Pendahuluan
- Perhatikan ungkapan kalimat yang dicatat dalam ay;18 ayat bacaan kita ini, khususnya kalimat yang berbunyi: Kristus telah mendamaikan kita dengan diriNya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
- Kalimat, “Kristus … telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami” menjelaskan: Bagaimana Allah menginginkan agar setiap orang percaya, khususnya orang yang telah lahir baru mengerti bahwa panggilan mereka adalah sebagai pelayan – pelayan pendamaian, sebagai seorang yang harus memutuskan siklus permusuhan.
- Bukan sebaliknya, turut menciptakan permusuhan atau terus – menerus membiarkan permusuhan terjadi/ hidup dalam permusuhan! Itu sebabnya Alkitab mengingatkan agar setiap kita tidak menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia (2 Kor 5;16).
Konflik bertumbuh dari keunikan
- Pemazmur berkata: Kejadianku dahsyat dan Ajaib; Ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar – benar menyadarinya (Mzm 139;14).
- Salah satu bentuk keajaiban yang dimaksud oleh Pemazmur yang dapat kita temukan dalam penciptaan manusia ialah bahwa manusia itu berbeda satu sama lain. Bukan hanya berbeda tetapi juga unik.
- Perbedaan atau keunikan manusia itu didasarkan pada beberapa hal, antara lain:
- Perbedaan Genetika. Ini membedakan karakteristik fisik kita. Tidak ada sidik jari yang sama persis, setiap orang memiliki karakteristik wajah yang berbeda. Ini yang membuat kita bisa saling mengenali satu sama lain.
- Perbedaan Kepribadian. Sekilas perbedaan kepribadian ini tidak dapat terlihat hanya dengan mengamati seseorang saja, namun bukan berarti perbedaannya tidak ada. Ketika kita menyebut seseorang dengan kata; introvert, ekstrovert, melankolis dan plagmatis, kita sedang menggambarkan perbedaan kepribadian.
- Perbedan dalam merespon dan mengerjakan. Perbedaan ini tampak jelas dalam kehidupan sehari – hari. Bagaimana seseorang meresponi persoalan, kegagalan, situasi baik/buruk, dst. Seperti apa seseorang menjalankan mesin cuci, memencet pasta gigi, menyetir mobil, dll.
- Perbedaan – perbedaan inilah yang sering sekali menjadi penyebab mengapa terjadi konflik atau permusuhan. Namun bukan berarti perbedaan itu salah sehingga ia harus dihapuskan dan kemudian kita semua menjadi sama.
Peliharalah kedamaian
- Salah satu poin penting dari pengajaran Yesus yang bertajuk “Ucapan Bahagia” yang dicatat dalam Injil Matius 5;9 berbicara tentang menjaga kedamaian. Kalimatnya berbunyi: Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak – anak Allah.
- Pernyataan ini menegaskan betapa pentingnya anak – anak Tuhan menjaga dan memelihara kedamaian. Terlepas apakah dia yang salah/ kita benar atau kita yang salah dan dia yang benar. Ini berbicara mengenai panggilan sebagai anak – anak Allah untuk memutuskan siklus permusuhan – menjaga dan memlihara kedamaian.
- Saya yakin bahwa Roh Kudus selalu mengingatkan dan membangunkan kita Ketika kita mulai membuka ruang pada perdebatan, pertikaian apalagi permusuhan. Roh Kudus mungkin berkata: Berhentilah bersikap suka ribut, berdebat, menjadi seorang yang suka mencari – cari kesalahan dan menulis kesalahan orang lain.
- Bd: Saat Abraham peduli pada kedamaian (memelihara kedamaian) maka ia memperoleh berkat dan penyediaan hebat dari Tuhan (Kej 13;7-17).
Nyanyian dan perjamuan kudus
- Roh Mu yang hidup penuhiku


