PENGAMBILAN KE PUTUSAN DAN TUJUAN-TUJUAN ALLAH
Ayat Hafalan: Amsal 15:22: Yakobus 1:5-6
Salah satu hak istimewa terbesar yang kita miliki sebagai manusia yang diciptakan “di dalam citra Allah” adalah kemampuan untuk menentukan pilihan. Allah telah memberikan kita kebebasan untuk memanfaatkan kehendak kita. Tentu saja, kita akhirnya bertanggung jawab pada Allah untuk keputusan-keputusan yang kita buat, dan ini merupakan tanggung jawab yang serius. Karena hal ini benar—dan juga karena kita mengasihi dan mempercayai Pencipta kita—hal ini mudah dimengerti untuk keuntungan memecahkan masalah kita dan membuat keputusan-keputusan kita dengan cara yang sesuai dengan tujuan dan waktu Allah. Bahkan keputusankeputusan yang relatif sepele (seperti apa yang dipesan dari menu di restoran) tidak selalu mudah untuk dibuat, dan kadang-kadang kita ditenggelamkan dengan masalah-masalah yang kita hadapi dan pilihanpilihan untuk dibuat dalam proses pemecahannya.
Aspek-aspek praktis sebenarnya dari apa yang disebut “pemecahan masalah” di dalam buku psikologi, panduan untuk melakukan sendiri, dan buku-buku pedoman manajemen secara umum berputar tentang langkahlangkah dasar yang diperlukan untuk meraih hasil. Sebagai contoh:
- Ungkapkanlah tujuan keinginan Anda (dan mungkin ada transisi subtujuan untuk dicapai dalam perjalanan).
- Identifikasikanlah rintangan-rintangan untuk diatasi di dalam mencapai tujuan itu.
- Kumpulkanlah semua informasi yang berkaitan.
- Daftarkanlah pilihan-pilihan yang tersedia, termasuk pro dan kontra dari masing-masing pilihan tersebut.
- Rencanakanlah arah tindakan atau buat sebuah keputusan spesifik, jika yang seperti itu dibutuhkan. Saat Anda menimbang nilai relatif dari pilihan-pilihan dan menghilangkannya dengan lebih banyak suara-suara tambahan yang negatif daripada yang positif, Anda akan meraih sebuah solusi potensial untuk masalah tersebut (yaitu, bagaimana mencapai tujuan). Jika tampaknya ada lebih dari satu pilihan yang dapat diterima dan Anda dapat menguji setiap pilihan itu di dalam situasi yang aktual, bagus. Bagaimanapun, hal ini sering kali tidak mungkin.
- Laksanakanlah rencana atau keputusan Anda, ubahlah beberapa detilnya jika Anda menemukan beberapa rintangan yang tidak diharapkan atau informasi baru sepanjang perjalanan.
Jenis pendekatan pemecahan masalah tersebut memiliki kesempatan terbaik di dalam membawa keberhasilan saat Anda meraih tujuan yang telah diberikan. Bagaimanapun juga, seorang Kristen juga ingin memiliki jaminan bahwa tujuan itu sendiri dan cara-cara untuk mencapainya sesuai dengan persetujuan Allah. Berusaha untuk menemukan kehendak Allah mungkin akan sulit saat Anda sedang beroperasi sebagai bagian dari sebuah kelompok atau di mana keputusan tanpa pikir panjang dibutuhkan karena pertimbangan profesional atau bisnis. Bagaimanapun, kami, penulis, merekomendasikan pendekatan berikut untuk pengambilan keputusan pada saat yang memungkinkan, khususnya saat arah tindakan Anda memiliki kepentingan pribadi dan/atau mempengaruhi orang-orang yang dicintai yang mana Anda bertanggung jawab terhadap mereka. Rencana ini, seperti yang Anda lihat, dapat diintegrasikan ke dalam langkah-langkah pemecahan masalah yang sudah digariskan berikut ini. Hal ini termasuk menemukan kehendak Allah untuk masalah yang sudah berada di tangan dengan menanyakan diri Anda sendiri lima pertanyaan sebelum mengakhiri keputusan penting apapun:
- “Apakah yang Alkitab katakan untuk saya lakukan? Di sinilah Allah menetapkan petunjuk moral-Nya. Allah memberikan kita seluruh kebebasan dalam memilih—kecuali saat kita tergoda untuk keluar dari lingkaran hukum moral-Nya. Jika pilihan tindakan Anda melanggar Firman Allah, Anda tahu kehendak Allah dalam situasi itu: “Jangan lakukan itu!” Hanya jika keputusan sementara Anda tidak akan melanggar Firman Allah maka Anda bebas untuk berjalan. Persoalannya kemudian menjadi satu dari “bunyi yang jelas dan tajam (fine tuning),” menjadi sensitif pada pimpinan Roh Kudus, yang akan membawa informasi lebih banyak pada pikiran Anda, khususnya prinsip-prinsip relevan dan contoh-contoh dari Alkitab. Inilah bagian pertama dari penggabungan informasi—pengetahuan yang akan memberikan Anda hikmat untuk membuat pilihan terbaik dari dua alternatif atau lebih.
- “Apakah yang dapat Allah tunjukkan kepada saya saat saya berdoa” Bahkan saat Anda diyakinkan bahwa keputusan sementara Anda tidak akan menjadi sebuah dosa, Anda akan menginginkan bimbingan lebih jauh melalui doa. Sebagai contoh, misalkan Anda mempertimbangkan relokasi ke negara lain dan membutuhkan beberapa petunjuk apakah ini akan menjadi perpindahan yang bijaksana. Anda telah menetapkan, setelah menyelidiki Firman Allah, bahwa perpindahan semacam itu tidak akan melanggar perintah apapun, tetapi sekarang—berdasarkan Yakobus 1:5—Anda berkomitmen pada diri sendiri untuk berdoa meminta pimpinan Allah setiap pagi selama dua minggu. Pada awalnya, Anda dapat menyiapkan selembar kertas di mana tergambar dua kolom, satu untuk mendaftarkan semua alasan yang dapat Anda pikirkan untuk mengadakan perpindahan, dan satu lagi untuk mendaftarkan alasanalasan mengapa Anda tidak pindah. Setiap sore, Anda mencoret sebuah alasan pada satu sisi atau pada yang lainnya, sebagai hasil dari apa yang Allah katakan kepada Anda selama waktu doa Anda hari itu. Pada akhir periode dua minggu itu, Anda harus melihat perkembangan kecenderungan yang nyata, khususnya jika Anda terus menerus mempelajari Firman Allah dan alat bantu Alkitab lainnya. (Proses ini,akan Anda catat, memiliki beberapa persamaan tertentu dengan langkah ke-5 di dalam rencana pemecahan masalah sebelumnya, di mana Anda benar-benar membandingkan yang pro dan kontra atau “pilihan-pilihan” yang lebih banyak.
- “Apakah yang dikatakan oleh para konselor dan penasihat yang berwawasan luas kepada saya?” Menurut Kitab Amsal, mencari pimpinan yang tepat dari orang-orang lain dapat membawa hikmat, keamanan, dan sebuah kesempatan yang lebih baik untuk sukses. Hal ini juga sejajar dengan rencana pertama (Langkah 3), kecuali di sini ada informasi yang Anda
“kumpulkan” pada tingkat praktis dan spiritual.
- “Apakah yang disampaikan melalui keadaan-keadaan ini kepada saya tentang tujuan dan waktu Allah” Di sini Anda bertanya apakah keberadaan situasi ini (dan dengan demikian kebutuhan untuk membuat suatu keputusan) memberitahu Anda sesuatu tentang rencana Allah bagi Anda. Sebagai contoh, apakah Dia menunjukkan Anda bahwa beberapa pintu terbuka sekarang? Apakah pintu-pintu yang lain tertutup?
- “Apakah hati saya dipenuhi dengan damai tentang keputusan saya” Ini adalah sebuah pertanyaan yang sangat subjektif, yang menyebabkan kita simpan sampai akhir. Menurut Kolose 3:15, “damai sejahtera Kristus” merupakan elemen penting dalam pemenuhan kehendak Allah di dalam hidup kita. Jika keputusan Anda “benar,” Anda akan merasa sangat yakin, tidak hanya karena Anda telah memiliki persetujuan Allah untuk pilihan yang Anda buat, tetapi karena “bunyi yang jelas dan tajam” (fine tuning) Anda pada banyak sumber-sumber hikmat Allah bekerja untuk mendatangkan keuntungan pada situasi ini dan akan terus begitu. Sebuah keputusan yang di dalam kehendak Allah akan membawa Anda pada “keberhasilan” walau pun tidak perlu menurut standar dunia. Pada kenyataannya, Anda dapat mencapai, bukan tujuan spesifik dari apa yang Anda usahakan, melainkan tujuan yang lebih baik.
Keputusan apa yang sedang Anda hadapi? Tujuan-tujuan rahasia apa yang ingin Anda capai, namun terlalu malu untuk mencobanya? Ambillah tanggung jawab itu sekarang juga untuk menemukan solusi-solusi dan membuat pilihan-pilihan yang tepat. Jika aspirasi Anda berada dalam kehendak Allah bagi Anda, Dia akan menolong Anda mencapainya—tetapi pertama-tama Anda harus mencari pimpinan-Nya dan kemudian mengikuti peta jalan-Nya, yang akan membawa Anda ke tempat yang Anda inginkan.
Ayat-ayat untuk Dipelajari
- Roma 14:12. Bagaimana ayat ini mengindikasikan bahwa setiap kita bertanggung jawab untuk keputusan-keputusan yang kita buat dalam hidup ini?
- 1 Korintus 6:12. Menurut bagian pertama dari ayat ini, mengapa ada suatu kebutuhan untuk “bunyi yang jelas dan tajam” (fine tuning) mengenai keputusan-keputusan kita, bahkan jika kita tahu bahwa apa yang kita rencanakan tidak akan salah secara moral?
- Yakobus 1:5-6. Sumber hikmat apakah untuk memahami apa yang Allah perbuat dalam hidup kita yang disarankan oleh ayat 5? Dalam menggunakan sumber ini, apa yang dikatakan oleh ayat 6 tentang sikap penting yang harus kita miliki?
- Amsal 11:14: 15:22: 24:5-6. Sumber informasi atau bimbingan lain apakah yang disarankan bagian Alkitab ini untuk menolong dalam pemecahan masalah atau pengambilan keputusan kita?
- Kisah Para Rasul 16:6. Bagaimana lagi Allah menunjukkan kita apa yang menjadi—atau yang bukan—kehendak-Nya dan menyatakan waktu-Nya, seperti disarankan oleh ayat ini?
Studi Tambahan
Lengkapilah bagan berikut, perlihatkan (1) apa yang oleh setiap bagian Alkitab tentang kehendak dan waktu Allah, dan (2) Anda dapat mengaplikasikan ajaran ini dalam hidup Anda.
| Bagian Alkitab | Ayat | Aplikasi |
| Yohanes 7:17 | ||
| Roma 15:32 . | ||
| Efesus 6:6 | ||
| Filipi 2:13 | ||
| Kolose 4:12 1 | ||
| 1 Tesalonika 4:3 | ||
| 2 tesalonika 5:18 |


