Pendahuluan
- Salah satu maksud dan tujuan penulisan kitab 2 Korintus sebagaimana yang dikemukakan dalam pasal 5;12 adalah: Ingin memberi penjelasan kepada jemaat di Korintus bahwa Paulus adalah rasul yang sebenarnya bukan rasul palsu sebagaimana yang dituduhkan oleh lawan – lawan Paulus.
- Bd: Banyak orang yang menuduh bahwa Rasul Paulus adalah seorang “penjual Injil,” memiliki motif palsu, dicurigai tidak memiliki surat kepercayaan atas kedudukannya sebagai rasul, dsb.
- Jawaban Paulus atas semua tuduhan itu adalah bahwa kerasulannya adalah karena kehendak Alah (1;1 ; 4;1-2). Penderitaannya demi Injil adalah tanda bahwa ia adalah rasul yang benar (6;4-5).
Maksud dan tujuan lainnya
- Disamping ingin membenarkan dirinya dari tuduhan yang ada, maksud lain dari penulisan surat 2 Korintus ialah: Ingin menghiburkan jemaat yang sedang mengalami masa-masa sukar/sulit yang sangat menyesakkan (1;3-6).
- Saya belajar bahwa, alasan mengapa rasul Paulus harus menghiburkan jemaat yang sedang mengalami masa – masa sukar pada saat itu ialah: Karena disamping memiliki sisi lain (manfaat yang baik bagi orang percaya), kesukaran juga mengandung bahaya. Bahkan dapat mengakacaubalaukan sendi – sendi kerohanian orang percaya.
- Menyadari hal tersebutlah sehingga rasul Paulus melalui tulisannya kepada jemaat di korintus mengingatkan orang percaya di Korintus pentingnya mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan oleh masa – masa sukar. Sehingga dengan demikian masa sukar tidak menimbulkan kerugian yang berarti bagi orang percaya.
- Adapun bahaya yang dapat ditimbulkan oleh masa – masa sukar sebagaimana yang dapat kita pelajari dari tulisan rasul Paulus ini, antara lain adalah:
- Kesukaran dapat menimbulkan tawar hati ( 4;16).
- Perhatikan penggunaan kalimat, “Sebab itu kami tidak tawar hati”. Kalimat ini menjelaskan kepada kita bagaimana masa – masa sukar dapat menyebabkan terjadinnya tawar hati – kecut hati – cemas – putus asa dan bimbang.
- Oleh sebab itu, tawar hati harus diwaspadai. Ia dapat membawa kita keluar dari hal – hal illahi atau rohani, sebab orang terkuat sekalipun dapat menjadi tawar hati. Karena itu tawar hati adalah musuh iman.
- Bd: Nabi Elia pernah mengalami tawar hati (I Raja – Raja 19;1-8).
Tujuan iblis adalah menjadikan kita tawar hati
- Sebahagian besar orang percaya mengira bahwa karena mereka mempunyai iman maka mereka tidak akan pernah mengalami masalah. Mereka gagal mengerti bahwa tujuan Allah memberikan perisai iman bukan untuk dipamer – pamerkan melainkan untuk digunakan sebagai perlindungan bila menghadapi masalah.
- Allah memberikan perisai iman bagi kita sebagai senjata perang karena ada perang yang sesungguhnya yang sedang berkecamuk disekitar kita, dan musuh tidak menggunakan peluru karet. Tujuannya adalah membinasakan iman kita dengan cara membuat kita tawar hati dan merasa tidak layak jadi anak Allah.
- Tawar hati dan rasa tidak layak telah berhasil mengalahkan banyak jiwa yang memiliki iman yang tulus kepada Kristus. Mereka berkata: Aku tidak layak, aku hanya orang berdosa kawakan, masalahku berat, dst. Benar, dahulu kita tidak baik tetapi sekarang tidak lagi.
- Darah Yesus telah membasuh kita sehingga kita menjadi bersih dan menjadi kebenaran dihadapan Allah. Roh Kudus berdiam dalam diri kita dan terus bekerja untuk menjadikan kita sempurna. Dia memberikan kepada kita nama diatas segala nama untuk digunakan sehingga kita berkemenangan.
- Bd: Banyak situasi yang dapat membuat kita tawar hati. Pertanyaannya adalah berapa lama kita mau tetap hidup dalam tawar hati? Benar bahwa, semakin dekat kita kepada Allah semakin kuat musuh menjatuhkan kita. Tetapi jangan keliru, semakin dekat kita kepada Allah maka semakin kuat pula kita jadinya.
Proses tawar hati bekerja
- Rasul Paulus menjelaskan bahwa cara tawar hati bekerja adalah apabila kita mengalihkan pandangan kita dari Allah (4;18).
- Tawar hati akan mulai berproses dan mengambil alih kehidupan kita sesaat setelah kita mulai mengalihkan pandangan dari Allah dan mulai memandang kapada situasi, lingkungan, kebutuhan, dan hal – hal fisik lainnya.
- Jika kita mendengar orang Kristen mulai mengeluh, mencela para pemimpin dan pemercaya lainnya, dapat dipastikan bahwa mereka telah mengalihkan pandangan mereka dari Yesus/ dari kebenaran.
- Bd: Bangsa Israel (Bil 21;4-9).
Nyanyian dan penyembahan
- Ku ada sebagaimana ku ada


