Pendahuluan
- Jika kita memperhatikan serta merenung-renungkan ungkapan kalimat demi kalimat yang tertuang dalam ayat bacaan kita ini secara cermat dan hati-hati, maka kita akan menemukan bahwa: Apa yang dicatat dalam ayat Alkitab ini ialah, ingin menyampaikan kepada kita sekalian bahwa ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari peristiwa kematian.
- Darimana kita mengetahui bahwa apa yang dicatat dalam ayat Alkitab ini ialah, ingin menyampaikan kepada kita sekalian bahwa, ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari peristiwa kematian?
- Kita mengetahuinya dari ungkapan kalimat yang dicatat dalam ay:1-2 ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Hari kematian lebih baik daripada hari kelahiran. Pergi ke rumah duka lebih baik daripada pergi ke rumah pesta.
- Kata, “Hari kematian lebih baik daripada hari kelahiran. Pergi ke rumah duka lebih baik daripada pergi ke rumah pesta” adalah menunjuk pada; ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari peristiwa kematian, bahkan jauh lebih daripada peristiwa kelahiran dan tempat pesta. Itulah sebabnya mengapa kalimatnya berkata: Hari kematian lebih baik daripada hari kelahiran. Pergi ke rumah…
- Pertanyaannya adalah, pelajaran apakah yang bisa kita petik/dapatkan dari peristiwa kematian, menurut ayat-ayat Alkitab kita ini? Sehingga Ia berkata: Hari kematian lebih baik daripada hari kelahiran. Pergi ke rumah duka lebih baik…
- Setelah mempelajari ayat Alkitab ini secara hati-hati, maka saya menemukan bahwa ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari peristiwa kematian, yakni:
- Tidak ada usia yang ideal untuk kematian
- Sejak nenek moyang kita yang pertama melanggar ketetapan Tuhan Allah dan jatuh kedalam dosa, maka sejak saat itulah kematian jasmani mulai masuk kedalam tubuh manusia. Sejak saat itulah kematian mulai menjadi bagian dari hidup manusia (Kej 3:1-9).
- Tidak perduli apakah ia miskin atau kaya, di kota/di desa, tua/muda, sakit/sehat, semua manusia yang hidup akan mati, dan tidak ada seorangpun yang dapat menghindarinya. Hanya waktunya saja yang berbeda. Ada orang yang waktu hidupnya hanya 1 hari saja, 1 bulan/1 tahun saja. Ada orang yang usianya sempat 10, 20, 30, 70,100 tahun.
- Bd: Bapak presiden kedua kita, sebelum meninggal tgl 27 jan 2008, seluruh tim dokter berusaha menjauhkan kematian darinya, tetapi tidak berhasil. Artinya, Kemajuan ilmu tekhnologi dan ilmu kedokteran sekalipun, belum ada yang berhasil menciptakan obat anti kematian.
- Oleh karena tidak ada batas usia yang ideal bagi kematian, maka dari itu, hal yang perlu untuk kita lakukan selama kita masih hidup adalah: Kita harus hidup dengan bertanggung jawab sesuai dengan peraturan-peraturan yang Tuhan Allah tetapkan dalam FirmanNya (Lih, Ibr 9:27).
- Segala sesuatu akan lenyap setelah kematian (7:1).
- Ayat Alkitab ini berkata: Hari kematian lebih baik daripada hari kelahiran. Kemudian ay:2 bagian akhir berkata: Hendaknya orang yang hidup memperhatikannya/merenungkannya/memikirkannya
- Alasan mengapa ayat Alkitab ini berkata, “hari kematian lebih baik daripada hari kelahiran” ialah: Karena pada saat hari kelahiran tiba, orang-orang biasanya bergairah dan bersukacita. Saat-saat seperti ini bukanlah saat-saat yang tepat untuk merenung atau berpikir tentang kefanaan dan keterbatasan hidup.
- Pada hari kelahiran orang-orang biasanya berkhayal atau bermimpi dengan harapan-harapan yang melambung tinggi terhadap bayi yang baru dilahirkan itu. Mereka berharap bahwa, kelak bayi itu akan menjadi orang yang pintar, sukses, dan menjadi kebanggaan orang tuanya.
- Tetapi ketika dirumah duka atau ketika hari kematian tiba, suasananya akan menjadi sangat berbeda. Semua kefanaan/kehampaan dan keterbatasan hidup akan terlihat secara jelas. Semua hal-hal yang sangat berharga menjadi tampak tidak berarti disaat hari kematian tiba.
- Oleh karena itulah raja Daud berkata: Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, sehingga kami beroleh hati yang bijaksana (Mzm 90:12). Artinya, selagi kita masih diberi kesempatan untuk hidup, marilah kita menyukakan hati sang pencipta kita. Marilah kita lebih menghargai sesuatu yang bernilai kekal dibandingkan hal-hal lainnya.
- Bd: Seorang wanita yang menjadi korban kapal tabrakan dan sudah mau mati. Ia berenang ka kabin kapal dan mengambil jeruk manis yang terletak diantara perhiasan dan permata.


