Pendahuluan
- Pada minggu yang lalu kita telah belajar beberapa hal penting terkait dengan topik pembahasan gereja kita sepanjang bulan Juni ini, yakni berbicara mengenai Mengalami Hadirat Tuhan Saat Demi Saat.
- Dalam pembahasan minggu yang lalu kita telah menemukan beberapa kebenaran penting, antara lain:
- Allah menginginkan agar setiap kita mengalami hadirat Tuhan saat demi saat. Itu sebabnya menggapa Tuhan Allah menempatkan manusia pertama itu di Taman Eden, yakni Taman Suka Cita atau Taman Tuhan (Kej 2;8-9. Yes 51;3. Yeh 28;13).
- Hadirat Tuhan adalah tempat yang paling tepat/ideal bagi manusia (Kej 3;8). Ini adalah alasan mengapa Adam berhasil dalam mengusahakan taman tersebut, bahkan ia dapat berfungsi secara baik serta dapat mewujudkan rencana semula Allah melalui hidupnya.
- Bd: Sebagaimana air adalah tempat yang ideal bagi ikan, dan taman bagi tumbuh – tumbuhan. Demikianlah Allah merancang “taman Eden” atau kehadiran Tuhan sebagai tempat yang tepat bagi manusia.
Jalan masuk ke hadirat Tuhan
- Setelah mempelajari kebenaran – kebenaran diatas, maka pada kesempatan ini, saya akan mengajak kita sekalian untuk mempelajari sebuah topik yang berjudul: Jalan Masuk Ke Hadirat Tuhan.
- Pembahasan ini akan menolong kita sekalian untuk mengerti bagaimana mengalami hadirat Tuhan saat demi saat. Alkitab mengajarkan bahwa, hanya ada satu cara yang olehnya setiap orang dapat masuk/mengalami hadirat Tuhan saat demi saat, yaitu:
- Melalui Yesus Kristus (Rom 5;6-10).
- Sebelum kita masuk pada pokok pembahasan ini, izinkan saya terlebih dahulu menerangkan kembali peristiwa bersejarah yang terjadi di Taman Eden, yang dilaporkan olehKej 3;23. Dalam ayat itu disampaikan: Lalu Tuhan Allah mengusir dia (Adam) dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
- Kalimat, “Lalu Tuhan Allah mengusir dia (Adam) dari taman Eden” menjelaskan, bagaimana manusia pertama terpisah dari hadirat Tuhan, yakni setelah mereka makan buah pohon terlarang itu, yaitu buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (3;1-7).
- Sejak terjadinya peristiwa pemberontakan itu, maka manusia pertama serta seluruh keturunannya menerima sedikitnya tiga konsekuensi, yaitu:
- Kondisi roh manusia menjadi tidak benar/mati secara rohani (Kej 2;17). Walau sesungguhnya manusia adalah ciptaan Allah yang sungguh amat baik (1;31), namun keterpisahannya dari hadirat Allah menjadikan mereka gagal fungsi serta rusak total.
- Manusia sebagai makhluk mulia berubah menjadi makhluk yang hina karena tidak lagi mencerminkan kekudusan Tuhan yang merupakan hak kelahirannya ketika ia diciptakan serupa dan segambar dengan Dia (Rom 3;23. Bd, Kel 3;5. Yos 5;13-15).
- Manusia harus bekerja keras untuk bisa masuk/mengalami hadirat Tuhan, yakni melalui; membangun mezbah, membuat kemah suci, mempersembahkan korban dst. Pada hal bukan itu yang Tuhan maksudkan sejak dari semula (Kel 25;8-9. Ibr 8;5).
- Hal ini terus – menerus berlanjut hingga turun – temurun, sampai pada akhirnya Allah sendiri harus campur tangan dan memberikan nyawaNya untuk menyelamatkan manusia. Ini adalah satu – satunya cara/jalan agar manusia dapat terhubung kembali dengan Tuhan (Rom 5;6-10).
Muliakan Kristus dalam segala situasi
- Menyadari bahwa Kristus adalah satu – satunya jalan masuk menuju hadirat Tuhan, maka:Tanggung jawab setiap orang yang percaya kepada Kristus adalah memuliakan Dia dalam segala sesuatu dan dalam segala situasi (Rom 1;18-21).
- Melalui suratnya, Rasul Paulus mengajak semua orang percaya agar belajar dari orang – orang fasik/lalim, yakni mereka yang berkata bahwa mereka mengenal Allah tetapi tidak memuliakan Dia sebagai mestinya. Itu sebabnya pikiran dan hati mereka menjadi sia – sia.
- Salah satu cara terbaik dalam memuliakan Kristus adalah dengan bersyukur dan berterima kasih kepadaNya sepanjang waktu. Bersyukur atas mata hari yang indah yang setiap hari terbit lalu terbenam, atas orang – orang baik yang ada disekeliling kita, setiap anugerah yang baik, dsb (Yak 1;17).
- Bd: Istilah lain dari memuliakan adalah memperlakukan secara istimewa atau menghargai.
- Bd: Sepasang suami – istri yang bepergian ke berbagai tempat, namun satu sama lain sibuk dengan teman/kesenangannya masing – masing. Artinya, hanya karena seseorang ada bersama kita secara fisik, bukan berarti bahwa orang itu sudah merasa dihargai. Seseorang akan merasa dimuliakan apabila orang tersebut dihargai.
Nyanyian dan penyembahan:
- Ku rindu Kau Tuhan, lebih dari segalanya.
- Yesus namaMu indah



Tuhan penolongku! Kuasailah hidupku!!