RESPON YANG BENAR TERHADAP RASA SAKIT (YAK 1:2-4)

woman, girl, freedom-591576.jpg

Pendahuluan

  • Sepanjang perjalanan hidup kekristenan kita, kita masih mendengar adanya orang – orang yang mengatakan bahwa: semenjak mereka mengikut Kristus, maka sejak saat itu kesukaran serta rasa sakit mereka lenyap. Kita tidak mengerti apakah hal yang disampaikan tersebut benar atau hanya sekedar untuk menarik perhatian belaka.
  • Apa bila kita melihat pada kehidupan hamba – hamba Tuhan dalam Alkitab, maka kita akan menemukan bahwa kesukaran, penderitaan bahkan rasa sakit berupaya mengikuti mereka kemanapun mereka pergi.
    • Contoh, Adam dan Hawa, bapak – bapak leluhur, para imam, nabi hakim – hakim, demikian dengann bangsa Israel.
  • Bahkan ayat bacaan kita ini berkata, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh kedalam berbagai – bagai pencobaan. Kata “apabila” dalam konteks ini mengaskan akan sesuatu yang pasti terjadi atau menunjuk pada waktu/saat bilamana pencobaan datang (Yak 1;2).
    • Hal ini merupakan teguran keras bagi mereka yang berpikir bahwa menjadi orang kristen itu akan adem ayem dan tanpa persoalan. Ini tidak relaistis dan keliru.
  • Demikian juga dengan kitab Injil, Ia menjelaskan bahwa rasa sakit, kesukaran maupun penderitaan adalah merupakan unsur pokok dalam mengikut Yesus (Mat 10;39 ; 16;25 ; 16;26. Yoh 12;25 ; 13;23).

Respon yang benar terhadap rasa sakit

  • Oleh karena rasa sakit, penderitaan maupun kesukaran adalah merupakan hal yang tidak lepas dari kehidupan kita, maka kita perlu mengerti bagaimana meresponi rasa sakit tersebut, sehingga ketika mengalaminya kita tidak salah dalam meresponinya.
  • Adapun beberapa hal yang disebut sebagai respon yang benar tatkala berhadapan dengan rasa sakit antara lain:
  1. Jangan terkejut atau kecewa (Yak 1;2).
    • Perhatikan penggunaan kalimat: Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apa bila kamu jatuh kedalam berbagai – bagai pencobaan.
      • Kata “anggaplah” menunjuk pada perlunya memiliki penilaian, sikap, respon yang benar terhadap pencobaan, yakni jangan terkejut/kecewa, sebab ia dapat mendatangkan kebaikan bagi orang percaya.
    • Rasa sakit sudah merupakan bagian dari kehidupan dalam dunia yang berdosa ini. Manusia bisa saja berusah untuk menghindarinya, tetapi tidak akan berhasil. Oleh sebab itu tidak perlu merasa terkejut/kecewa ketika kita mengalaminya.
    • Tuhan memanggil kita untuk menunjukkan pada dunia bahwa ada sesuatu yang lebih besar/lebih utama dalam hidup ini jika dibandingkan dengan rasa sakit dan penderitaan yang kita alami, yaitu hubungan kita dengan Tuhan yang kekal.
      • Untuk tiba di tanah perjanjian, bangsa Israel harus melewati padang gurun serta ribuan bala tentara. Bagaimana kita bersepon terhadap semua itu sangat menentukan apakah kita tiba di negri tujuan atau berakhir tanpa impian.
      • Orang yang berhadapan dengan lebih banyak rasa sakit akan jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan orang  yang berhadapan dengan sedikit rasa sakit. Oleh karena itu berhadapan dengan rasa sakit itu adalah bagus.
      • Kita tidak akan pernah menjadi orang yang maksimal jika seandainya tekanan, ketegangan serta tantangan dicabut dari hidup kita. Jika kita mengalami benturan keras, setidaknya itu membuat kita keluar dari rutinitas (Yoh 16;33).
  1. Sukacita (Yak 1;2).
    • Melalui tulisan ini, Rasul Yakobus menasehati orang percaya supaya mereka memiliki sikap (penilaian) yang benar terhadap rasa sakit yang sedang mereka jumpai, yaitu: Bersuka cita atau berbahagia.
    • Berbahagia atau bersuka cita yang dimaksud adalah bukan karena kita berhadapan atau mengalami pencobaan melainkan karena mereka mengerti bahwa hasil akhir dari rasa sakit itu adalah menghasilkan kebaikan (Bd, Rom 8;28).
      • Ujian tidak pernah dimaksudkan untuk melawan orang percaya sebaliknya, ia dimaksud untuk memperomosikan orang percaya.
      • Bd, Daud dan kakak – kakaknya (I Sam 17).
    • Biasanya, rintangan membawa kita naik ketingkat berikutnya. Dengan kata lain, tidak ada rintangan yang akan meninggalkan kita dengan cara rintangan tersebut menemukan kita. Pilihan ada dua, kita menjadi lebih baik atau lebih buruk.
      • Ingatlah kebenaran ini dengan baik: Setiap kesakitan mempunyai masa hidup/jangka waktu yang terbatas. Bahkan perkara – perkara yang kita kuatirkan tahun – tahun yang lalu, sekarang bahkan tidak kita ingat lagi.
      • Jangan percaya pada iblis yang mengatakan bahwa segalanya tidak akan berubah dan tidak akan berlalu. Kesakitan hanya akan menundukkan orang – orang biasa tetapi orang besar akan naik diatas kesakitan.
      • Bd: Orang besar, ketika ditanya. Apa yang membantu mereka mengatasi rasa sakit dan penderitaan, jawab mereka adalah rasa sakit yang lainnya.

Nyanyian dan penyembahan:

  • Tiada yang seperti Engkau
  • Ku punya Tuhan penuh belas kasihan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *