Pendahuluan
- Berjalan dalam kebenaran adalah hal yang sungguh sangat penting. Bahkan jika memperhatikan seluruh isi Alkitab kita ini, ayat – ayat yang mencatat tentang kebenaran (berjalan dalam kebenaran) jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan ayat – ayat yang mencatat tentang iman atau kesetiaan.
- Seorang yang pernah melakukan penelitian terhadap kedua kata ini melaporkan bahwa, ada 540 kali kata kebenaran/orang benar dalam seluruh kitab PL maupun PB, sedangkan kata iman atau kesetiaan disebutkan sebanyak 348 kali.
- Ironisnya, walau berjalan dalam kebenaran adalah merupakan hal yang sungguh sangat penting, namun masih banyak orang yang kebingungan dalam menjalaninya, bahkan ada yang sama sekali tidak mengerti bagaimana Berjalan Dalam Kebenaran.
- Mengingat hal tersebut diatas, maka pada kesempatan ini saya akan mencoba untuk berbagi kepada kita sekalian mengenai: Bagaimana cara berjalan dalam kebenaran dengan cara yang benar dan bagaimana cara yang salah.
Cara yang salah
- Mengandalkan Manusia (Yer 17;5).
- Ayat Alkitab yang kita baca ini berkata: Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan! Kata kunci dari ayat ini bukan pada kata “terkutuk” atau “hati yang menjauh dari pada Tuhan”, tapi “mengandalkan manusia/kekuatannya sendiri”.
- Yang dimaksud dengan mengandalkan manusia/kekuatannya sendiri adalah: Menaruh kepercayaan pada perbuatan/usahanya sendiri, bergantung pada diri sendiri, menjadikan usahanya sendiri sebagai kekuatannya.
- Yakni, mereka mengakui bahwa: Mereka berhasil atas usahanya sendiri, dan selalu berjuang atas nama “daging” atau kekuatannya sendiri. Hal inilah yang menjadikan hati mereka menjauh dari Tuhan dan menjadikan mereka terkutuk.
- Mungkin bisa saja kita bertahan dan mengumpulkan sejumlah hasil dengan perjuangan dan usaha kita sendiri tetapi ini akan menjadi sebuah perjuangan yang sangat melelahkan dan penuh pergumulan.
- Bd: Kemampuan, usaha dan kekuatan kita terbatas. Oleh sebab itu terbatas pula lah hasil yang bisa dikumpulkan/perjuangkan. (lih Yusuf, Kej 41;37-57).
Gambaran akhir dari orang yang mengandalkan manusia
- Apa yang dicatat dalam ay;6 menggambarkan tentang bagaimana keadaan dari orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri (terkutuk), yakni:
- Seperti semak bulus di padang belantara; artinya, tampak lelah, layu, tua dan suram. Tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; artinya, walau dalam jalan hidupnya ada keadaan baik namun ia tidak dapat melihatnya/mengalaminya.
- Dengan kata lain, mereka cendrung arogan dan frustrasi, tidak menghargai pasangan, mengabaikan anak – anak, bahkan ketika berkat – berkat lain datang, mereka kehilangan hal – hal bernilai lainnya, seperti kesehatan, hubungan, dll.
- Alasan mengapa mereka tidak bisa mengalami (melihat) hal – hal baik ketika ia datang adalah: Karena orang yang mengandalkan (percaya) usahanya sendiri tidak memiliki kemampuan untuk melihat dan menerima berkat dari Tuhan.
- Mereka hanya percaya pada hal “yang baik” yang berasal dari diri mereka sendiri. Itu sebabnya mereka bangga pada diri sendiri, tidak suka berterima kasih kepada orang disekitar, jarang bersyukur atas pasangan/anak/dll, mereka merasa pantas dan berhak mendapatkan semuanya.
Cara yang benar
- Mengandalkan Tuhan (Yer 17;7).
- Alkitab kita ini sungguh luar biasa, ia tidak berhenti begitu saja setelah mendeskripsikan orang yang mengandalkan kekuatnnya sendiri, tetapi ia melanjutkan memberi gambaran indah tentang orang yang berjalan dalam kebenaran dengan cara yang benar, yaitu mengandalkan Tuhan, yakni diberkati.
- Dapatkah kita melihat hebatnya perbandingan antara orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri dengan orang yang mengandalkan Tuhan (cara menjalani kehidupan yang benar dan yang salah). Perbedaannya adalah antara orang yang terkutuk dan orang yang diberkati (Yer 17;5,7 ; 17;6,8).
- Bd: Orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya adalah orang yang terkutuk, yakni tidak dapat melihat keadaan baik ketika ia datang.
- Bd: Orang yang mengandalkan Tuhan adalah orang diberkati, yakni orang yang tidak kuatir walau mengalami tahun kering (NKJV; tidak akan melihat).
- Ini menjelaskan bahwa, musim kering akan datang pada semua orang termasuk orang yang diberkati, perbedaannya adalah orang yang diberkati akan terus bertumbuh, kuat, berkembang, dan selalu segar sepanjang tahun.
- Artinya, ia tidak sadar akan terik panas yang datang, ia tetap sehat, semangat dan dinamis.
Nyanyian penyembahan dan perjamuan kudus:
- Tuhan Kau sempurna dalam rencanaMu dan karyaMu
- Yesus nama-Mu Indah


