Pendahuluan
- Sebelum kita berbicara panjang lebar tentang apa yang ingin disampaikan oleh ayat Alkitab yang kita baca ini kepada kita sekalian, perkenankan saya sejenak memberitahukan kepada kita tentang keistimewaan Abraham dihadapan Allah sebagaimana yang dicatat dalam Alkitab kita ini, baik Alkitab PL maupun PB.
- Rasul Paulus menulis bahwa:
- Abraham adalah bapa orang beriman (Rom 4;11).
- Para rasul juga telah menjadikan kehidupan Abraham sebagai bukti yang baku disepanjang sejarah untuk menjelaskan bahwa seseorang dibenarkan bukan karena perbuatan melainkan karena iman (Kej 15;6. Rom 4;3).
- Demikian juga dengan pengalaman pribadi Abraham telah dijadikan sebagai ketetapan bahwa seseorang diselamatkan – mengenal Allah dan diperkenan oleh Allah hanya melalui iman bukan perbuatan (Gal 2;16. Ibr 11;6).
- Alasan mengapa Abraham menjadi begitu istimewa dihadapan Allah, bahkan para rasul telah menjadikan kehidupan dan pengalamanya sebagai bukti yang baku untuk menjelaskan bahwa kita dibenarkan adalah karena iman, bisa mengenal Allah juga hanya melalui iman, adalah: karena Abraham menghidupi apa yang ia Imani.
- Penulis kitab Ibrani menyampaikan bahwa sedikitnya ada tiga episode yang memperlihatkan bagaimana Abraham menghidupi apa yang ia Imani. Ketiga episode dimaksud antara lain adalah:
- Abraham mengikuti Tuhan tanpa pertimbangan (11;8).
- Ketika panggilan untuk meninggalkan negrinya, sanak saudaranya dan rumah bapanya datang kepada Abram, saat itu ia dan isterinya masih tinggal di Haran, di rumah ayahnya. Tetapi ketika panggilan itu datang, Abram segera memulai perjalanan yang melintasi alam itu tanpa mengerti tujuan.
- Sebelumnya, Tuhan tidak memberi gambaran yang jelas tentang negeri yang akan ia tuju dan juga tidak menjelaskan apa yang telah Ia sediakan di negri tersebut untuk Abraham dan keturunannya. Namun walaupun demikian Abraham bertindak mengikuti tujuan Tuhan yang melampaui pengertiannya itu tanpa pertimbangan.
- Bd: Abram berani memutuskan hubungan dengan segala sesuatu dan semua orang yang ia kenal serta rela pergi sejaun 800 Km lebih untuk tujuan yang ia sama sekali tidak ketahui. Bahkan ia tidak tau kalau – kalau ia sudah tiba di negri yang dijanjikan itu hingga Alllah mengatakannya. Ia kesepian, dan tidak mudah untuk kembali.
- Keberanian Abram dalam mengikuti petunjuk Tuhan tanpa pertimbangan ini menjelaskan kepada kita bahwa Abram mempercayai Allah secara total meskipun Ia tidak menjelaskan dengan rinci apa rencanaNya bagi Abram.
- Bd: Meminta penjelasan dan peta perjalanan sebelum mulai melangkah menunjukkan bahwa kita kurang percaya, walau mungkin kita mengatakan bahwa kita percaya kepada Allah. Ingat! Tuhan memanggil kita tidak hanya percaya kepada Dia tetapi juga mempercayai Dia.
2. Abraham mempercayai Allah dalam jangka Panjang (Ibr 11;11-12).
- Perhatikan bunyi kalimat yang dicatat dalam ay;11 ayat bacaan kit aini, yakni kalimat yang berbunyi: karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat.
- Pertama sekali Alkitab menyebut Abraham mempercayai Allah ialah saat ia dipanggil keluar dari Haran (Kej 12;1-9), Abraham tetap percaya selama melakukan perjalanan dan saat mengalami berbagai persoalan dan kelaparan (Kej 13-14).
- Kemudia saat Allah pertama sekali berjanji untuk memberikan Abraham seorang anak yakni saat Abraham berusia 75 tahun (Kej 12;1-5). Kedua kali saat Abraham berusia 85 tahun (Kej 16;3). Ketiga kali saat Abraham berusia 99 tahun (Kej 17;1) dan barulah setelah Abraham berusia 100 tahun janji itu digenapi (Kej 18;14).
- Belajar dari kebenaran ini maka dapat kita mengerti bahwa menghidupi apa yang di Imani itu tidak bisa berhenti ditengah jalan. Ini membutuhkan komitmen jangka panjang. Dengan kata lain, iman tidak terjadi pada satu kali pertemuan dengan Allah. Sekali kita percaya, kita harus tetap percaya.
- Bd: Jika iman tertuju pada hasil – hasil yang jasmani maka kita akan kecewa. Sering sekali Allah meminta kita bersabar dan menunggu, dan Ia tidak pernah tergesa – gesa. Bahkan kadang kala kita harus puas melihat upah kita dari kejauhan sebagaimana.
- Bd: Hal yang menarik dari mempercayai bahwa Allah dapat memberikan seorang anak pada wanita yang berusia 80an adalah hal itu diperhitungkan sebagai kebenaran. Pada hal kepercayaan tersebut tidak berhubungan dengan pengampunan dosa, keselamatan dan doktrin teologi lainnya.
Nyanyian penyembahan perjamuan kudus:
- Sering ku tak mengerti jalan – jalan Mu Tuhan.
- Jalan hidup ku tak selalu tanpa kabut yang pekat


