tidak akan mengalami pertumbuhan rohani dan kemajuan hidup/pelayanan (lih, Mat 10;37 ; 8;21-22).
- Pelajaran berharga dari kisah Elisa ini ialah : Pada titik tertentu kita harus berhenti banyak bicara, berencana dan terlalu banyak mempertimbangkan, kita harus benar – benar melakukan sesuatu untuk Kemajuan hidup/pelayanan kita.
- Bd: Dalam hidup ini tidak akan ada yang benar – benar terjadi sampai seseorang menarik pelatuknya dan menekan tombolnya.
- Terlalu banyak orang menghabiskan seluruh waktu dan hidup mereka untuk membidik tapi tidak pernah menarik pelatuknya. Mereka ingin segalanya sempurna sebelum menembak (Pengk 11;4).
Nyanyian dan perjamuan kudus
- Nyata kebesarnMu (Kan kunyatakan kebesaranMu, kusaksikan…)
- kuasaMu terlebih besar, Tuhanku terlebih besar.


