MENGALAMI KUASA ADIKODRATI SETIAP HARI (KIS 1:4-9)

hammer, sledgehammer, mallet-682767.jpg

Pendahuluan

  • Perhatikan bunyi kalimat yang dicatat dalam ay;8 ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan diseluruh Yudea dan samaria dan sampai ke ujung bumi.
  • Frasa “Kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu” menjelaskan kepada kita sekalian bagaimana Allah menginginkan agar setiap kita mengalami kehidupan yang penuh kuasa/ mengalami kuasa adikodrati setiap hari, sehingga kehidupan kita berbeda dengan kehidupan banyak orang pada umumnya.
  • Untuk alasan inilah, Yesus melarang para murid meninggalkan Yerusalem sampai  janji pencurahan Roh Kudus itu tergenapi (Kis 1;4-5) . Walaupun sesungguhnya para murid pada kala itu sudah sangat bersemangat ingin pergi ke jalan – jalan  untuk memberitakan bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati.
  • Bd: Bagaimana kehidupan para murid sesudah mereka dipenuhi oleh Roh Kudus pada hari raya pentakosta (Kis 2;1-4), yakni: mereka langsung berubah menjadi para saksi yang berani dan penuh kuasa Kis 2;14-16,41 ; 3;3-7 ; 4;8-14, dst.

Kunci mengalami kuasa adikodrati setiap hari

  • Pertanyaan yang menarik untuk kita renungkan bersama dalam pembahasan ini ialah: Apa yang dilakukan oleh para murid dan orang percaya mula – mula sehingga mereka mengalami kuasa adikrodati setiap hari dalam kehidupan mereka sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab Kisah Para Rasul?  
  • Adapun kunci/ tahapan yang dilakukan oleh para murid dan orang percaya mula – mula pada kala itu, antara lain adalah:
  1. Dibaptis oleh Roh Kudus (Kis 1;4-5).
    • Pesan terakhir Tuhan Yesus Kristus kepada para muridNya sebelum naik ke sorga adalah instruksi yang jelas berkenaan dengan baptisan Roh Kudus. Dimanapun bahkan dari sudut pandang manapun, kata – kata terakhir adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan dijalankan!
    • Bd: Jika suatu saat nanti, setelah pekerjaan kita selesai di muka bumi ini dan kita akan segera kembali kepada Bapa di sorga, dan kita akan menyerahkan seluruh isi kerajaan kepada sekelompok orang, maka kata – kata terakhir kita menjadi sangat penting untuk dipahami dan diresponi oleh orang tersebut.
    • Diselamatkan dari maut dan di ampuni dari dosa – dosa adalah merupakan hal yang benar – benar sangat indah, tapi kita tidak akan bisa menjalani hidup yang efektif sebagai orang percaya dan mengalami kuasa adikodrati setiap hari jika kita tidak memiliki kepenuhan Roh Kudus.
    • Banyak orang Kristen mengasihi Allah dengan tulus tetapi mereka melayani Dia dengan kekuatan dan pengetahuannya sendiri karena mereka belum dibaptis dengan Roh Kudus. Pelayanan seperti ini hanya menghasilkan kesia – siaan.
      • Ketika kita di baptis/ dipenuhi dengan Roh Kudus-lah, maka kita dapat hidup berkemenangan dan melayani Dia dengan penuh kuasa.
      • Bd: Ketika kita berusaha melayani Dia dari pengetahuan dan kemampuan manusiawi kita – bahkan walaupun kita memperkatakan dan melakukan hal yang benar sekalipun – maka hal tersebut tidak akan membawa bobot rohani apapun (2 Korintus 3;6).

Yesus Kristus di baptis Roh Kudus.

  • Para malaikat mengumumkan bahwa Yesus adalah Tuhan sejak hari kelahiranNya. Namun setelah kelahiranNya, nyaris tidak ada tanda – tanda ke Tuhanan-Nya yang Ia perlihatkan dalam kehidupan sehari – hariNya kecuali setelah Ia sendiri di baptis Roh Kudus (Mat 3;16-17).
  • Baptisan Roh Kudus menjadi titik balik dari kehidupan natural kepada kehidupan supernatural dalam hidup Kristus. Sejak saat itu, Yesus berkonfrontasi dengan iblis di padang gurun, berkhotbah dengan penuh kuasa, menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, dll, semua setelah baptisan Roh Kudus.
  • Jika Anak Allah yang tidak berdosa harus dibaptis Roh Kudus sebelum memulai pelayananNya, bagaimana mungkin seseorang bisa mengira bahwa ia bisa menjadi seorang percaya yang mengalami kuasa adikodrati tanpa baptisan Roh Kudus?
  1. Menerima dan melakukan amanat agung (Mat 28;18-20).
    • Perintah terakhir Yesus kristus kepada para pengikutNya sebelum Dia naik ke sorga   adalah pergi memberitakan Injil dan menjadikan segala bangsa Murid Yesus. Perintah ini kemudian disebut sebagai Amanat Agung bukan saran Agung.
    • Alasan mengapa perintah ini kemudian disebut sebagai Amanat Agung dan bukan saran agung adalah? Karena sang pemberi perintah adalah pemegang kuasa atas sorga dan bumi (Mat 28;18).
    • Oleh karena itu para penerima perintah tidak boleh ragu untuk menjalankan Amanat Agung tersebut sebagaimana yang terjadi pada sebahagian besar para murid pada kala itu, sebab perintah ini disertai dengan sebuah jaminan otoritas dan juga jaminan penyertaanNya (Mat 28;17, 18, 20).
    • Yesus menyadari bahwa apabila kita bersedia menerima dan melakukan Amanat Agung diatas, maka akan ada tantangan dari berbagai pihak, bahkan setanpun pasti tidak akan mudah melepaskan korban – korban ikatannya. Namun walaupun demikian kita dapat terus bergerak maju karena kita melayani Dia sang pemilik kuasa atas sorga dan bumi.
    • Bd: Manifestasi dari kehadiran dan kuasaNya ini terjadi atas hidup kita setiap hari hanya apabila kita bersedia menerima dan melakukan Amanat Agung. Artinya, ini adalah sebuah perjanjian paket bukan merupakan hal yang terpisah/ berdiri sendiri.
      • Bd: Sepotong roti sandwich terdiri dari 2 potong roti dan 1 potong daging ditengah – tengahnya. Demikianlah dapat diibaratkan janji kehadiranNya, janji otoritasNya dan Amanat Agung untuk memberitakan Injil merupakan paket yang utuh.
      • Bd: Alasan mengapa kehidupan para rasul dan orang percaya di gereja mula – mula penuh dengan kuasa adikodrati setiap hari adalah karena mereka bertekun dalam pemberitaan Injil (Kis 2;41-42, 46-47).

Nyanyian dan penyembahan

  • RohMu yang hidup penuhiku mengalir dalamkku
  • Roh Allah yang hidup penuhiku

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *