Pendahuluan
- Perhatikan kalimat yang berbunyi: Tetapi hambaKu Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya,…
- Sebelum berbicara Panjang lebar tentang nats Firman Tuhan ini, baiklah kita terlebih dahulu mencari tau apa arti nama dari Kaleb. Sebab sepanjang yang kita ketahui nama ini jarang sekali diberikan para orang tua kepada anaknya yang baru lahir, namun nama Yosua, Musa, Gideon, dll, sering sekali kita dengar.
Ada dua (2) arti dari nama Kaleb, yakni:
- Anjing.
Anjing memiliki beberapa sifat, antara lain: Setia tetapi juga garang (berani). Disuatu waktu dia bisa baik (jinak) sekali tetapi diwaktu lain, dia bisa mengamuk sehingga ia disebut “anjing gila”. Namun demikian, anjing juga bisa mengatasi kasus kejahatan tertentu dan mampu membongkar sebuah sindikat.
Mungkin alasan inilah yang menyebabkan mengapa banyak orang jarang sekali memberi nama Kaleb pada anaknya.
2. Sabar. Kaleb memang bukan sosok yang pintar berkomunikasi namun ia adalah sosok yang sabar dan sangat cekatan dalam bertindak dan dalam melakukan pekerjaan.
Karakter inilah yang menyebabkan Yosua melihat Kaleb sebagai aset berharga, dan yang menjadikan dia berbeda dari kebanyakan orang Yehuda bahkan seluruh orang Israel. Itu sebabnya mengapa Tuhan berkata tentang Kaleb: Tetapi hambaKu Kaleb, lain jiwa yang ada padanya.
Kunci keberhasilan Kaleb
- Sebutan lain dari jiwa adalah: Spirit/roh, semangat/kekuatan, pikiran/sikap/ mentalitas.
- Ketika Firman Tuhan berkata: Tetapi hambaKu kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya. Ini menjelaskan betapa berbedanya kualitas roh, semangat, kekuatan, serta pola pikir atau mentalitas Kaleb, bahkan sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan teman sebayanya maupun teman sebangsanya.
- Ternyata, perbedaan pola pikir yang dimiliki oleh Kaleb ini adalah kunci mengapa Kaleb dan seisi rumahnya mengalami pemeliharaan dan penyediaan tanpa batas dari Tuhan, bahkan hal ini pula-lah yang membuat dia dibawa masuk ke negri perjanjian.
- Belajar dari kebenaran ini maka dapatlah kita mengerti, adalah benar adanya jika Allah menginginkan setiap kita tidak hanya sekedar percaya tapi juga harus berani, yakni berani melakukan apa yang kita percayai, berani melangkah dan berani meyakini pemeliharaan Allah atas hidup kita-keluarga kita dan masa depan kita.
Pola pikir (kaleb) sang pemberani
- Berikut adalah penjelasan mengenai pola pikir Kaleb, yang disebut oleh Allah sebagai seorang yang berbeda dari yang lainnya atau “lain jiwa yang ada padanya”, antara lain:
- Kaleb Berorientasi Pada Masa Depan (Bil 14;8)
- Perhatikan kalimat yang berbunyi: Jika Tuhan berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu…
- kata, “Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu” menjelaskan bahwa Kaleb adalah seorang yang berorientasi pada masa depan bukan pada masa lalu, fokus pada janji Tuhan bukan keadaan. Itulah sebabnya mengapa ia berkata: Jika Tuhan berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negri itu.
- Berbeda dengan kebanyakan para pemimpin lainnya dan 2 juta umat Israel yang sedang berdiri dihadapan Kaleb. Mereka berorientasi pada masa lalu, pada keadaan/ kesulitan didepan mata. Itulah sebabnya mengapa mereka tidak dibawa masuk ke negeri Perjanjian/tidak mengalami pemeliharaan tanpa batas (Bil 14;4).
- Bd: Saat belajar mengendarai mobil, kemudian fokus kita adalah pada tembok yang ada di sebelah kira, jurang disebelah kanan atau kendraan yang datang dari arah yang berlawanan, apa hasilnya? Tidak berani nyetir/tidak ada kemajuan.
2. Berorientasi pada tindakan (Yos 14;12).
- Perhatikan kalimat yang berbunyi: Berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan Tuhan pada waktu itu.
- Kata, “Berikan kepadaku pegunungan yang janjikan Tuhan pada waktu itu” menjelaskan bagaimana Kaleb berorientasi pada Tindakan bukan pada kelemahan atau keterbatasan yang ada, pada hal usianya sudah ujur, yakni 85 tahun.
- Bd: Di usianya yang sudah 85 tahun, Kaleb masih belum ingin pensiun, sebaliknya dia masih berupaya untuk mewujudkan apa yang merupakan impian Allah atas hidupnya yakni memiliki Hebron sebagai negeri pusakannya dan keturunannya.
- Bd: Kebanyakan orang percaya masa kini enggan meninggalkan kenyamanannya; mereka duduk di kursi goyang, bercerita tentang masa mudanya, kemenangannya, dll kepada cucu-cucunya. Berbeda dengan Kaleb, ia justru meminta kepada Yosua agar mengijinkannya merebut kota Hebron dari orang Enak (Yos 14;10-12, 13-14).
Berkarakter besar Vs berkarakter biasa
- Hal utama yang membedakan antara orang percaya pemberani dengan orang percaya biasa (orang berkarakter besar Vs orang yang berkarakter biasa) adalah:
- Orang pemberani (berkarakter besar) memiliki pola pikir: Berorientasi pada tindakan; harus melakukan sesuatu sekarang, perlu mengerjakan sesuatu hari ini, ingin menyelesaikan sesuatu secepat mungkin. Artinya, mereka ingin menyelesaikan sesuatu, memperbaiki sesuatu, sibuk dengan sesuatu, melakukan sesuatu, dll.
- Orang percaya biasa (berkarakter/berpencapaian biasa) memiliki pola pikir yang berorientasi pada alasan, toleransi pada ketidakaktifan, senang menunggu dan menunda; Menunda melakukan sesuatu sekarang juga, tidak aktif dalam membuat banyak kemajuan dan perubahan, dst.


