Pendahuluan
- Ayat Alkitab yang kita baca ini merupakan bagian dari khotbah/ pengajaran yang disampaikan oleh Yesus Kristus ketika pertama sekali Dia tampil dalam pelayanan. Khotbah/ pengajaran ini dimulai dari Mat 5;1 dan berakhir pada Mat 7;29.
- Jika kita memperhatikan ayat demi ayat yang tertuang dalam pengajaran Yesus diatas bukit ini, maka dapat kita mengerti bahwa: Secara keseluruhan, pesan yang ingin disampaikan melalui pengajaran ini adalah menekankan tentang pentingnya memiliki mentalitas diatas rata – rata, membangun gaya hidup diatas rata – rata.
- Itu sebabnya, Yesus berkata: … Mata ganti mata tetapi Aku berkata kepadamu… (ay;38-39). Jika ada yang mengingini bajumu… (ay;40). Siapapun yang memaksa engkau berjalan… (41), dst.
- Dengan kata lain Yesus ingin menyampaikan bahwa: Mata ganti mata, memberi baju bagi yang meminta, berjalan sejauh satu mil, mengasihi sesama adalah hal yang biasa/ rata – rata (diajarkan oleh agama pada umumnya). Tetapi orang percaya harus melampaui rata – rata, yakni: tidak melawan orang yang berbuat jahat, memberi pipi kiri, jubah, berjalan dua mil, mengasihi mush, dst.
Arti mentalitas diatas rata – rata
- Adapun pengertian mentalitas diatas rata – rata adalah: Keadaan jiwa atau sikap atau cara berpikir yang terdampak oleh iman. Suatu posisi atau kerangka berpikir yang didasarkan pada apa yang benar, bukan pada perasaan kita sebab hidup bukanlah mengenai apa yang kita rasakan tapi apa yang Alkitab ajarkan.
- Seseorang mendefenisikan rata – rata sebagai, yang terbaik dari yang terburuk. Sedangkan diatas rata – rata adalah yang terbaik dari yang sudah baik.
Mentalitas diatas rata – rata mencakup
- Diatas rata – rata tidak ada hubungannya dengan berapa jumlah yang diberikan, kekayaan yang dimiliki, popularitas maupun gelar akademis.
- Mentalitas diatas rata – rata mencakup sedikitnya tiga aspek;
- Teladan dalam pekerjaan/ profesi yang dilakukan.
- Berhasil dalam membangun dan memelihara kehidupan rohani.
- Menjadi berkat bagi masyarakat luas.
Mengapa harus memiliki mentalitas diatas rata – rata
- Adapun alasan mengapa orang percaya harus memiliki mentalitas diatas rata – rata adalah sebagai berikut:
- Orang Kristen adalah “GARAM” dan “TERANG” dunia (Mat 5;;13-16).
- Kata “garam” dan “terang” dunia menunjuk pada, bagaimana orang percaya berbeda dari kebanyakan orang pada umumnya, yakni: Dia harus lebih unggul, lebih baik dan lebih berpengaruh sehingga bisa menjadi pelopor/ menjadi berkat bagi masyarakat luas (menjadi terang ditempat gelap dan menjadi garam ditempat hambar), sehingga Bapa dipermuliakan, dan kita terangkat melampaui keadaan rata – rata (Yoh 15;8).
- Allah tidak pernah memaksudkan kita untuk hidup rata – rata atau sedang – sedang saja. Kita dirancang/ diperlengkapi untuk menjadi berbeda, menonjol, unggul dari kebanyakan orang dalam hidup ini. Oleh sebab itu jangan membuat kesalahan dengan berpuas diri;
- Walau pernikahanku tidak berjalan sebagaimana mestinya tapi paling tidak kami masih bersama. Penghasilan ini tidak memadai tapi paling tidak aku masih punya pekerjaan. Walau nilai hanya 70 sudah cukuplah, dst.
- Ketika Tuhan menghembuskan nafas hidupNya kedalam diri kita, Ia menaruh bagian dari diriNya/sifatNya kedalam diri kita. Artinya, Ia memperlengkapi dan mempersenjatai kita sehingga kita tidak kekurangan suatu apapun. Kita bukanlah 1 dari sekian juta orang tapi 1 dari sekian milyard orang, karenanya jangan segera berpuas diri.
- Jika kita bisa melihat kesempurnaan yang Tuhan sediakan bagi kita dalam perbendaharaanNya, harusnya kita termotivasi untuk memiliki mentalitas/ aktifitas keadaan berpikir yang benar. Kita seharusnya berkata; aku diciptakan untuk menjadi luar biasa, melampaui normal, sehat, mengatasi rintangan, meraih hal – hal baru, dsb.
- Bd: Terah Vs Abraham (Kej 11;27-32 ; 12;1-6).
- Kristen adalah kepercayaan diatas rata – rata (Mat 5;20).
- Setelah Tuhan menciptakan dunia, banyak agama/kepercayaan bermunculan. Ada yang menyembah binatang, menyembah pohon, menyembah Matahari, menyembah Bulan, batu, dll.
- Tetapi kemudian ada satu kepercayaan yang sama sekali berbeda dengan kepercayaan lainnya, yaitu kristen. Kepercayaan ini memiliki sesuatu yang tidak dimimiliki oleh semua agama lainnya, yakni diatas rata – rata.
- Perhatikan perbedaannya:
- Mengasihi sesama adalah ajaran semua agama (hukum taurat) – mengasihi musuh adalah ajaran Kristen (5;43-42).
- Memberkati orang yang memberkati kita adalah ajaran semua agama – memberkati orang yang mengutuk kita adalah ajaran Kristen (5;46-47).
- Berbuat baik kepada orang-orang yang berbuat baik, berdoa bagi mereka yang berdoa, dst, adalah ajaran semua agama tetapi ajaran Kristen diatas rata – rata.
Kehidupan kekristenan
- Perjalanan hidup kekristenan tidak semudah atau tidak sama dengan kepercayaan lain. Jika ada yang mengira bahwa perjalanan hidup kekeristenan sebagai kehidupan yang mudah atau sama dengan kepercayaan lain, maka kita telah menjalani kehidupan kekristenan yang salah.
- Bd: Kekristenan diperkenalkan ke dunia melalui penumpahan darah Kristus di kayu salib.
- Seperti berlian dengan banyak sisi, Kekristenan penuh dengan nilai dan keindahan di berbagai sudut yang berbeda.
- Kekristenan membuat kehidupan yang indah dan menjamin kebahagiaan di surga selamanya.
- Di beberapa agama, kita bisa bermain dua kaki, satu untuk “tuhan” dan satu untuk ilah lain. Tetapi Kekristenan adalah unik. Kita tidak dapat menjadi bagian dari Kristen dan sekaligus menjadi bagian dari kepercayaan lain. Kristen berdiri sendiri. Tidak ada pintu alternatif (Bd I Raja – Raja 18;21).


