KUNCI MEMBANGUN MENTALITAS DIATAS RATA – RATA

Pendahuluan

  • Setelah belajar dari kitab Injil Mat 5;38-42 dua minggu berturut – turut, yang mengajarkan kepada kita sekalian tentang pentingnya memiliki mentalitas diatas rata – rata, dan sekaligus alasan mengapa penting memiliki mentalitas diatas rata – rata?
  • Maka pada kesempatan ini saya akan mengajak kita sekalian untuk belajar/ mengerti    bagaimana cara agar setiap kita bisa memiliki mentalitas diatas rata – rata, atau bagaimana mengerti bagaimana membangun mentalitas diatas rata – rata?
  • Adapun maksud dan tujuan dari pembahasan ini ialah menolong setiap kita memiliki mentalitas diatas rata – rata. Adapun beberapa cara yang diajarkan oleh Alkitab dan yang perlu kita mengerti antara lain ialah:
  1. Menolak gaya hidup rata – rata/ duniawi (Mzm 1;1-2).   
    • Perhatikan kalimat yang berbunyi: Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasehat orang fasik, tidak berdiri dijalan orang berdosa, tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.
    • Kata, “tidak berjalan menurut nasehat orang fasik, tidak berdiri dijalan orang berdosa, tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,” adalah menunjuk pada, bagaimana Allah menginginkan agar setiap kita menolak untuk bergabung dengan orang – orang yang menikmati gaya hidup rata – rata/ kelas rendah/ duniawi.
      • Yakni gaya hidup orang fasik, berdosa dan pencemooh – gaya hidup yang terbiasa dengan hal – hal yang salah, tidak rohani, mengejek serta menyebut nama Tuhan dengan sia – sia. Ini adalah gaya hidup duniawi/ rata – rata. 
    • Sebaliknya, Alkitab menganjurkan agar setiap kita memperlihatkan gaya hidup yang mencerminkan keunggulan Tuhan, yakni gaya hidup yang terbiasa dengan hal – hal yang saleh, berbagi waktu dengan Tuhan, belajar Firman serta hidup sesuai dengan Firman (Mazmur 1;2).

Tuhan peduli pada apa yang kita ijinkan mempengaruhi kehidupan kita

  • Disamping ingin memberitahukan bahwa Allah ingin agar setiap kita menolak untuk bergabung dengan orang – orang yang menikmati gaya hidup rata – rata/ kelas rendah. Mzm 1;1 ini juga ingin menjelaskan kepada kita bahwa:
  • Tuhan sangat peduli/ sangat memperhatikan apa yang kita ijinkan masuk untuk mempengaruhi kehidupan kita. Dia sangat peduli seperti apa respon atau reaksi kita saat berada disekitar orang – orang duniawi.
    • Apakah kita duduk – duduk saja, pasif dan tidak berbuat apa – apa saat berjalan di jalan orang berdosa? Apakah kita akan berdiam diri atau bersantai saat bersama para pengejek dan pencemooh?
    • Bd: Kalimatnya berkata: Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasehat orang fasik, tidak berdiri dijalan orang berdosa, tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.
  • Bd: Memang jauh lebih mudah untuk berenang mengikuti arus (hanyut ke hilir) daripada berenang ke hulu (melawan arus). Tetapi, pasif/ menuruti apapun yang orang lain ingin lakukan adalah sangat berbahaya, dan dapat menyebabkan derita, sakit hati serta kesengsaraan yang sangat besar. Mungkin kita tidak mampu mengubah mereka tetapi kita tidak perlu melakukan apa yang mereka lakukan.
  • Bd: Nabi Elia tidak perduli walau hanya ia satu – satunya orang yang berpihak pada Tuhan, ia tetap teguh berpihak pada hal – hal kebenaran (I Raj 18;21).
  1. Bayar harga (Mzm 1;1-2).
    • Alkitab ini ingin agar setiap kita mengerti bahwa hidup dengan mentalitas diatas rata – rata (saleh – benar) menuntut harga yang tinggi, yakni:  melepaskan beberapa kebiasaan, kesenangan, hobby, sahabat bahkan harga diri. Mungkin kita menjadi tidak populer ditempat kerja, di sekolah, di keluarga.
    • Jika kita bersedia bayar harga demi memiliki mentalitas diatas rata – rata maka kita akan menikmati kehidupan;
      • Tidak hidup dibawah tekanan – rasa bersalah – sikasaan dosa.
      • Sebaliknya, kita memiliki damai sejahtera, hidup dalam kebenaran serta suka cita yang besar karena mengetahui bahwa kita membuat pilihan yang benar dan tidak berkompromi.
    • Jika kita mau menjauh dari kehidupan rata – rata, menjauh dari hubungan yang salah, bersedia membayar harga, maka Tuhan akan menghubungkan kita dengan orang – orang yang dapat diajak membangun hubungan yang saleh/ menyenangkan, kita akan dimampukan (berani – yakin) menghadapi masa depan.
    • Yesus meneguhkan tulisan raja Daud ini dengan berkata: Walaupun kita berada didalam dunia, kita tidak berasal dari dunia (Yoh 17;16). Artinya, kita harus menolak tarikan dunia yang terus – menerus mengganggu kita. Menolak menjadi serupa dengan dunia dan bertekad menjalani hidup yang kudus.
      • Kekristenan bukan hanya menghadiri kebaktian gereja atau membaca ayat Alkitab setiap hari. Kekristenan adalah suatu gaya hidup – suatu pendekatan pada setiap bidang kehidupan.
      • Jika kekristenan merupakan suatu gaya hidup, kita tidak akan berpikir, berbicara, berpakaian, mempunyai kebiasaan  seperti sebelumnya. Kita akan membuat pilihan yang berbeda bagaimana menggunakan uang, memilih jenis hiburan, dsb (bd, Rom 11;36).  

Nyanyian dan Penyembahan

  • Ku puas dengan kebaikanMu
  • jejakMu Tuhan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *