Pendahuluan
- Jika kita memperhatikan serta merenung-renungkan ungkapan kalimat demi kalimat yang tertuang dalam ayat bacaan kita ini secara cermat dan hati-hati, maka kita akan menemukan bahwa:
- Apa yang dicatat dalam ayat Alkitab ini ialah, ingin memberitahukan kepada kita sekalian bagaimana Allah menginginkan agar setiap kita menghormati pernikahan kita lebih dari apapun, termasuk lebih dari pasangan maupun perasaan kita.
- Darimana kita mengetahui bahwa apa yang dicatat dalam ayat Alkitab ini ialah, ingin memberitahukan kepada kita sekalian bahwa Allah menginginkan agar setiap kita menghormati pernikahan kita lebih dari apapun, termasuk lebih dari pasangan maupun perasaan kita?
- Kita mengetahuinya dari ungkapan kalimat yang berbunyi: Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan temtap tidur.
- Kalimat, “penuh hormat terhadap perkawainan” adalah menunjuk pada: bagaimana Allah menginginkan agar setiap kita harus menghormati pernikahan kita lebih dari apapun, termasuk lebih dari pasangan maupun perasaan kita.
Pernikahan lebih berharga dari pasangan/perasaan
- Banyak orang beranggapan bahwa, pihak-pihak yang ada didalam perkawinanlah yang dimaksud oleh ayat Alkitab ini, yaitu: suami dan istri, yakni: supaya mereka saling menghormati dan saling menghargai. Tidak!!!
- Memang benar bahwa suami dan istri harus saling menghormati dan menghargai. Tetapi yang lebih penting dari pada itu adalah, suami/istri harus menghormati serta menghargai perkawinan itu sendiri lebih dari pasangan dan perasaan mereka.
- Bd: mengapa Alkitab mencatat tentang aturan-aturan dalam pernikahan?
Ancaman terbesar diabad ini
- Salah satu ancaman terbesar yang kita hadapi diabad ke- 21 ini, sebenarnya bukanlah serangan teroris, krisis, bencana alam, dsb. Melainkan serangan-serangan terhadap pernikahan atau rumah tangga kita.
- Setiap hari buku-buku, majalah-majalah, sinetron, film dan internet membombardir semua orang dengan siaran dan gambar-gambar yang tidak menghormati pernikahan. Para pria/wanita jalan sama dengan yang bukan pasangannya, anak-anak muda/remaja sudah gonta-ganti pasangan, dst.
- Bd: Orang-orang dalam memilih teman hidup itu sudah sama seperti belanja pakaian. Ada yang menganut Filosopi: sekali pake lepas. Ada yang menganut, tanggal kadaluarsa, dll.
- Menyadari adanya serangan-serangan tersebutlah, Allah memerintahkan kita agar kita menjaga dan menghormati pernikahan kita lebih dari yang lain. Allah mau supaya kita membela dan mempertahankan rumah tangga kita dari serangan-serangan yang ada.
Catatan:
- Seorang pria berkata, pak..! Kami dulu saling mencintai dan saling menyayangi, tetapi akhir-akhir ini kami merasa bahwa kami sudah tidak cocok lagi, itu sebabnya kami harus berpisah.
- Sebenarnya, tidak ada 2 orang yang sepenuhnya cocok didunia ini, bahkan walaupun mereka dibesarkan dalam lingkungan dan keluarga yang sama. Yang ada ialah, belajar untuk menjadi pasangan yang cocok.
- Artinya, kita harus belajar berkorban, mengabaikan beberapa hal, mau berkompromi demi kebaikan hubungan-hubungan kita. (Bd: Tidak ada pasangan yang sempurna, yang ada ialah saling menerima).
Belajar dari raja Salomo
- Kitab Kidung Agung adalah Kitab yang mencatat tentang kisah percintaan PASUTRI yang Alkitabiah. Dalam Kitab yang berisi 8 pasal itu, Salomo memuji istrinya 40x. Dalam Kitab itu raja Salomo menulis tentang, kecantikan, kekuatan, dan kepandaian istrinya (Lih Kidung Agung 4:1).
- Belajar dari apa yang dilakukan oleh raja Salomo ini dapatlah kita mengerti bahwa, salah satu hal terpenting yang harus kita jaga dan kita upayakan dalam pernikahan kita adalah: menjaga serta memperhatikan kata-kata dan nada suara kita dengan teliti.
- Apakah cara kita berbicara membangkitkan semangat atau tidak, memberkati/tidak. Bukan berarti kita harus puitis dan romantis setiap saat. Tetapi ucapkanlah sesuatu yang mendorong dengan tulus. Mis: Engkau adalah ibu yang hebat bagi anak-anak, Istri yang rajin serta dapat dibanggakan, dst.
- Bd; Banyak para pasangan tidak pernah mendapatkan dukungan dan pujian, bukan karena mereka tidak layak. Melainkan karena mereka tidak saling menghargai/menghormati. Yang mereka ucapkan ialah, apa yang salah yang mereka lakukan; masakan tidak enak, dsb.
- Bd: Menyentuh kompor gas. Itulah yang dapat ditimbulkan oleh kata-kata yang menyakitkan. Kita mengucapkannya hanya dalam beberapa detik, tapi 3 bulan/tahun kedepan orang masih dapat merasakan sakitnya.
- Bd: Jika tergoda untuk marah..tarik nafas dalam-dalam…Maju 7 langkah..
Suami adalah perekat rumah
- Kata yang dipergunakan untuk menyebut suami atau Ayah dalam bahsa Inggris adalah: Husband. Kata “Husband” berasal dari bahasa Latin, yaitu: Houseband. Artinya: Perekat rumah.
- Bd :Gelang karet yang mengikat sekeliling suatu benda dan menyatukannya. Itulah gambaran dari seorang suami yang baik pada istri dan keluarganya.
Istri yang cakap adalah mahkota suami
- Amsal 12:4 berkata: Istri yang cakap adalah mahkota suaminya. Artinya, istri adalah cerminan dari keberadaan laki-laki/suaminya. Jika penampilan istri kita suka murung, cemberut, kotor, dsb, itu adalah cerminan bagaimana suami memperlakukan mereka.
- Bd: Putra/Putri kita kelak akan menikah. Bagaimana perasaan kita jika kelak pasangannya memperlakukan mereka dengan kasar/keras?

