Pendahuluan
- Perumpamaan tentang hakim yang lalim yang diceritrakan oleh Yesus Kristus dalam ayat bacaan kita ini mengkisahkan kepada kita tentang, bagaimana seorang ibu mandiri (single parents) berhasil keluar/ melewati masa – masa sukar – kesesakan yang sedang dialaminya.
- Perhatikanlah ungkapan kalimat yang dicatat dalam ay;4-5 ayat bacaan kita ini. Khususnya kalimat yang berbunyi: Baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang…
- Kata, “Baiklah aku membenarkan dia” menjelaskan apa yang kemudian dilakukan oleh sang hakim yang lalim kepada wanita mandiri yang tengah bergumul dengan masa – masa kesesakan.
- Bd: Ibu single parents ini mengalami tindakan/ perbuatan yang tidak baik dari sekelompok orang/ lawannya (18;3).
- Disamping itu, sang ibu juga diperhadapkan dengan hakim yang lalim yang tidak takut akan Tuhan serta tidak menghormati siapapun (18;2).
Cara melewati masa sukar
- Menariknya adalah walau ibu mandiri ini sedang diperhadapkan dengan berbagai jenis masa sukar yang sangat menyesakkan, namun bagian akhir dari perumpamaan ini menjelaskan bahwa pada akhirnya sang ibu berhasil melewati semua jenis badai serta masa – masa sulit itu.
- Bd: Seorang hakim yang berwatak keras pada akhirnya berubah pikiran. Para lawan yang selalu mengganggu dan merampas haknya menjadi diperdamaikan, bahkan kemungkinan telah mengembalikan apa yang telah dirampas (18;4-5).
- Pertanyaannya adalah: Bagaimana ibu mandiri ini berhasil melewati masa sukar yang sedang dihadapinya. Langkah – langkah apa yang ditempuhnya? Mari kita belajar bersama.
- Adapun hal atau langkah yang ditempuh oleh sang ibu mandiri tersebut sehingga ia berhasil melewati masa sukar yang terjadi dalam hidupnya, antara lain adalah:
- Tekun serta tidak kenal lelah (18;3).
- Perhatikan kalimat yang berbunyi: Selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
- Kata “selalu datang” dan “selalu berkata: Belalah hakku”, menjelaskan bahwa wanita mandiri ini adalah sosok yang tidak kenal lelah, tekun serta memiliki mental tidak mudah menyerah.
- Bd: Sikap seperti inilah yang diinginkan oleh Tuhan Yesus Kristus dimiliki oleh setiap orang percaya, yakni sikap yang tidak mudah menyerah, tekun serta tidak kenal lelah. Itu sebabnya Yesus menegaskan bahwa inti dari perumpamaan ini ialah supaya setiap kita berdoa dengan tidak jemu – jemu (18;1).
- Bd: Alasan mengapa orang tidak bertahan dalam kesulitan, bahkan tidak sedikit yang terpuruk adalah: Karena mereka lemah serta mudah menyerah. Mereka terlalu cepat berhenti; berhenti berdoa, berhenti dari menyelesaikan apa yang baru saja dimulai, dsb.
Penyebab mengapa mudah meyerah?
- Salah satu penyebab mengapa seseorang segera berhenti bahkan mudah menyerah pada masa – masa kesesakan adalah karena mereka tidak mengetahui apa yang harus mereka lakukan dalam kehidupan saat berhadapan dengan masa – masa kesesakan. Kebanyakan orang hanya melihat pada pintu yang tertutup, kehilangan,…
- Wanita mandiri ini menyadari bahwa dia sudah tidak punya penghasilan, dia memiliki sekelompok lawan bahkan dia juga tidak dihargai oleh sang hakim tetapi inilah yang ia ketahui, ia tau apa yang merupakan rancangan Tuhan atas hidupnya, itu sebabnya ia terus datang, terus berbicara, hingga pria berwatak keras itu bosan dan berubah pikiran (bd, Yer 29;11).
- Bd: Wanita ini tidak perduli pada apa yang diucapkan atau diperbuat sang hakim kepadanya. Dia tidak terpengaruh oleh berita yang didengarnya bahwa dia adalah hakim yang lalim. Dia tidak terpengaruh dengan keadaan negative yang terjadi disekitarnya. Dia bertindak sesuai dengan apa yang dipercayainya.
- Bd: Jika kita tida bertindak sesuai dengan apa yang kita percayai, yaitu Firman Tuhan. Itu menjelaskan bahwa sesungguhnya kita tidak percaya sama sekali pada Firman Tuhan (Bd, 18;7).


