MENANGGULANGI MASALAH – MASALAH YANG SULIT (ROMA 27:1-13)

worried girl, woman, waiting-413690.jpg

Pendahuluan

  • Ayat Alkitab yang kita baca ini menceritrakan kepada kita, bagaimana rasul Paulus dan sejumlah para tahanan kaisar Roma yang sedang berlayar dari Palestina menuju kota Italia mengalami masalah – masalah yang sangat rumit/sulit/berbahaya.
  • Disebut sebagai masalah yang sangat rumit/sulit/berbahaya karena pelayaran mereka menuju kota Italia itu sedang dihadang oleh angin sakal (27;4-7) dan juga angin “Timur Laut” yang sangat mengerikan (27;14-15).
  • Alkitab menjelaskan, saking sulit dan berbahayanya pelayaran menuju kota Roma itu, para awak kapal sudah menyerah dan membiarkan kapal itu  terombang – ambing/terapung saja (27;15,17). Mereka juga mulai membuang muatan dan alat – alat kapal (27;18-19). Bahkan mereka telah putus harapan (27;20).

 Penyebab mengapa mengalami masa – masa sulit?

  • Alasan mengapa begitu banyak kisah biografi yang dicatat dalam Alkitab adalah:
    • Supaya kita dapat belajar dari pengalaman orang lain. Sehingga kita dapat menerapkan prinsip – prinsip yang diceritrakan melalui tokoh – tokoh tersebut, serta dapat terhindar dari melakukan kesalahan yang sama fatalnya dengan yang mereka lakukan.
    • Supaya menguatkan kita. Kita dikuatkan oleh fakta bahwa Allah memilih dan memakai orang – orang biasa dengan segala kelemahan dan kegagalan mereka, dan kadang juga dengan motif mereka yang tidak murni untuk menggenapi rencanaNya (Rom 15;4).
  1. Tidak sabar ( 27;10-12).
    • Ketidaksabaran sering sekali membawa kita kedalam masalah. Yakni ketidaksabaran dalam menghadapi situasi dan kondisi yang kurang baik, tidak sabar dengan pekerjaan, dengan penghasilan dan perlakukan pasangan, dll.
    • Ketika kita membiarkan diri kita tidak sabar, kita mendapati diri kita menghadapi badai. Tidak sabar adalah sifat dasar manusia berdosa yang belum lahir baru (Gal 5;22-23).
  1. Mendengarkan pendapat yang salah (27;11).
    • Dunia ini penuh dengan orang – orang yang memiliki ide – ide cemerlang, dan setiap minggu tampaknya ada – ada saja orang yang mengusulkan suatu model/terapi kesehatan yang baru atau system kepercayaan yang baru.
      • Yang seorang berkata: Rahasia hidup sehat adalah makan pisang dan yogurt. Yang lain berkata, kurangi makan karbo perbanyak ini dan itu, dsb.
    • Setiap orang memiliki pandangan ahli-nya sendiri. Padahal, pada kenyataannya para ahli itu sering sekali salah. Sebagian orang berkeliling mencari pendapat ahli, sampai mereka menemukan yang cocok dengan mereka, yang sebenarnya hanya menguhkan penyimpangan mereka sendiri.
    • Ketika kita mulai mencari ahli – ahli yang salah, kita sedang membuat diri kita mengalami kekacauan/badai. Satu – satunya ahli yang benar dan dapat dipercaya adalah Firman Allah.
    • Bd: Perwira Roma yang bertanggung jawab menjaga Paulus mengabaikan nasehat dan peringatan Paulus dan lebih menuruti nasehat kapten dan pemilik kapal.
  1. Suara mayoritas (27;11-12).
    • Alasan ketiga yang membuat kita masuk kedalam badai adalah ketika kita mempercayai suara mayoritas, pandangan umum, pandangan yang paling populer, sebab suara mayoritas itu bisa salah. Jika kita mendengarkan Allah, kita akan menuju kearah yang benar.
    • Bd: Ketika Musa baru mulai memimpin bangsa Israel menuju tanah Kanaan, maka mayoritas ingin agar mereka kembali ke Mesir, padahal mereka salah.
  1. Bersandar pada situasi (27;13-14).
    • Keadaan yang tenang yang disertai tiupan angin sepoi – sepoi adalah pertanda yang baik dan sangat menyenangkan untuk berlayar. Namun karena mereka telah mengabaikan perkataan Tuhan sejak dari awal mereka masuk kedalam badai.
    • Bd: Sekalipun suara Tuhan tampak bertentangan dengan keadaan, atau segalanya tampak baik – baik saja sekarang, tapi bisa jadi kita sedang berlayar menuju badai.
    • Bd: Perasaan sering sekali menipu. Jika Allah berkata “tunggu di pelabuhan” maka sebaiknya kita menunggu, karena si jahat bisa merancang situasi – situasi yang yang tak diinginkan jika kita meninggalkan pelabuhan.

Reaksi menghadapi maslah – masalah sulit

  1. Tetap diam ditempat/percaya pada Tuhan (27;29).
    • Reaksi Paulus dalam menghadapi masalah yang rumit/sulit jauh berbeda dengan reaksi yang diperlihatkan oleh para pelaut. Mereka kehilangan harapan, tertekan, melemparkan segala sesuatu keluar agar kapal tidak tenggelam. Tetapi paulus menunjukkan teadan yang berbeda. Ia tetap tenang, memiliki keteguhan hati dan sama sekali tidak bingung.
    • Reaksi para pelaut adalah respon alami yang cendrung kita tunjukkan pada saat krisis, tetapi respon seperti ini tidak seharusnya menjadi reaksi kita. Salah satu ujian kekristenan adalah, bagaimana sikap kita saat mengalami krisis.
    • Bd: Lebih mudah hidup sebagai orang Kristen ketika segalanya baik – baik saja, semua doa dijawab, kesehatan baik, pendapatan meningkat, dst.
    • Bd: Karakter dibentuk melalui berbagai hal dalam kehidupan sehari- hari; hal – hal kecil, biasa, rutin dan sehari – hari. Tetapi karakter terungkap pada saat krisis terjadi.

Rahasia tenang menghadapi krisis?

  1. Percaya Penyertaan Allah (27;23-24).
    • Kehadiran malaikat disisi Paulus mengungkapkan bahwa badai tidak dapat menyembunyikan kita dari Allah. Kita mungkin tidak melihat Dia tetapi Dia melihat kita. Kita mungkin berpikir bahwa Allah begitu jauh, padahal Dia bersama kita dan memperhatikan kita (Ibr 13;5. Mat 28;20. Yoh 14;16).
  2. Percaya Janji Allah (27;25).
    • Badai tida akan dapat menghancurkan kita karena janji Allah adalah Ya dan Amin. Kita bisa saja kehilangan muatan kapal, peralatan bahkan kapalnya juga, tetapi kita akan selamat karena janji Allah.
  3. Percaya Rencana Allah (27;24)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *