MANFAAT KRISIS (KIS. 19:21; 27:1-20)

lonely, man, crying-1510265.jpg

Pendahuluan

  • Kitab Kisah Para Rasul 19;21 mencatat, bagaimana rasul Paulus berkeinginan untuk mengunjungi gereja – gereja yang terdapat dibeberapa negara dan kota yang ada di Timur Tengah maupun Eropa, antara lain: Yerusalem, Makedonia, Akhaya, maupun Roma. 
  • Sebagai rasul yang dikhususkan bagi bangsa – bangsa bukan Yahudi, Paulus memang perlu, bahkan harus melakukan pelayanan dan perkunjungan kepada gereja – gereja yang ada, dengan maksud dan tujuan untuk mendorong serta menguatkan iman anak – anak Tuhan disana.
  • Suatu waktu, dalam perjalanan menuju kota Roma (Kis 27;1-20). Kapal yang ditumpangi oleh rasul Paulus dihantam oleh badai yang sangat mengerikan. Menurut keterangan Alkitab, selama dua minggu para penumpang kapal itu tidak pernah melihat matahari pada siang hari ataupun bintang – bintang pada malam hari.
  • Akhir dari kisah pelayaran rasul Paulus dari Palestina menuju kota Italia tersebut dicatat dalam 27;13-28;1-6, yakni; kapal yang mereka tumpangi pecah dan terdampar di pantai karang, pulau Malta. Setelah itu, rasul Paulus dipagut ular pula.

Mengapa harus mengalami krisis?

  • Sekarang muncul pertanyaan. Mengapa perjalanan misi yang mulia itu harus mengalami sekian banyak rintangan, cobaan dan krisis? Apakah perjalanan  rasul Paulus menuju berbagai tempat termasuk Roma, tidak diperkenan oleh Tuhan?
  • Untuk menemukan jawaban atas pertanyaan diatas, mari kita perhatikan kembali ayat Alkitab yang kita baca barusan. Adapun jawaban yang dikemukakan oleh Alkitab, antara lain adalah:
  1. Mengingatkan Kita Agar Bergantung Total Kepada Tuhan (27;20).
    • Perhatikan kalimat yang berbunyi: Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang – bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus – menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk menyelamatkan diri kami.
    • Frasa ini menjelaskan, alasan mengapa rasul Paulus bersama dengan ratusan penumpang lainnya selama berhari – hari diterpa oleh badai/krisis, yakni: Untuk membawa mereka tiba pada suatu titik dimana semua harapan mereka pupus/dimana tidak ada lagi hal apapun yang bisa mereka harapkan kecuali hanya Kristus.
    • Bd: Saat – saat seperti ini (krisis) adalah saat – saat dimana Tuhan ingin mengajarkan/ menunjukkan  kepada kita bahwa: 
      • Tuhan-lah satu – satunya yang dapat diandalkan.
      • Setiap orang harus bergantung total kepada Tuhan.
    • Bd: Setelah rasul Paulus dilatih mengenai pentingnya bergantung total kepada Allah, yakni melalui berbagai badai dan krisis, kini hilanglah sikap percaya diri Paulus. Sekarang ia sudah berserah total dan sudah siap dipakai untuk menjadi saluran berkat bagi pemerintah dan orang – orang Roma.

Tipu muslihat iblis

  • Salah satu tipu muslihat iblis yang paling berbahaya/mematikan namun sangat menggiurkan  adalah, godaan untuk tidak bergantung kepada siapapun termasuk Tuhan  alias hidup independen/bebas.
  • Alasan mengapa iblis menggoda Hawa untuk makan buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat adalah, karena: apabila manusia sudah mengerti mengenai  kebaikan dan kejahatan maka manusia akan memiliki kebebasan untuk membuat keputusan sendiri/  tidak perlu lagi bergantung kepada siapapun termasuk kepada Tuhan (Kej 3;1-5).
  • Dan secara turun – temurun, seluruh umat manusia telah ditulari keinginan untuk  “merdeka” .  Itulah ciri khas manusia lama/manusia berdosa.

Upaya manusia dalam melepaskan ketergantungannya dari Tuhan

  1. Berusaha keras mengejar ilmu pengetahuan
    • Sejak manusia pertama memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat itu, mulailah umat manusia berusaha keras untuk mengejar pengetahuan. Bahkan dalam kurun waktu 2 atau 3 abad belakangan, ini umat manusia semakin menyanjung – nyanjung pengetahuan dan kehebatannya.
    • Konon, setelah terjadi ledakan peningkatan pengetahuan, ternyata semua ilmu pengetahuan itu belum juga mampu menyelesaikan masalah – masalah dari manusia itu sendiri, seperti; ketidakadilan, kekejaman perang, kemiskinan, penyakit, dst lih, Yes 47;10. 1 Kor 13;2).
    • Bahkan dalam pengertian tertentu dapat disampaikan bahwa, masalah – masalah manusia justru semakin bertambah seiring dengan bertambahnya kemajuan  pengetahuan manusia; penemuan senjata pemusnah massal yang dapat memusnahkan seluruh penduduk bumi dalam  sekejab. Ironis jika senjata2 itu ada ditangan orang – orang jahat/egois/tidak bermoral?
  1. Dengan mengumpulkan uang dan harta sebanyak mungkin
    • Cara lain yang sering ditempuh oleh manusia agar ia tidak perlu bergantung kepada Allah ialah dengan mengumpulkan uang dan harta sebanyak mungkin (baca, Luk 12;16-20).  
    • Bd: Diantara semua benda di langit, hewan dan binatang, tak satupun pernah menyatakan ingin merdeka atau berdiri sendiri (Mzm 104;19 ; 147;4 ; 148;8).   (Mzm 104;21-23, 25,27).
    • Bd: Syarat untuk menjadi pengikut Yesus menurut kitab Injil adalah meninggalkan segala – galanya/mengucapkan selamat berpisah kepada apa yang biasanya diandalkan; keluarga, sahabat, uang, karir, pekerjaan, dll (Luk 14;33).
  1. Untuk mengungkap karakter kita yang sesungguhnya (27;18-19).
    • Ayat Alkitab yang kita baca ini memberitahukan, seperti apa respon para pelaut dan penumpang kapal lainnya ketika mereka menghadapi krisis. Mereka kehilangan kepercayaan dan melemparkan segala sesuatu keluar kapal dengan harapan agar mereka tidak tenggelam. Dengan kata lain, krisis yang terjadi mengungkapkan karakter alami mereka.
    • Mudah sekali bagi kita untuk memperlihatkan karakter yang baik pada saat segalanya baik – baik saja, ketika semua doa – doa kita terjawab, kesehatan kita baik dan pendapatan meningkat. Krisis/ujian iman menantang kita untuk memperlihatkan bagaimana sikap kita saat menghadapi krisis.
    • Bd: Karakter dibentuk dan dikembangkan melalui berbagai hal dalam kehidupan sehari – hari, yakni; hal – hal yang kecil, rutin dan biasa. Tetapi ia disingkapkan melalui krisis, ketika kita mengalami karam kapal, dan dalam situasi yang mengancam (lih, Mzm 125;1).

Nyanyian penyembahan

  • Kala ku cari damai hanya kudapat dalam Yesus

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *