CARA PANDANG YANG BARU (Ef 4:17-25)

glasses, reading glasses, spectacles-1246611.jpg

Pendahuluan

  • Perhatikanlah ungkapan kalimat yang dicatat dalam ay;23 ayat bacaan kit aini, yakni kalimat yang berbunyi: Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu.
    • FAYH: Sekarang semua sikap dan pikiran saudara harus selalu menjadi makin baik.
    • Terjemahan Sederhana Indonesia: Karena itu, biarlah hati dan pikiranmu diperbaharui oleh Roh Allah.
  • Berangkat dari beberapa versi terjemahan diatas maka dapat kita mengerti bahwa: Ayat Alkitab ini tidak hanya sekedar berbicara tentang apa yang kita pikirkan, tetapi juga tentang bagaimana cara kita berpikir – sikap kita – cara pandang kita atas seluruh kehidupan.
  • Pesimisme dan optimisme masing – masing adalah sebuah sikap. Meskipun sama – sama sebuah sikap, seorang yang pesimis dan optimis memiliki watak/mental/cara pandang yang sama sekali berbeda bahkan bertolak belakang.
    • Masing – masing jenis karakter ini telah memprogram dalam diri mereka bagaimana meresponi fakta – fakta yang ada secara berbeda.    
    • ORANG YANG PESIMIS melihat sebuah situasi dan memfokuskan pandangan mereka pada sisi negative dari situasi tersebut.
    • ORANG YANG OPTIMIS ketika melihat situasi yang sama akan memfokuskan cara pandang pada sisi positif. Itulah sebabnya mengapa Paulus berkata, supaya kamu dibaharui di dalam roh.

 Pengetahuan harus mengubah cara pandang

  • Setiap kita tentu sependapat bahwa, pengajaran dan pembacaan Firman Tuhan yang kita terima sejak tahun – tahun yang lalu telah menjadikan kita sebagai orang – orang Kristen yang menerima informasi – informasi baru didalam pikiran kita. Misalnya:  I Pet 2;24. II Kor 5;17. I Yoh 4;4. Gal 5;22-25.
  • Ironisnya ialah, walau pikiran kita telah menerima informasi – informasi baru dari Firman Allah (pengetahuan kita telah berubah), namun masih banyak diantara kita yang tidak membiarkan pengetahuan itu mengubah cara pandang kita. Akibatnya, walau pengetahuan kita telah berubah tetapi cara pandang kita tidak berubah.
    • Kita masih melihat diri kita sebagai orang yang tidak bisa sembuh, kita masih lemah, tidak bisa menerobos batas rata – rata, dsb.
    • Dengan kata lain, kita memiliki informasi baru dalam pikiran kita tetapi kita tidak memiliki cara berpikir yang baru.
  • Untuk mengatur emosi (suasana hati kita), kita kita harus mengubah cara berpikir dan cara pandang kita.
    • Dengan mengerti bahwa Yesus Kristus ada dipihak kita, maka seharusnya kita mengerti pula bahwa sekarang kita memiliki kemampuan supernatural yang tidak kita miliki sebelum kita mengenal Dia sebagai Tuhan dan Juruslamat kita.
    • Artinya, kita harus berhenti menyamakan diri kita dengan dunia, dan berhenti mengharapakan hasil – hasil yang sama dengan hasil yang dunia harapkan, karena dunia tidak mengenal Allah dan tidak memiliki Allah yang secara aktif terlibat dalam hidup mereka.
    • Bagi kebanyakan orang, Allah berada diluar, sedangkan bagi orang – orang Kristen Ia hidup di dalam kita; menaruh kehidupan serta kemampuan supernaturalNya di dalam kita.
    • Saat sikap/ cara pandang kita berubah maka emosi kita mengikuti dan berubah bersamanya. Emosi – emosi kita 100% mengikuti apa yang kita pikirkan atau bagaimana cara pandang kita.  

Cara pandang mempengaruhi setiap sisi kehidupan

  • Firman Allah yang disampaikan oleh raja Salomo dalam Amsal 23;7 menegaskan bahwa: Setiap orang pasti memiliki sebuah gambaran di dalam diri mereka, baik tentang diri mereka sendiri maupun tentang segala sesuatu yang ada disekeliling mereka. Bd: Sebab seperti orang yang membuat perhitungan…
  • Dengan kata lain, ayat Alkitab ini ingin memberitahukan bahwa: Apa yang kita ucapkan, reaksi, respon serta tindakan yang kita perlihatkan sehari – hari menjelaskan gambaran apa yang kita bangun di dalam diri kita. Gambaran itulah yang menentukan cara kita bertindak/ bereaksi pada hal – hal diluar.
  • Orang – orang dapat ditempatkan dalam situasi yang sama namun respon terhadap sesuatu tersebut bisa berbeda.
    • Bd: Orang – orang yang diperhadapkan dengan perampok/pencuri. Kelompok yang satu meresponinya dengan berani dan melawan sehingga siperampok hingga lari ketakutan. Kelompok yang satu, berteriak ketakutan dan pasrah.
    • Tidak masalah seperti apa musuh melihat kita yang terpenting adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri (Bil 13;33-35. I Sam 17;36).

Nyanyian dan perjamuan kudus

  • Roh Mu yang hidup penuhiku

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *