Pendahuluan
- Jika kita memperhatikan serta merenung – renungkan ungkapan kalimat demi kalimat yang tertuang dalam ayat bacaan kita ini secara cermat dan hati – hati, maka kita akan menemukan bahwa:
- Apa yang dicatat dalam ayat Alkitab ini ialah, ingin menyampaikan kepada kita sekalian, bagaimana Allah menginginkan agar setiap kita mengalami hadirat Tuhan saat demi saat, dan memiliki persekutuan yang tidak putus – putusnya dengan Tuhan.
- Dari mana kita mengetahui bahwa apa yang dicatat dalam ayat Alkitab ini ialah, ingin menyampaikan kepada kita sekalian bahwa: Allah menginginkan agar setiap kita mengalami hadirat Tuhan saat demi saat, dan memiliki persekutuan yang tidak putus – putusnya dengan Tuhan?
- Kita mengetahuinya dari ungkapan kalimat yang dicatat dalam ay;8 ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Selanjutnya Tuhan Allah membuat taman di Eden, disebelah timur; disitulah ditempatkanNya manusia yang dibentukNya itu.
- Kata, “disitulah (di taman Eden) ditempatkanNya manusia yang dibentukNya itu” adalah menunjuk pada, bagaimana Allah menginginkan (merancang) agar manusia mengalami hadirat Tuhan yang tidak putus – putus/saat demi saat.
- Bd: Eden artinya adalah: Taman Kesukaan atau Taman Tuhan (Yes 51;3. Yeh 28;13). Disebut sebagai taman Tuhan, karena Tuhan yang datang dan menyatakan/menanam kehadiranNya disana (Kej 3;8,23).
Hadirat Tuhan adalah tempat yang ideal bagi manusia
- Disamping untuk memberitahukan bahwa: Allah menginginkan agar setiap kita mengalami kehadiran Tuhan yang tidak putus – putus/saat demi saat, ayat bacaan kita ini juga ingin menyampaikan kepda kita sekalian bahwa:
- Tidak ada tempat lain yang lebih ideal/tepat bagi manusia untuk tinggal di Planet bumi yang besar ini kecuali Taman Eden. Alasannya adalah:
- Di Eden, Tuhan menyatakan kehadiranNya dan manusia mengalami persekutuan yang tidak putus – putusnya dengan Tuhan.
- Semua kehidupan dilakukan dalam hadirat Tuhan; Bekerja, berbicara, tertawa, menangis, tidur, menari, dst.
- Itulah sebabnya mengapa Adam dapat berfungsi dengan baik, berhasil dalam pekerjaan, dan hidup berkemenangan, yakni karena ia mengalami hadirat Tuhan saat demi saat. Bahkan ia tidak memerlukan apapun untuk meraih keberhasilan.
- Bd: Sebagaimana air adalah tempat yang ideal bagi ikan, dan taman bagi tumbuh – tumbuhan. Demikianlah Allah merancang “taman Eden” atau kehadiran Tuhan sebagai tempat yang ideal bagi manusia, agar ia dapat berfungsi/eksis/bahagia, dan mencapai maksud penciptaannya.
- Bd: Kunci efisiensi sebuah produk adalah jika ia dioperasikan sesuai dengan fungsi dan tempatnya, jika tidak maka akan terjadi kerusakan. Demikian dengan orang hidup diluar hadirat Tuhan akan mengalami “kerusakan”.
- Bd: Adam dan Hawa tampaknya baik – baik saja ketika diusir dari taman Eden, bahkan ia masih hidup 900 tahun lamanya. Tetapi kenyataannya, ia rusak, mengalami sakit, lemah, lelah, dst. Bahkan yang lebih berat lagi ialah, ia kehilangan hadirat Allah.
Pohon tidak berusaha keras untuk menghasilkan buah
- Alkitab menggambarkan bahwa kehidupan orang percaya itu seperti pohon (Mzm 1;1-3). Sebatang pohon yang ditanam di tempat yang baik/lingkungan yang baik akan menghasilkan buah yang baik pula.
- Menariknya ialah: Sebatang pohon tidak perlu berusaha keras untuk menghasilkan buah. Dengan paparan sinar mata hari serta air yang cukup, maka sebatang pohon dapat menghasilkan buah – buah yang baik tanpa susah payah.
- Demikian dengan orang percaya: jika ia berada di tempat yang tepat, yakni mengalami hadirat Tuhan yang tidak putus – putusnya/saat demi saat, maka hal tersebut akan membuat semua hal – hal baik dalam diri kita menjadi berfungsi sehingga ia dapat menghasilkan buah – buah yang baik tanpa susah payah.
- Bd: Kemenangan, keberhasilan, kesehatan, keharomonisan keluarga adalah buah.
Nyanyian penyembahan dan perjamuan Kudus
- Tuhan hadir di Bait KudusNya
- Saat indah ku berhadapan denganMu
- Berada didalam hadirat Mu


