Pendahuluan
- Setelah mempelajari topik – topik penting berkenaan dengan thema pembahasan gereja kita sepanjang bulan Juni ini, yakni thema yang berjudul: Mengalami hadirat Tuhan saat demi saat. Maka sejak minggu pertama kemaren, kita telah mempelajari beberapa poin penting berkaitan dengan hadirat Tuhan, antara lain:
- Mengalami Hadirat Tuhan Saat Demi Saat (Kej 2;8-9).
- Jalan Masuk Ke Hadirat Tuhan (Rom 5;6-10).
- Rahasia Mengalami Realitas Hadirat Tuhan (Yoh 4;23-24).
- Pada hari ini, saya akan mengajak kita sekalian untuk mengupas sebuah topik pembahasan yang berjudul: Kekuatan Hadirat Tuhan. Poin ini akan menolong kita untuk mengerti betapa hebat dan luar biasanya kekuatan dari hadirat Tuhan, sehingga setiap kita harus menginginkan/mengalaminya saat demi saat.
- Adapun kekuatan/manfaat dari hadirat Tuhan yang dapat kita rasakan, baik langsung maupun tidak, antara lain adalah:
- Hadirat Tuhan membawa ketentraman (Kel 33;14).
- Ketentraman adalah pemberian/anugerah Tuhan. Ia tidak dapat diupayakan dengan kekuatan dan kemampuan lahiriah. Sebutan lain dari tentram adalah: Aman, damai, tidak terdapat kekacauan. Bisa juga berarti: Lega, menjadi tenang atau menjadi terhibur (NKJV: My presence will go with you, and I will give you rest).
- Dalam kepemimpinannya atas bangsa Israel, ternyata Musa sering sekali menemukan dirinya letih mengurusi urusan dan pelayanannya sehari – hari, acapkali ia merasa lelah karena berusaha menjalankan semua tanggung jawab dengan kekuatannya sendiri.
- Hingga suatu saat Tuhan datang kepada Musa dan memberikan diriNya kepadanya (ay;14a). Dengan kata lain, Tuhan mau memberitahu Musa bahwa sesungguhnya yang diperlukan oleh Musa untuk berhasil dalam kepemimpinannya bukanlah seorang ahli atau yang lainnya melainkan hadirat Tuhan.
- Pengalaman Musa ini mengajarkan kepada kita bahwa, terlalu sering kita terperangkap dengan kesibukan/mengejar pengetahuan/mengandalkan program, dll, sehingga kita lupa bahwa keberhasilan hanya datang dari Tuhan. Hingga kesadaran akan hal ini tiba, barulah pekerjaan kita tidak sia – sia.
- Bd: Seharusnya, hidup kita dibedakan karena Tuhan tinggal bersama kita bukan karena apa yang telah/sedang kita lakukan (Kel 33;16). Ketika Tuhan bersama kita, maka orang – orang akan tertarik kepada kita, dan mereka tidak tau mengapa? Mereka melihat/merasakan sesuatu yang tidak dapat mereka gambarkan.
- Bd: Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abed nego. Kepada Daniel kuasa Tuhan dinyatakan di dalam gua singa, sedangkan kepada ketiga sahabatnya, kuasa Tuhan dinyatakan didalam dapur perapian yang menyala – nyala (Lih, Mzm 91;9-16).
- Hadirat Tuhan membawa kuasa ( I Sam 16;14-19,23).
- Perhatikan ungkapan kalimat yang dicatat dalam ay;23 ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya.
- Kata “setiap kali” menjelaskan, bahwa, segala sesuatu bisa berubah ketika hadirat Tuhan datang atau pergi dari diri seseorang! Orang tersebut bisa sembuh namun bisa pula sakit, bisa kuat/lemah, bisa tangguh/jatuh, semua dipengaruhi oleh kehadiran Tuhan dalam diri seseorang.
- Alkitab, melalui kehidupan raja Saul, memperlihatkan betapa besarnya perbedaan yang dapat ditimbulkan oleh hadir/tidaknya Tuhan dalam diri seseorang, sebagaimana yang disampaikan bahwa Saul terkadang mengalami serangan roh jahat tapi terkadang ia juga sehat. Bd: Sebelum hadirat Tuhan undur.
- Bd: Ibarat rumah, kehidupan tanpa hadirat Tuhan sama seperti rumah tanpa pagar. Tidak ada yang melindungi rumah tersebut dari berbagai binatang/hewan liar. Ini menjelaskan bagaimana hadirat Tuhan membawa kuasa Tuhan yang ajaib dan memaksa kuasa kegelapan untuk beranjak.
- Bd: Memang pengalaman raja Saul ini tidak berlaku lagi bagi kita. Artinya; kita tidak perlu lagi memanggil orang – orang tertentu untuk bisa mengundang hadirat Tuhan dalam hidup kita. Kita semua bisa mengalami/mempraktekkannya saat demi saat, tidak perduli dimana kita berada/apa yang kita alami.
Iblis tidak tinggal diam
- Iblis mengerti bahwa salah satu manfaat dari pujian dan penyembahan adalah: Mengaktifkan kuasa Tuhan, dapat melindungi kehidupan kita sehari – hari, serta dapat melucuti kekuatan musuh (Mzm 22;4). Sehingga ia tidak pernah mendapatkan waktu yang tepat untuk menghentikan kita.
- Menyadari hal inilah, maka ia terus – menerus berupaya mengganggu pikiran kita; ia membawa pemikiran bahwa memuji dan menyembah Tuhan itu tidak bermartabat/ tidak bermanfaat, dia menggoda agar kita tetap terlihat sibuk, merasa letih atau jenuh, dsb. Bahkan tidak jarang ia secara terang – terangan menantang kita melalui masa – masa sukar!
- Mengapa ia melakukan semua ini? Supaya sebisa mungkin kita tidak mengalami kuasa dari kehadiran Tuhan atas hidup kita. Itu sebabnya, ketika kita tetap setia memuji Tuhan dalam segala situasi, itu benar – benar membingungkan dia; tadinya ia berharap kita setres/menggerutu, taunya malah bersyukur.
- Bd: jemaat Tuhan berdoa atas nama Petrus supa dia dibebaskan dari penjara dan dari rencana pembunuhan raja Herodes (Kis 12;10-12).
Nyanyian dan penyembahan:
- Satu hal yang kurindu berdiam di dalam rumah Mu
- Penuhi hatiku dengan hadiratMu.


