Pendahuluan
- Pada kesempatan ini kita akan belajar dari seorang tokoh ternama di PL yang bernama Daud. Dikisahkan bahwa, awalnya Daud hanyalah seorang pemuda biasa yang tidak dikenal di masyarakat Israel, sebab dia hanyalah seorang gembala ternak milik ayahnya Isai.
- Nama Daud ini tiba – tiba muncul kepermukaan dan mencuat dengan sangat luar biasa sesaat setelah ia berhasil mengalahkan Goliath sang raksasa pembunuh dari negri Filistin. Kemenangan itu membuat Daud yang tadinya tidak dikenal, tiba – tiba berubah menjadi seorang pahlawan yang dielu – elukan di bangsa Israel;
- Kitab I Samuel dan II Samuel sarat dengan catatan tentang perbuatan – perbuatan luar biasa yang dilakukan oleh Daud. Kitab Mazmur dipenuhi dengan nyayian – nyanyian yang diciptakannya. Bahkan semua raja yang memimpin dikemudian baik raja Yehuda maupun raja Israel dinilai menurut standart kepemimpinan Daud selama 40 tahun di Israel.
- Bahkan semua orang mengenang Daud sebagai pembunuh raksasa, orang yang menyatukan Israel, dan membawa bangsa itu kedalam masa kejayaan. Sebagaimana Musa mendominasi paro pertama dari PL, Daud mendominasi paro yang terakhir dari sejarah yang ditulis dalam PL.
Cara pandang Daud
- Kemenangan hebat yang diperoleh Daud ini tentu tidak terjadi dengan sendirinya atau hanya karena dari faktor Allah semata. Ada upaya – upaya yang dilakukan oleh Daud sebagai bentuk tanggung jawabnya dihadapan Allah sehingga ia beroleh kemenangan yang sangat hebat, dan salah satu kunci kemenangan tersebut ialah cara pandang/ sikap/ perspektif.
- Adapun sikap/ perspektif/cara pandang yang dimiliki oleh raja Daud, baik atas dirinya sendiri maupun atas segala keadaan yang ada, antara lain adalah:
- Tidak terpaku pada kenyataan (I Sam 17;26).
- Ayat Alkitab yang kita baca ini memberitahukan kepada kita sekalian bagaimana Daud tidak terpaku pada kenyataan bahwa: Goliath adalah seorang raksasa yang tinggi dan berperawakan besar. Seorang pendekar perang yang tidak terkalahkan. Memiliki ukuran badan yang besar, kuat dan kemampuan yang hebat sebagaimana yang dilakukan oleh pasukan Israel pada umumnya. Itu sebabnya ia berkata…
- Bukan berarti bahwa Daud memungkiri fakta yang ada didepan mata, tetapi ia ingin memberitahukan bahwa dia tidak mau terpaku pada kenyataan yang ada. Sikap Daud adalah, jika ada sesuatu yang harus dipuji/ dibesarkan, maka dia adalah Tuhan semesta alam sang sumber kekuatannya (Mzm 34;3).
- Bd: Saudara – saudara Daud dan pasukan Israel lainnya ketakutan, terintimidasi dan bertanya – tanya apa yang harus mereka lakukan. Bahkan Ketika Daud memberitahu bahwa dia ingin melawan Goliath mereka berkata, “kamu masih anak – anak, terlalu muda, tidak mungkin bisa melawannya, dst”.
- Tetapi Daud memiliki cara pandang yang berbeda. Dia tidak terpaku pada kenyataan yang ada:Dia tau bahwa Tuhan bersamanya, dia tau bahwa ada kekuatan sorga melindunginya, dia tau bahwa dia tidak sendirian dan bagi Daud, Goliath terlalu besar untuk meleset dari bidikannya.
- Memandang lawan tidak sepadan dengan dia (I Sam 17;40).
- Ayat Alkitab ini menceritrakan bagaimana sikap Daud dalam memandang lawannya, yakni tidak sepadan dengan dia. Karena itu ia mendatangi lawannya (Goliat) hanya dengan tongkat dan lima batu kerikil. (Bd, I Sam 17;43, 45-47. Lih, Mzm 59;11).
- Sebagai orang percaya, kita seharusnya berjalan dengan iman bukan dengan penglihatan. Secara natural musuh itu mungkin terasa amat besar tetapi karena kita adalah orang percaya, kita perlu bertindak dalam iman; meremehkan musuh dan memperlakukannnya sebagaimana yang dilakukan Daud, yakni melihat musuh dengan remeh/ dibawah kakinya (I Kor 15;27. Yes 54;17).
- Bd: Apa yang membuat Daud menjadi raja? Goliath. Artinya, sering sekali Tuhan menggunakan lawan kita untuk membawa kita lebih dekat kepada rencanaNya. Salah satu alasan mengapa Tuhan mengijinkan tantangan masuk kedalam hidup kita adalah untuk menolong kita menuju tahta, bukan untuk mencelakakan kita.
- Lakukan seperti apa yang dilakukan oleh Daud. Milikilah cara pandang yang baru, yakni bahwa kita telah dipenuhi oleh kuasa yang dapat melakukan apapun. Kekuatan terbesar dlam dunia ini telah dihembuskan dalam hidup kita. Musuh tidak akan begitu keras melawan jika dia tidak tau bahwa kita memiliki sesuatu yang besar dimasa depan.
Nyanyian dan penyembahan:
- Sungguh besar setiaMu nyata disepanjang hidupku
- Sungguh besar setiaMu kau nyatakan bagiku Kau Bapa


