MENGEJAR KEHENDAK TUHAN (ROMA 12:1-2)

religion, faith, cross-3452571.jpg

Pendahuluan

  • Sepanjang perjalanan kehidupan kekristenan, salah satu hal yang paling sering diabaikan/ tidak dijaga/diperhatikan oleh umat Tuhan adalah kehendak Allah. Yakni, kehendak Allah atas kehidupannya, masa depannya, pekerjaannya, pernikahannya, dst.
  • Alasan mengapa kehendak Allah merupakan hal yang paling sering diabaikan adalah:
    • Karena  perbedaan antara kehendak Allah dan kemauan sendiri bisa sangat halus sekali,  tapi bisa pula sangat tebal sekali.
    • Karena banyak orang tidak bisa membedakan mana kehendak Allah dan mana bukan, dll.
  • Sebahagian besar orang kristen mengira bahwa; hanya kerena dia memiliki karir dan berbagai hal yang berjalan dengan lancar, lantas ia mengira bahwa ia melakukan apa yang dikehendaki Allah. Sebahagian besar lagi mengira sebaliknya; hanya karena ia mengalami kesulitan hidup, lantas ia mengira bahwa ia keluar dari kehendak Allah?   
  • Hanya karena kita melakukan apa yang baik, tidak berarti bahwa itu sudah sesuai dengan kehendak Tuhan? Sebab tidak semua yang baik itu sesuai dengan kehendak Tuhan. Demikian sebaliknya, hanya karena kita sedang dalam kesulitan, bukan berarti bahwa kita sedang melawan kehendak Tuhan?

Mengejar kehendak Tuhan

  • Ayat Alkitab yang kita baca ini memberitahukan bahwa, Allah menginginkan agar setiap kita mengejar kehendak Tuhan. Bukan hanya sekedar melakukan apa saja yang ingin kita lakukan, dengan alasan yang penting saya melakukan yang baik, dan dengan hati yang murni. Hal itu juga dilakukan oleh orang – orang dunia (12;2a).
  • Setiap orang diciptakan dan dipanggil oleh Tuhan untuk suatu tujuan yang spesifik/istimewa (Mzm 13;13-14. Yer 1;5).  Tetapi hal itu tidak  tergenapi/ terwujud secara kebetulan/dengan sendirinya. Ia membutuhkan upaya, waktu, dan tanggung jawab kita (12;2b).
  • Bd: Kilat tidak turun dengan sendirinya dari langit tetapi disebabkan oleh adanya suatu muatan negatif di dalam tanah yang menarik kilat itu; artinya,  ada alasan mengapa kilat menyambar – nyambar tempat tertentu. Demikian juga dengan kita, ada alasan mengapa Allah menciptakan kita.
  • Oleh karena itu: Melihat kehendak Allah terwujud dalam kehidupan kita adalah merupakan hal yang terutama/terpenting. Mengejar berbagai hal yang menjadi tujuan mengapa kita diciptakan berarti dengan sengaja mau melakukan upaya untuk menemukan, mengikuti, dan menggenapi kehendak Allah. Hal inilah yang akan menjadi titik balik penting bagi kita.

Kunci memiliki sukacita yang sempurna

  • Satu – satunya cara untuk memiliki damai sejahtera dan sukacita yang sempurna dalam hidup adalah apabila kita mengarahkan seluruh hidup kita; energi, waktu dan kekuatan kita untuk mencapai tujuan yang telah Tuhan tetapkan bagi kita sejak dari semula. Jika tidak, maka kita tidak akan mengalami damai sejahtera dan suka cita yang sempurna.
  • Walau kita berdoa untuk menghalau kekuatan dari patah semangat agar segera beranjak,  namun ia tidak akan pergi. Mengapa? Karena kurangnya damai sejahtera yang sedang kita alami adalah hasil dari ketidakberadaan kita dalam kehendak Allah. Sehingga melalui rasa tidak tenang tersebut, Allah ingin membalikkan kita ke arah yang benar.
  • Kitab Mzm 139;13-14 berkata bahwa: Sebelum kita lahir Allah telah menuliskan seperti apa seharusnya hidup kita. Dia telah menuliskan talenta, kemampuan, kecendrungan  dan profesi kita.
    • Banyak orang mengira bahwa dirinya sendirilah yang menjadikan dia seniman, akuntan, guru, dsb. Tidak, kita tidak bisa mengeluarkan sesuatu yang Allah tidak taruh dalam  diri kita. Dia yang memberi kemampuan/kecendrungan untuk itu (Ul 8;18).
    • Sebelum kita dibentuk, Allah telah menuliskan semua kehendak/tujuanNya ke dalam hidup kita, tetapi Dia tidak memaksakan semua itu untuk terwujud. Dia tidak mengendalikan hidup kita.
    • Bd: 2 Pet 3;9 VS Mat 7;13-14.

Menentukan kehendak Allah

  • Mencari dan menemukan kehendak Allah adalah proses yang harus berlangsung terus – menerus atau setiap hari. Apabila telah menemukan kehendak Allah tersebut, maka kita harus menyerah dan mengikuti kehendak Tuhan tersebut.
  • Berikut beberapa petunjuk yang akan menolong kita untuk menemukan kehendak Tuhan dalam hidup sehari – hari:
    1. Apakah Tuhan dimuliakan dengan apa yang sedang saya lakukan ini atau tidak? (Mat 6;33).
    2. Taatilah apa yang telah Allah katakan kepada kita (Rom 13;8).
    3. Minta supaya Tuhan menunjukkan apa yang merupakan kehendakNya (Flp 4;6).
    4. Pelajarilah Alkitab (II Tim 2;15 ; 3;16-17).
    5. Mintalah pendapat dari orang – orang yang mengerti Alkitab (Ams 20;5,18).
    6. Pertimbangkan dan telitilah prioritas – prioritas yang ada (Rom 12;2. Yak 1;5).
    7. Bertindaklah dengan penuh keyakinan (Yak 1;6-8).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *