Pendahuluan
- Perhatikan ungkapan kalimat yang dicatat dalam ay;27 ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul -rasul dan menceritrakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan ditengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia…
- Kata, “Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul -rasul” menjelaskan bagaimana Barnabas bersedia menjadi kawan bagi Saulus saat dia sedang dalam kesusahan. Barnabas bersedia membela, menolong serta mempercayai Saulus saat semua orang sedang mencurigai, meragukan dan menolak dia.
- Membaca kalimat bagian awal membuat kita mengerti bahwa Saulus adalah orang yang sedangdalam keadaan susah, bermasalah, dan tanpa teman yang menopang. Pertanyaannya, apa yang terjadi dengan Saulus dan siapa sesungguhnya Saulus ini sehingga Barnabas bersedia memberi diri menjadi kawan bagi dia?
Sekilas tentang Saulus
- Saulus adalah orang yang “ditangkap” Tuhan dalam perjalanan menuju kota Damsyk Ketika ia hendak menganiaya umat Tuhan atas nama Hukum Taurat. Dia dicari oleh orang Jahudi karena dianggap telah berhianat pada Hukum Taurat. Disamping itu ia juga tidak diterima dikalangan para murid termasuk para rasul – rasul (9;24-26).
- Alkitab memberitahukan bahwa dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk para rasul bisa menerima Saulus sebagai keluarga kristen, bahkan ia harus diasingkan lebih dulu ke tanah Arab selama beberapa tahun barulah kemudian ia bergabung dengan para rasul (Gal 1;11-24/17-18).
- Bd: Jika seandainya Barnabas tidak bersedia menjadi kawan dalam kesusahan bagi Saulus, tidak bersedia mempercayai dan menolong dia saat berada dalam kesusahan mungkin Saulus tidak akan pernah ada dalam posisi penulis ¾ kitab PB, sebagai tokoh iman bahkan menjadi rasul terbesar sepanjang sejarah gereja.
- Belajar dari kebenaran ini maka dapat kita mengerti bahwa, alasan mengapa Allah memanggil kita untuk memberi nilai tambah bagi sesama adalah karena ada banyak orang yang tidak bersedia menjadi kawan saat dalam kesusahan, tidak bersedia mempercayai/ menjadi sahabat sejati sebelum seseorang berhasil, dipromosi, dst.
Nilai dari menjadi kawan dalam kesusahan
- Hal yang tidak kalah penting yang perlu kita pelajari dari seorang mentor Saulus yang bernama Barnabas ini adalah, ia mengerti nilai luar biasa dari menolong/ melayani orang lain, menjadi hamba bagi sesama.
- Nilai dari melayani sesama adalah: Kepemimpinan yang besar selalu dimulai dengan kehambaan. Bersedia melayani tanpa mencoba mendapatkan berbagai keuntungan. Sebelum mencari cara untuk mendapatkan carilah cara untuk memberi.
- Memang benar bahwa, menjadi seorang hamba tidak akan menjadikan kita terkenal – hanya kaya – raya. Tetapi sesungguhnya, tidak seorangpun yang disebut benar – benar sukses dalam hidup sampai ia belajar bagaimana cara melayani sesama (Mat 20;26-27 ; 23;11).
Pepatah lama
- Pepatah lama berkata: Jalan menuju tahta adalah dengan menjadi hamba. Oleh sebab itu, salah satu keputusan terbaik serta penuh kuasa yang pernah kita buat dalam hidup adalah dengan melakukan sesuatu untuk seseorang yang tidak memiliki sumber untuk membalas kebaikan tersebut.
- Bd: Berhasil tidak selalu menjadikan kita hebat. Yang menjadikan kita hebat adalah ketika kita menjangkau dan menolong orang lain untuk menjadi hebat.
- Bd: Perjalanan pelayanan Barnabas Bersama rasul Paulus yang dicatat sepanjang kitab Kisah Para Rasul. Reputasi pelayanan rasul Paulus menutupi hampir seluruh karir pelayanan dan pengaruh Barnabas. Namun walaupun demikian Barnabas tidak berhenti menolong orang lain, yakni Markus (Kis 15;35-410.
- Barnabas meyakini bahwa setiap kali Paulus berdiri di panggung, maka jauh didalam hati Paulus, ada kesadaran bahwa ia berhasil karena Barnabas memberi dirinya menjadi kawan pada masa kesusahannya, berani mengambil resiko bahkan menjadi mentor bagi dia.
Persahabatan Daud dan Yonathan
- Daud yang masih muda dan sangat setia bingung melihat sikap raja Saul yang cemburu dan menginginkan kematiannya. Daud lari dan bersembunyi di padang dan gua – gua serta hidup dalam kesusahan (1 Sam 19-20).
- Untuk bertahan hidup, ia membutuhkan seorang sekutu. Siapa yang Allah sediakan bagi Daud? Putra Saul sendiri, pria yang dianggap oleh semua orang akan menggantikan Saul naik tahta (1 Sam 20;4).
- Yonathan mengikat perjanjian persahabatan dengan Daud dengan memberikan pedangnya, perlengkapan senjata dan jubahnya (1 Sam 18;1-4).
- Yonathan terbuka dan bersedia bertindak atas nama Daud. Yonathan dapat diandalkan dan setia pada janjinya. Yonathan bersedia mempertaruhkan reputasi dan posisi masa depan. Yonathan menjaga Daud dari kemarahan Saul ayahnya.
Nyanyian dan penyembahan
- Bila Kau ijinkan sesuatu terjadi
- Kurindu setiap waktu, hidupi…


