MENGATASI RASA INGIN MENYERAH (NEHEMIA 4:1-14)

boy, child, sad-1666611.jpg

Pendahuluan

  • Jika saya meminta kepada kita sekalian untuk menyebutkan nama penyakit yang paling berbahaya dan paling mematikan diseluruh dunia, sesuai dengan yang saudara ketahui. Apa kira – kira jawabannya?  Apakah saudara akan menyebutkan kanker, Polio, HIV AIDS, atau COVID -19 ?
  • Saya yakin bahwa  tidak akan ada diantara kita yang menyebutkan RASA INGIN MENYERAH atau KEPUTUSASAAN sebagai penyakit yang paling mematikan. Mengapa rasa ingin menyerah disebut sebagai penyakit yang paling berbahaya dan paling mematikan?
    • SIFATNYA UNIVERSAL. Artinya semua orang bisa mengalaminya, tidak perduli apapun pendidikannya, jabatannya dan agamanya. Semua bisa mengalami rasa ingin menyerah.
    • SANGAT MENULAR. Orang lain bisa ikut menjadi putus asa atau menyerah karena seseorang yang bersama dengan dia sedang mengalami putus asa/ingin menyerah.
    • BISA KAMBUH BERULANG – ULANG. Tidak hanya sekali tetapi berkali – kali.
    • Data yang dirilis oleh Kompas Tv melaporkan bahwa pada 2014, ada sekitar 804,000 orang yang meninggal dunia per-tahun. Sama dengan 1 orang per 40 detik. Dan mereka pada umumnya adalah usia produktif, yakni; 10 – 24 tahun.
  • Ayat Alkitab yang kita baca ini menceritrakan kepada kita, bagaimana Nehemia, dkk, mengalami apa yang disebut dengan INGIN MENYERAH atau putus asa, yakni, disaat proyek pekerjaan pembangunan tembok Yerusalem sedang berlangsung. Dalam 4;10, mereka berkata: Tak sanggup kami membangun kembali tembok ini.
  • Bd: Pada awal pembangunan berlangsung, mereka sudah mengalami tekanan, tantangan, bahkan cemoohan, namun tidak menyurutkan semangat mereka. Tetapi mengapa setelah ditengah jalan, mereka menjadi ingin menyerah? (Lih, 4;1-3, 4-5, 6).

Penyebab mengapa rasa ingin menyerah terjadi?

  • Ayat Alkitab yang kita baca ini menyampaikan kepada kita secara terang benderang, bahwa ada bebrapa yang menjadi penyebab masuknya/terjadinya rasa ingin menyerah dalam diri Nehemia, dkk, antara lain:
  1. Semangat Yang Merosot Karena Kelelahan (4;10).
    • Alasan pertama yang menyebabkan Nehemia, dkk, terinfeksi virus ingin menyerah adalah karena Nehemia, dkk,  kehilangan gairah/semangat. Orang – orang Yehuda berkata: Kekuatan para pengangkat/pekerja sudah merosot. Artinya, mereka benar – benar kehilangan semangat, kelelahan secara fisik, mental dan emosional.
    • Seseorang pernah datang kepada saya dan berkata: Saya tidak sanggup lagi menghadapi kenyataan ini pak. Saya benar – benar bingung dan tidak mengerti harus berbuat apa. Lebih baik saya mundur dan menyerah saja, dll. Sesungguhnya, persoalan mereka yang sebenarnya adalah mereka kehilangan gairah, kelelahan, butuh istirahat/penyegaran.
    • Bd: Hal rohani yang paling perlu kita lakukan pada saat kita kelelahan/ingin menyerah adalah pergi tidur/rileks/mengambil cuti dua minggu dan berlibur.
    • Bd: Pada saat kapan Nehemia, dkk mengalami masa – masa ingin menyerah dan putus asa? Pada saat mereka masih semangat – semangatnya bekerja, atau terus – menerus membangun tembok Yerusalem, kan? (4;6).
    • Bd: Penyebab mengapa banyak sekali orang yang meninggalkan sesuatu yang belum selesai dikerjakan adalah kehilangan semangat/kelelahan ditengah jalan. (Bd, pendaki gunung …).
  1. Frustrasi Oleh Situasi Yang Tampaknya Mustahil (4;10).
    • Faktor penyebab kedua, munculnya rasa ingin menyerah dalam diri Nehemia, dkk, adalah: Frustrasi karena situasi yang tampaknya mustahil, yakni karena “Puing masih sangat banyak.” Akibatnya, mereka kecewa, berkecil hati/frustrasi karena situasi – situasi yang tampaknya mustahil itu.
    • Sudah merupakan hal yang alamiah, bahwa apabila kita melihat kepada pekerjaan yang belum kunjung selesai/puing/sampah yang ada disekitar kita, maka kita bisa kehilangan kekuatan/patah semangat, termasuk kehilangan tujuan. Kita bisa tidak tau lagi bagaimana harus memulai dan menyelesaikannya?
    • Bd: Apabila kita sedang membangun, merapikan rumah, dsb, pastilah ada sampah atau puing – puing yang berserakan, bukan? Tetapi kita seharusnya mengerti apa yang harus kita lakukan agar tujuan semula kita tidak terkendala, yakni membersihkan puing – puing itu.
  1. Takut Yang Berlebihan (4;11).
    • Penyebab ketiga, mengapa Nehemia, dkk, mengalami apa yang namanya ingin menyerah adalah, ketakutan yang berlebihan. Hal ini diakibatkan oleh, apa yang sedang terjadi didepan mata mereka, yakni para lawan – lawan mereka sedang mengatur rencana untuk tiba ditempat orang Israel secara diam – diam dan membunuh mereka.
    • Bd: Alkitab menyebutkan bahwa ada orang – orang yang tidak ingin tembok Yerusalem itu dibangun kembali, yakni; musuh – musuh orang Jahudy. Tembok yang dibangun itu melambangkan keamanan dan pertahanan, sehingga para musuh tidak dapat menggangu. Itulah sebabnya mereka mulai mengolok, menekan dan mengancam.
    • Bd: Siapa yang mulai terjangkit virus “ingin menyerah?” Orang – orang Jahudy yang tinggal dekat dengan para musuh mereka (4;12).

Cara menghadapi keinginan untuk meyerah?

  • Pertanyaan penting bagi kita sekalian adalah, apa obat penawar untuk penyakit ingin menyerah, yang mematikan ini? Tindakan apa yang dilakukan oleh Nehemia, dalam menolong sahabat – sahabatnya yang terinfeksi virus ingin menyerah itu?
  • Mari kita lihat dan pelajari dari apa yang dilakukan oleh Nehemia sebagai pemimpin dari rombongan yang sedang membangun tembok Yerusalem pada kala itu. Adapun beberapa hal yang dilakukan oleh Nehemia, antara lain:
  1. Menata ulang kehidupannya (4;13).
    • Perhatikan kalimat yang berbunyi: Maka aku tempatkan rakyat menurut kaum keluarganya dengan pedang, tombak dan panah di bagian…  Frasa ini menjelaskan bagaimana Nehemia menata kembali kehidupannya/mengatur ulang strategi, rencana dan cara kerja timnya dengan sangat rapi/lebih baik/baru.
    • Ketika rasa ingin menyerah datang, jangan putus asa/patah semangat. Tatalah kembali kehidupan kita, cara kerja/prioritas – prioritas kita. Jangan menyerah. Cobalah cara  yang baru, pekerjaan yang baru, dsb.
    • Bd: saya yakin bahwa, hadirnya rasa ingin menyerah tidak selalu karena kita gagal atau melakukan hal yang salah. Bisa saja karena kita melakukan hal yang benar tapi dengan cara yang salah. Apakah salah bagi orang Jahudi membangun tembok? Tidak, tetapi mereka sedang malakukannya dengan cara yang salah.
    • Bd: Setelah Nehemia menata ulang cara kerjanya, yakni dengan menempatkan orang – orang menurut kaum keluarganya, maka mereka berhasil mengusir rasa ingin menyerah pergi. Kini sesama mereka saling menguatkan/mendukung/ menyemangati (Pengk 4;9-12).
  1. Ingat Tuhan (4;14).
    • Perhatikanlah pernyataan yang disampaikan oleh Nehemia kepada seluruh rakyat dan kaum keluarga yang sedang bekerja dan berjaga – jaga pada hari itu. Nehemia berkata: Janganlah kamu takut terhadap mereka! Ingatlah kepada Tuhan yang maha besar dan dahsyat.
    • Apakah yang dimaksud dengan pernyataan, “Ingatlah akan Tuhan yang maha besar dan dahsyat” yang disampaikan oleh Nehemia ini? Artinya adalah:
    • Ingatlah akan kebaikan Tuhan dimasa lampau. Ketika kita mengingat kebaikan Tuhan di masa yang lalu maka kekuatan/semangat kita akan bangkit dan rasa ingin menyerah akan segera pudar.
    • Ingatlah akan penyertaan Tuhan hingga saat ini, serta apa yang dilakukanNya. Entahkah kita merasakan kehadiranNya atau tidak, meminta penyertaanNya atau tidak, tetapi Alkitab berkata: Aku sekali – kali tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau (Ibr 13;5).
    • Ingatlah akan kuasa Allah yang tidak berubah hingga masa yang akan datang. Ibrani 13;8 berkata: Yesus Kristus tetap sama, baik…
    • Ingatlah bahwa pikiran – pikiran kita menentukan perasaan – perasaan kita. Jika kita merasa tidak berdaya, itu karena kita memikirkan pikiran – pikiran yang mematahkan semangat. Tetapi jika kita ingin kuat, dan tetap bersemangat, pikirkanlah hal – hal yang menguatkan dan memberi semangat.
  1. Tolak Rasa Ingin Menyerah (4;4;14). 
    • Perhatikan ungkapan kalimat yang berbunyi: Berperanglah untuk saudara – saudaramu, untuk anak – anak lelaki dan anak – anak perempuanmu, untuk istrimu dan rumahmu. Melalui himbauan ini, Nehemia ingin menyampaikan agar setiap orang tidak membiarkan rasa ingin menyerah menguasai hidupnya tanpa perlawanan. Supaya setiap orang menolak keputusasaan, melawannya dan tidak menyerah kepadanya.
    • Alkitab memberitahu bahwa kehidupan orang kristen itu adalah kehidupan yang terus – menerus berada dalam pertempuran/pertarungan melawan kekuatan – kekuatan jahat/negatif.
    • Si jahat ingin membuat kita lemah/putus asa. Ia tau bahwa kekuatan orang yang putus asa itu terbatas, dan efektifitasnya melemah. Itu sebabnya ia akan melakukan apapun untuk dapat mematahkan semangat kita (bd, Yak 4;7).
    • Menyerah adalah pilihan, tetapi orang hebat akan menolak untuk berputus asa. Mereka tidak lari/menyerah sekalipun mereka gagal. Orang hebat adalah orang biasa yang memiliki ketekunan yang luarbiasa.

Nyanyian Penyembahan:

  • Penolong yang selalu setia
  • Lebih dari yang telah ku pinta

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *