Pendahuluan
- Dari kisah Yakub yang kita baca ini tampak jelas bagi kita bahwa Allah menginginkan agar setiap orang percaya berubah menjadi orang yang baru, tidak sama dengan pola hidup yang lama. Bahkan melalui tulisannya kepada jemaat di kota Roma, rasul Paulus mengingatkan agar setiap orang percaya berubah (Rom 12;2).
- Perubahan adalah bagian terpenting dalam hidup (usaha – hubungan – Kesehatan – promosi) yang bertumbuh, yang ingin tampak lebih segar dan terus – menerus berkembang. Hidup yang tidak mau berubah adalah sebuah tragedy besar atau sama dengan hidup yang sia – sia.
- Bd: Ide – ide baru yang kita dapatkan dari seminar, khotbah, buku, dll, tidak bertahan lama. Mungkin ada beberapa perubahan dalam beberapa metode menjalani hidup tetapi hanya sementara/tidak memberi efek permanen. Mengapa? Karena yang berubah bukan didalam tapi diluar. Sejatinya, perubahan harus dimulai dari dalam.
- Dalam kisah Yakub ini kita menemukan sedikitnya ada 3 sarana (instrumen) yang dipakai Allah dalam menolong Yakub (setiap orang percaya) sehingga ia menjadi pribadi yang diinginkan Allah (orang yang berubah). Antara lain:
- Krisis (Kej 32;22-24).
- Perhatikan kalimat: lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki – laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Dalam Hos 12;4 dijelaskan bahwa seorang laki – laki yang dimaksud adalah malaikat – Allah – tulisan Allah menjelaskan bahwa yang dimaksud ALLAH atau YAHWE.
- Kalimat, “tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki – laki bergulat dengan dia”, menjelaskan bagaimana Allah menggunakan krisis, situasi diluar kendali, keadaan yang penuh dengan persoalan dan dapat menimbulkan frustrasi, sebagai alat untuk menarik perhatian Yakub sehingga ia mencari Allah dan membiarkanNya melakukan sesuatu dalam dirinya, yakni perubahan.
- Sebelumnya, Yakub adalah seorang yang licik atau perekayasa. Bahkan namanya dalam bahasa Ibrani berarti: Penipu. Tetapi sebuah pengalaman penuh dengan krisis, sangat melelahkan serta sarat dengan perjuangan yang tidak mungkin dimenangkan membuat hidupnya berubah, ia menjadi pribadi yang baru bernama Israel yang kemudian menjadi nama atas seluruh bangsa Israel/umat pilihan Tuhan.
- Pelajaran yang ingin disampaikan oleh ayat Alkitab ini kepada kita adalah:
- Sebelum Allah mengubah hidup kita, ada kalanya Ia memakai krisis, situasi diluar kendali, persoalan yang menimbulkan frustrasi, untuk menarik perhatian kita, sehingga kita memiliki kesadaran bahwa tanpa Allah kita tidak mungkin memenangkan keadaan ini.
- Allah ingin kita datang kepada Allah; menyeberangkan segala sesuatu yang selama ini menghalangi kita untuk berjumpa dengan Allah, lalu kita sendiri saja bergulat dengan Allah dan membiarkanNya mengubah hidup kita.
2. Bertahan – tetap setia (Kej 32;25-26).
- Hal kedua yang membuat Allah mengubah Yakub adalah karena Yakub memiliki sikap mau bertahan dan tetap setia.
- Ayat Alkitab yang kita baca ini melaporkan bahwa Yakub sedang dalam kesakitan; kesakitan bukan karena masalah keluarga atau takut kehilangan nyawa karena kemarahan kakaknya Esau melainkan karena laki – laki yang bergulat dengan dia memukul sendi pangkal pahanya hingga terpelecok.
- Setelah memukul paha Yakub, malaikat itu meminta untuk dibiarkan pergi, namun Yakub berkata: Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku (ay;26). Artinya, walau sedang mengalami rasa sakit, berada dalam situasi yang tidak disukai namun Yakub tetap bertahan dan setia sampai Allah mengubahnya menjadi kebaikan.
- Pelajaran dari kisah ini ialah: Setelah Allah menarik perhatian kita melalui berbagai krisis, dan kita telah sendiri saja bersama Allah, bahkan perhatian kita sepenuhnya tertuju kepada Allah, namun sering sekali Dia tidak segera menyelesaikan masalah dan mengubah keadaan kita. Dia menunggu lebih lama sedikit untuk memperhatikan apakah kita benar – benar serius dan setia.
- Bd: Banyak orang kehilangan yang terbaik dari Allah atas hidup mereka karena mereka terlalu cepat menyerah, tidak mampu bertahan lebih lama dan mudah putus asa.
- Bd: Banyak orang sudah terkondisi untuk mendapatkan segala sesuatu secara instan sehingga jika tidak mendapatkan jawaban instan atas doa kita maka kita menyerah dan melupakan Tuhan.
- Bd: Permasalahan dan kekacauan yang ada dalam keluarga tidak terjadi dalam waktu semalam/secara instan. Sikap, tindakan, kebiasaan, ketakutan, kelemahan dan cara kita menyikapi pasangan membutuhkan waktu bertahun – tahun untuk berkembang, dan Allah harus menyingkirkan hal itu lapis demi lapis/dibutuhkan beberapa waktu untuk mengubahnya.
- Bd: Para ahli Psikolog berkata, diperlukan waktu enam minggu untuk melakukan sesuatu setiap hari sehingga hal itu menjadi kebiasaan. Itu sebabnya banyak orang tidak selesai membaca Alkitab karena dua hari dibaca, tiga hari berikutnya tidak. Demikian dengan hal rohani lainnya.
3. Pengakuan (Kej 32;27).
- Kalimatnya berkata: Bertanyalah orang itu (malaikat) kepadanya: Siapakah nama mu? Sahutnya, Yakub.
- Mari kita berpikir sejenak. Apa tujuan dari pertanyaan malaikat tersebut kepada Yakub? Supaya Yakub mengakui karakternya, kelemahannya dan kekurangannya dihadapan Allah. Dengan menyebutkan namanya “Yakub” yang artinya adalah penipu, dia sedang mengakui karakternya.
- Pengakuan adalah bagian penting dalam proses dimana Tuhan dapat mengubah dan memulihkan kehidupan seseorang. Kita tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah kita sebelum kita mengakui lebih dulu bahwa kita punya masalah. Kita perlu berkata: Tuhan aku punya masalah, aku mengakui akulah penyebabnya. Dengan demikian maka Allah dapat bekerja.
- Bd: Banyak orang begitu mudah mencari alasan atas masalahnya. Mereka ahli dalam menyalahkan orang lain, dengan berkata: Itu bukan salahku, lingkungan atau orang tuaku, itulah yang menyebabkan hal itu, dst.


