BERANI BERKORBAN ( FLP 2;5-11).

Pendahuluan

  • Perhatikan ungkapan kalimat yang dicatat dalam ay;5 ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Yesus Kristus.  
  • Kalimat “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh…” menjelaskan bagaimana sang penulis kitab Filipi bernama rasul Paulus memperhadapkan kepada kita sosok teladan hidup tertinggi orang percaya yaitu Yesus Kristus. Dengan maksud untuk mendorong kita mengikuti teladanNya sehingga kita bisa memiliki kehidupan yang lebih tinggi/suci/serupa dengan Dia.  Itu sebabnya…    
  • Salah satu teladan yang di inginkan oleh Alkitab untuk diam didalam hidup kita/untuk kita praktekan dalam hidup sehari-hari adalah berani berkorban atau rela berkorban (Flp 2;6-8).  

Berkorban adalah pusat pengajaran Kristen

  • Jika kita mencermati apa yang dicatat dalam ayat bacaan kita ini maka akan tampak jelas bagi kita bahwa berkorban adalah pusat pengajaran iman Kristen, bukan yang lain (mujizat, kesembuhan, ketenaran atau kemenangan atas setan). Sejauh Kristus belum mengalami kematian yang hina dan menyakitkan di kayu salib, Dia belum menjadi Pribadi yang disenangi Bapa (Flp 2;9).
  • Belajar dari kebenaran ini maka dapat kita mengerti bahwa kekristenan itu tidak melulu berbicara tentang kedudukan, keuntungan, kekuasaan atau kemakmuran. Semua ini adalah imbalan yang menanti didepan jika kita berani berkorban. Dengan kata lain tidak ada keberhasilan tanpa pengorbanan.
  • Setiap orang yang telah meraih keberhasilan apapun dalam kehidupannya, pastilah telah berkorban demi mendapatkannya. Misalnya:
    • Para pekerja yang berhasil mendapatkan karir atau gaji hingga puluhan dan ratusan juta telah menghabisakan banyak waktu dan uang untuk belajar.
    • Para atlet pasti menghabisakan waktu yang tak terhitung setiap hari di tempat latihan demi mendapatkan prestasi.
    • Para orang tua telah menghabiskan sebahagian waktu luang dan asset mereka demi membesarkan anak dengan baik.
  • Seorang pujangga dan Fisuf terkemuka bernama Ralph Waldo Emerson, berkata: “Untuk segala sesuatu yang telah kita abaikan, akan kita peroleh sesuatu yang lain; dan untuk segala sesuatu yang telah kita peroleh, kita telah kehilangan sesuatu.” Artinya, kehidupan merupakan serangkaian pertukaran satu hal untuk yang lainnya.

Berkorban adalah kunci menaikan derajat

  • Kerelaan berkorban adalah merupakan bagian dari karakter Kristus.  Tidak ada satu pribadi pun di dunia ini yang memiliki derajat hidup yang sama mulianya seperti Yesus Kristus. Derajat hidupNya yang mulia itu diperoleh bukan karena Dia adalah Tuhan, tetapi karena Dia rela mengosongkan diri-Nya (Flp 2;6-7,9-11). 
  • Saat kita mendambakan kenaikan derajat yang lebih tinggi kita harus bersedia kehilangan hak untuk memikirkan diri sendiri, menyayangi atau mengasihani diri sendiri.
  • Bd: Diagram “Derajat meningkat tanggung jawab berkurang”. Saat kita belum mengalami kenaikan derajat (menerima tanggung jawab), kita bisa melakukan apa saja yang ingin kita lakukan. Begitu kita mengemban tanggung jawab (ingin mengalami kenaikan derajat) kita mulai mengalami keterbatasan dalam apa yang ingin kita lakukan untuk diri sendiri. 
  • Oleh sebab itu, berkorban adalah satu-satunya cara bagaimana kita dapat mengatasi dosa menyayangi/mengasihani diri sendiri dan sekaligus merupakan cara menaikkan derajat kekristenan menjadi disenangi Bapa dan serupa dengan Bapa (Bd, Flp 2;9).
  • Bd: Perumpamaan orang Samria yang murah hati (Luk 10;30-37).

Terus berkorban agar tetap maju

  • Sebahagian besar orang mengira bahwa pengorbanan diperlukan saat awal-awal dalam memulai karir/usaha/pelayanan saja sampai mengalami peningkatan. Mereka rela tinggal di tempat jauh, membawa keluarga ke tempat yang kurang diminati,  rela menerima gaji yang lebih kecil, dst.
  • Masalah yang tidak disadari oleh para pemimpin dan orang percaya umumnya adalah mereka mengira bahwa mereka memiliki hak untuk berhenti berkorban dengan mengutarakan berbagai alasan. Dalam iman Kristen pengorbanan adalah proses berkelanjutan bukan pembayaran sekali waktu saja.
  • Jika berkorban adalah kunci menuju peningkatan derajat sebagaimana yang telah diuraikan diatas maka kita harus terus berkorban bahkan lebih banyak lagi berkorban demi mempertahankan derajat tersebut.
  • Bd: Keberhasilan hari ini adalah ancaman terbesar bagi keberhasilan besok. Satu-satunya cara untuk mempertahankan keberhasilan adalah bukan menjaga apa yang telah dilakukan sebelumnya melainkan berkorban lebih lagi. 
  • Bd: Tim olah raga yang berhasil meraih prestasi besar harus berlatih lebih keras lagi demimeraih/mempertahankan prestasi yang lebih besar lagi.   Artinya, selalu ada harga yang harus dibayar demi kemajuan.  
  • Bd: Dalam acara pelelangan yang berlaku ialah, semakin tinggi nilai sesuatu semakin tinggi pula kita harus membayarnya.
  • Bd: Apa yang harus dikorbankan oleh seseorang demi meraih kursi kepresidenan?  

 Nyanyian penyembahan dan perjamuan kudus;

  • Terlalu besar kasihMu Bapa
  • Bapa Engkau mengenalku – Sampai akhir hidupku

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *