Pendahuluan
- Pada minggu pertama yang lalu kita belajar dari kitab mazmur 102;1-13. Ayat Alkitab ini mengajarkan kepada kita tentang: Bagaimana Allah menginginkan agar setiap kita terbuka bagi peningkatan, percaya bahwa musim peningkatan segera tiba, dan yakin bahwa kita dapat mencapai hal – hal yang tidak pernah kita anggap mungkin.
- Pada minggu kedua semalam, khususnya di sesi 3 dan 4, kita belajar dari Ul 30;19. Ayat Alkitab ini menjelaskan kepada kita bahwa: Mengalami peningkatan atau penurunan bergantung kepada pilihan – pilihan atau keputusan – keputusan yang kita buat setiap hari. Hidup dalam rata – rata, maju/ mundur, berhasil/ gagal.
- Pada kesempatan ini saya akan mengajak kita untuk mendalami kembali apa yang merupakan thema sepanjang bulan September ini, yakni berbicara tentang Jalan Utama Menuju Peningkatan (Hab 2;2).
Menetapkan tujuan
- Perhatikanlah ungkapan kalimat yang berbunyi: Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah pada loh – loh (papan bertulis – tablets). Tuhan memberitahukan nabi Habakuk agar ia menuliskan apa yang ia lihat, yakni hal – hal yang berkaitan dengan masa depan, impian, tujuan atau arah/goal yang ingin ia capai.
- Tujuan atau alasan mengapa Tuhan meminta nabi Habakuk menuliskan apa yang ia lihat tentang masa depannya adalah supaya ia dapat berlari mengejar apa yang ia lihat tersebut, tidak berjalan berputar – putar, tidak mudah mengubah arah dan pergi ke jalan yang salah.
- Belajar dari kebenaran ini maka dapatlah kita mengerti bahwa kunci utama untuk menuju peningkatan adalah: Menetapkan tujuan, menetapkan arah yang ingin dituju, impian yang dicapai atau mengerti akan menjadi seperti apa kita kedepan. Ini harus ditulis dan kemudian berlari kearahnya.
Menuliskan tujuan
- Ketika seseorang tidak memiliki tujuan dalam hidupnya, tidak mengerti apa yang ingin dicapainya dimasa depan, maka tidak heran jika orang tersebut tidak memiliki semangat untuk mengerjakan/mengejar apapun. Bahkan ia tidak akan memiliki komitmen untuk mencapai sesuatu.
- Demikian juga dengan mimpi. Ketika kita mempunyai sebuah mimpi atas masa depan tetapi kita hanya menyimpan impian tersebut dalam pikiran maka hal itu tidak dapat disebut sebagai tujuan melainkan hanya sebatas mimpi. Ketika impian itu dituliskan maka komitmen untuk mencapainya mengikuti secara alami.
- Bd: Ketika kita memberikan bola kepada seseorang maka ia akan menendangnya kemana saja. Benar bahwa ia akan menendangnya, tapi kemana? Bola bisa mendarat dimana saja dan hasilnya tidak ada.
- Sebaliknya, jika kita memberikan dia gawang maka segala sesuatu akan berubah. Itulah yang dilakukan sebuah tujuan pada seseorang, itu mengubah segalanya.
- Bd: Tuhan menetapkan dan menuliskan tujuanNya atas hidup kita dalam bentuk Alkitab. Ia tidak bersandar dan hanya mengandalkan Roh Kudus untuk menuntun kita. Ia menaruh arahan – arahanNya dalam bentuk tulisan sehingga dapat dibaca.
Kesempatan untuk mengalami peningkatan
- Tulisan raja Salomo dalam Ams 24;3-4 menjelaskan bahwa, apabila seseorang bersedia menetapkan apa yang merupakan tujuan hidupnya, menuliskannya serta berkomitmen mengejarnya maka ia memiliki kesempatan untuk mengalami peningkatan, bahkan bisa membawa masa depan ke masa kini.
- Sederhananya, menetapkan tujuan – menuliskan serta berkomitmen mengejarnya membuat setiap kita mengerti bahwa mengalami pencapaian/peningkatan itu mudah dan ternyata terbuka bagi semua orang.
- Meskipun kita memiliki Roh Kudus, kita masih perlu mempersiapkan dan merencanakan. Tuhan telah memperlengkapi kita untuk melakukan yang terbaik, Ia tidak ingin kita menjadi kacau dan membuang – buang energy. Karena itu rencanakanlah yang berpotensi, pandanglah masa depan dan percayailah bahwa Tuhan mempunyai mimpi besar atas kita.
- Bd: Jika kita bisa melihat sebuah tanda dimasa depan maka kita bisa bergerak maju kepadanya.
- Bd: Colombus menemukan Amerika sewaktu ia sedang mencari rute ke India. Artinya, waspadalah terhadap Amerika – Amerika dijalan yang ada. Tuliskanlah mimpi Allah atas setiap kita dan berlarilah mengejarnya (Ams 4;26).
Nyanyian dan Penyembahan
- Ku ada sebagaimana ku ada.
- Oleh karena kemurahan Tuhan ku ada sampai hari ini.


