Pendahuluan
- Pada minggu pertama yang lalu, kita telah belajar dari kitab Efesus 1;3-8. Dari ayat Alkitab ini kita mengerti bahwa, sejak dari semula Allah telah merancang kehidupan yang penuh makna didalam diri setiap orang, yakni kehidupan yang sangat indah, yang dapat melepaskan antusiasme ditengah – tengah dunia yang bermasalah, serta bisa memperoleh kemenangan atas seluruh persoalan yang ada.
- Itulah sebabnya mengapa didalam Yesus Kristus kita diampuni, diberi hikmat dan kebijaksanaan, yakni untuk melakukan pekerjaan besar, untuk membawa berkat bagi keluarga dan juga kerajaan Allah. Dengan kata lain, kita diberkati di sorga dan di dunia, dengan maksud satu maksud yaitu agar hidup kita bermakna (Lih ay4-5).
- Bd: Frasa, “Didalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan” adalah menunjuk pada: Bagaimana Allah telah merancang kehidupan yang penuh makna didalam diri setiap kita sebelum dunia dijadikan. Bahkan Allah telah memilih dan memanggil kita kepada kekudusan bahkan sebelum dunia dijadikan.
Kehidupan adalah sesuatu yang sangat hebat
- Disamping ingin menjelaskan bahwa sejak dari semula Allah telah merancang kehidupan yang penuh makna didalam diri setiap orang. Ayat Alkitab yang kita baca ini, juga ingin menyampaikan kepada kita sekaliian bahwa:
- Kehidupan yang Allah karuniakan ini adalah sesuatu yang sangat hebat. Artinya, kita bisa melakukan apapun atasnya; kita bisa membentuknya, menguasainya bahkan menjadikannya bermakna/tidak.
- Bd: Jika kita mengisi hidup ini dengan kegiatan – kegiatan yang bermakna maka kehidupan ini akan bermakna/indah. Apabila kita bisa melihat keajaiban didalamnya, banyak hal istemewa/menarik didalamnya maka kita akn bergairah.
- Bd: Hari – hari ini kita sering mendengar orang mengeluhkan kehidupan dan memperlihatkan bahwa kehidupan seolah – olah tidak bermakna. Bahkan ada orang yang dianggap cerdas, tanggap, berpendidikan, namun mereka bisa mengatakan bahwa kehidupan tidak memiliki makna?
- Mereka menggerutu, mengeluh dan tidak memperlihatkan makna dari kehidupan itu sama sekali. Ada apa dengan mereka? Apakah mereka tidak bisa melihat seperti apa kehidupan yang sebenarnya? Apakah mereka tidak bisa menerima atau merasakan? Atau mereka tidak memiliki pengertian yang dalam?
- Alkitab mengajarkan bahwa Allah telah merancang kehidupan yang penuh makna bagi setiap kita sebelum dunia dijadikan. Allah telah memilih dan memanggil kita kepada kekudusan bahkan sebelum dunia dijadikan (Ef 1;4).
Rahasia membuat kehidupan jadi bermakna
- Setelah kita mengerti bahwa sejak dari semula Allah telah merancang kehidupan kita untuk bisa berbagi keindahan, melepaskan kemenangan dan antusiasme ditengah – tengah dunia yang bermasalah. Kemudian kita juga telah mengerti bahwa kehidupan yang Allah karuniakan ini adalah sesuatu yang sangat hebat.
- Maka pada hari ini, saya akan mengajak kita sekalian untuk belajar/melihat rahasia membuat kehidupan jadi bermakna. Adapun beberapa hal yang diajarkan oleh Alkitab, antara lain adalah:
- Mau menangani hal – hal yang sukar (Flp 1;27-30).
- Perhatikanlah ungkapan kalimat yang dicatat dalam ay;29 ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.
- Kalimat ini menegaskan bahwa, kehidupan kita bisa bermakna atau tidak, bergantung kepada bagaimana kita menangani hal – hal yang sukar. Seperti apa kita mengelola hal – hal yang sukar. Apa yang akan kita lakukan dengan hal – hal yang sukar, dst. Sebab hal – hal yang sukarlah yang memukul/mengusir kehidupan keluar dari diri kita.
- Alkitab mengajarkan bahwa kesukaran adalah bagian yang nyata dan memang kadang kala berat untuk ditangani. Namun kita tidak boleh enggan/ditakut – takuti oleh ujian dan kesulitan yang datang melawan kita. Betapapun sulitnya kesukaran kita, kita bukanlah satu – satunya orang yang pernah menghadapinya (1 Kor 10;13).
- Bd: Sepasang suami istri yang sedang bergumul dengan penyakit berat, mengalami kebongkaran. Maling mengobrak – abrik rumah mereka dan mengambil semua barang berharga yang mereka miliki. Mereka kaget itu bisa terjadi dikompleks mereka. ketika mereka ditanya, mengapa mereka tetap tenang. Si suami menjawab, itu menunjukkan bahwa Allah menyukai kami, dan Dia tau bahwa kami bisa menanganinya.
- Ini yang saya maksud dengan, mau menangani hal – hal yang sukar dengan benar. Mereka tidak hanya mau menjalani kehidupan yang mudah dan menyenangkan. Saat penderitaan datang mereka mengaitkannya dengan Allah.
- Memberi diri bagi orang lain (Flp 1;28).
- Ayat Alkitab ini menyampaikan agar tidak seorangpun diantara kita yang gentar terhadap para lawan kita yang mencoba untuk menghentikan kita dalam member diri melayani orang lain. Walaupun bagi orang tertentu “dihujat/diejek/dianiaya” adalah tanda kebinasaan tapi bagi kita itu adalah tanda keselamatan.
- Disekeliling kita, ada orang – orang yang berada dalam masalah, kekurangan. dalam kesedihan, kemiskinan, ketidakbahagiaan dan kesengsaraan. Jika kita ingin menjadikan hidup kita bermakna, berilah diri kepada mereka. Keluarlah dari zona nyaman dan lakukanlah sesuatu tentang mereka.
- Hanya orang – orang yang mau memberi diri mereka sendiri bagi orang lain, dan yang mau masuk kedalam hal – hal sukar di dunia ini-lah orang – orang yang disebut dengan orang yang menemukan makna dalam hidup.
- W. Clement Stone seorang pengusaha sukses berkata: Jika seseorang memiliki kemampuan untuk memperoleh kekayaan, seharusnya dia belajar seni yang tidak kalah penting, yakni bagaimana berbagi kepada sesamanya.
Tidak ada hal baik yang tidak bisa dilakukan
- jika kita bersedia mempraktekkan prinsip besar, yaitu: Kita bisa jika kita berpikir bahwa kita bisa. Tidak ada hal baik apapun yang tidak bisa kita lakukan, jika saja kita mau berpikir bahwa kita bisa.
- Setiap orang memang memiliki masa gagal, kekalahan, atau frustrasinya sendiri. Tetapi tidak ada kegagalan atapun kefrustrasian yang permanen. Selalu ada “LAIN KALI YANG LEBIH BAIK”.
- Bd: Mengapa Tuhan menerbitkan fajar setiap 24 jam sekali? Itu mengingatkan kita bahwa meskipun malam itu gelap, siang itu panas, tetapi fajar akan segera menyingsing. Artinya, hiduplah dengan sikap, lain kali akan lebih baik.
- Bd: Dalam kitab Kejadian 1;28 kita membaca: Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka… Kata, “memberkati” berarti; memberikan kebaikan, pertolongan dan hal – hal baik kepada orang lain melalui perkataan. Hal ini mencakup hal – hal jasmani dan rohani. Didalamnya termasuk kesehatan, kemakmuran, vitalitas, kesejahteraan, keamanan, kebahagiaan, dan perlindungan.
- Ketika Allah memberkati Adam dan Hawa, Dia sedang memberikan hal – hal baik dan pertolongan kepada mereka melalui kuasa FirmanNya, sehingga mereka dapat menerima dan memanifestasikan semua kebaikan itu dalam hidup mereka. (Bd, Ef 1;3. Mzm 5;13).
- Bd: Kehendak Allah untuk memberkati anak – anakNya tidak pernah dibatalkan dan tidak akan pernah dicabut kembali (Rom 8;32. 1 Twr 17;27).
Nyanyian dan perjamuan kudus
- Yesus namaMu indah


