BAGAIMANA MENGALAHKAN MASALAH-MASALAH YANG SULIT (I RAJA 19:1-8)

solve, jigsaw, problem-2636254.jpg

Pendahuluan

  • Ayat Alkitab yang kita baca ini menceritrakan kepada kita, bagaimana nabi Elia mengalami masalah/tekanan yang sangat sulit dan berat, hingga mengakibatkan Elia ketakutan/setres/putus asa bahkan ingin mati (Lih, 19;3-4).
  • Jika kita mundur kebelakang dan melihat hasil – hasil pelayanan nabi Elia, maka semua orang akan terkagum – kagum.
    • Elia adalah seorang nabi Allah yang sangat luar biasa, dan ia telah melayani Allah sebagai juru bicara bagi bangsa Israel selama tiga tahun.
    • Selama tiga tahun melayani, Elia telah melakukan berbagai macam mujizat, antara lain: Menahan hujan agar tidak turun selama 3,5 tahun, melipatgandakan minyak dan tepung dalam tempayan, menurunkan api ke atas mezbah persembahan digunung Karmel.
    • Selama tiga tahun melayani, Elia juga tidak pernah takut dan gentar kepada siapapun termasuk kepada 450 para nabi baal, bahkan negri yang telah dicemari oleh penyembahan berhala itu telah mengalami pemulihan dan kebangunan rohani.
  • Adapun satu – satunya orang yang tidak takut dan tidak hormat kepada Elia adalah permaisuri raja Israel (raja Ahab), yakni Izebel. Wanita ini sangat benci kepada Elia karena pengaruhnya yang sangat besar, dan karena ia telah membunuh para nabi – nabinya, itu sebabnya ia marah dan mengancam akan membunuh Elia (19;2).

Bagaimana menangani masalah – masalah yang sulit?

  • Setiap orang bisa saja mengalami masalah – masalah yang sulit sekali waktu, walau ada sebahagian orang mengalami masalah – masalah yang sulit itu hampir setiap waktu. Dan hal ini tidak hanya terbatas pada orang miskin atau orang dengan gangguan fisik saja. Orang salehpun bisa mengalaminya. Contohnya nabi Elia.
  • Pertanyaannya adalah, jika suatu waktu masalah – masalah sulit terjadi/datang atas hidup kita? Bagaimana mengatasinya/cara mengobatinya, dan apa yang harus kita lakukan agar kita dapat menanganinya? Mari kita belajar dari Elia:
  1. Memperhatikan kebutuhan jasmani (19;5-7).
    • Kita membaca bahwa, ketika Elia mengalami masalah – masalah yang sangat rumit, sulit dan menakutkan, maka ia pergi kesuatu tempat kemudian ia duduk dibawah pohon dan tertidur.
    • Tetapi tiba – tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: Bangunlah, makanlah! Lalu Elia makan dan minum kemudian berbaring pula. Ini menjelaskan kepada kita sekalian bahwa, cara Allah dalam menangani masalah – masalah sulit adalah dengan memperhatikan kebutuhan – kebutuhan jasmani/fisik kita, yaitu; makan – minum – istirahat.
    • Terkadang tidur nyenyak pada malam hari itu berdampak:
      • Sangat baik pada sikap kita di keesokan harinya. Ia dapat menjadikan kita menjadi lebih kuat/lebih sehat dan lebih segar secara fisik.
      • Dapat menjadikan suasana hati kita lebih tenang dan damai, serta menjadikan kesehatan fisik kita lebih baik. Karena itu perlu untuk memperhatikan makanan, minuman dan istirahat dan memulai program olah raga demi kesehatan kita.
    • Bd: Jika kita dalam keadaan letih secara fisik, terkuras secara emosional dan mental, maka kita cendrung menjadi tertekan dan depresi serta kehilangan kekuatan dalam menghadapi masalah – masalaha yang sulit.
    • Bd: Allah tidak mengecam/marah ketika Elia berbaring/tertidur dibawah pohon. Bahkan Allah memperlakukannya dengan sangat lembut dan memberikannya makan hingga dua kali.
  1. Serahkan semua masalah kepada Tuhan (19;9-11).
    • Setelah mendapatkan makanan, minuman serta istirahat yang cukup, Elia melanjutkan perjalanannya selama 40 hari, dan kemudian ia masuk kedalam gua. Disanalah Elia mencurahkan semua isi hatinya, kegundahan, kegeraman dan kekecewaannya.
    • Menariknya adalah, Allah membiarkan saja ketika Elia menumpahkan semuanya  kepada Tuhan. Seolah – olah Allah ingin berkata: Ketika kamu gelisah, kecewa dan mengalami masalah – masalah sulit, Aku bersedia mendengar curahan hatimu. Allah tidak mengkritik, menolak bahkan menyalahkan Elia ketika ia meluapkan isi hatinya.
    • Bd: Mencurahkan isi hati kepada sahabat apa lagi kepada Allah, dapat menolong kita untuk bertahan. Hal tersebut bisa semacam katarsis – pelepasan – pembersihan – penyaluran segala sesuatu yang terpendam didalam diri kita yang dapat mengakibatkan hidup tertekan dan depresi.
    • Bd: Perasaan – perasaan yang dipendam oleh Elia; merasa takut (19;3), merasa jengkel, merasa bersalah dan rendah diri (19;4), marah/kecewa karena bekerja tapi seolah – olah tidak ada hasil (19;10).
    • Melihat semua hal yang dipendam oleh Elia ini, wajarlah jika ia mengalami masalah yang sulit, dan ingin mati. Oleh sebab itu, Allah membiarkan Elia mengeluarkan semua yang dipendamnya kepada Tuhan.
  1.  Memiliki kesadaran akan hadirnya Tuhan (19;11-14).
    • Cara ketiga yang Tuhan lakukan dalam menolong nabi Elia ketika ia mengalami masalah – masalah yang sulit adalah dengan menyadarkan Elia akan hadirnya Tuhan atau akan adanya penyertaan Tuhan atas hidupnya.
    • Melalui pertunjukan singkat Allah mengajarkan Elia bahwa, hadirnya Tuhan  tidak selalu ditandai dengan peristiwa – peristiwa yang dahsyat dan hebat tapi juga melalui hal – hal yang biasa yang digambarkan melaui angin sepoi – sepoi.
    • Belajar dari apa yang disampaikan oleh ayat Alkitab ini maka dapatlah kita mengerti bahwa, masalah – masalah sulit bukanlah tanda bahwa kita telah ditinggal oleh Tuhan? Melainkan kita harus tetap percaya bahwa Ia menyertai kita, sehingga kita akan terus membangun persekutuan dengan Dia.
  1. Mempersilahkan Tuhan yang memimpin hidup kita (19;15-18).
    • Cara tercepat dalam mengatasi masalah – masalah yang sulit menurut kitab I Raja – raja pasal 19 ini adalah:
      • Berhenti dari duduk diam dan mengasihani diri sendiri.
      • Alihkan pandangan dari diri sendiri dan mulailah memperhatikan kebutuhan – kebutuhan orang lain.
      • Libatkan diri pada berbagai aktifitas, khususnya aktifitas yang membuat diri kita dapat menolong orang lain.
      • Mempersilahkan Tuhan menuntun arah hidup kita.
    • Ketika masalah – masalah sulit datang, mudah bagi kita untuk berpikir buruk, menyalahkan diri sendiri dan mengira bahwa kita telah gagal, mengecewakan Tuhan, dsb. Faktanya adalah, Allah tau tentang segala sesuatu tentang diri kita, Dia tau apa  yang akan kita lakukan/tidak lakukan dimasa depan, dan Dia tidak akan kecewa dengan hal itu.
    • Biarkan Allah yang memimpin arah hidup kita. Jika ada masalah yang sulit, itu berarti karena Dia belum selesai  dengan kita. Walau kita sudah gagal, Dia dapat mengangkat dan memulihkan hidup kita. Satu atau bahkan seratus kesalahan tidak akan mampu menghentikan Dia menjadikan hidup kita berarti.

Nyanyian dan Penyembahan:

  • Berjejakkan anugerah
  • KuasaMu nyata didalam kelemahanku

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *