Khotbah Ibadah Raya

BERANI BERKORBAN DEMI KEBENARAN (1 PET 1;1-2).
Menempatkan rasa sakit pada perspektif yang benar
Alasan mengapa rasul Petrus mendorong semangat orang percaya untuk menempatkan rasa sakit dan penderitaan (pengorbanan) pada perspektif yang benar, antara lain adalah:

BERANI BERKORBAN ( FLP 2;5-11).
Berkorban adalah pusat pengajaran Kristen . Jika kita mencermati apa yang dicatat dalam ayat bacaan kita ini maka akan tampak jelas bagi kita bahwa berkorban adalah pusat pengajaran iman Kristen, bukan yang lain (mujizat, kesembuhan, ketenaran atau kemenangan atas setan). Sejauh Kristus belum mengalami kematian yang hina dan menyakitkan di kayu salib, Dia belum menjadi Pribadi yang disenangi Bapa (Flp 2;9).

BERANI KONFRONTASI (FILIPI 3;17-21).
Dalam kehidupan yang berlangsung didunia ini, biasanya seseorang tidak akan belajar sesuatu atau bahkan tidak akan dapat mencapai sesuatu apapun kalau tidak ada suatu rintangan/peperangan. Itu sebabnya ada pepatah berkata: Tidak ada perjuangan, tidak ada perolehan.

BERANI KONFRONTASI
Alasan mengapa seorang pria/wanita rela berkorban segalanya demi kekasihnya, bahkan seolah-olah ia menjadi tidak berdaya dihadapan kekasihnya adalah, karena ia ingin menyukakan kekasihnya!

BERANI BERKONFORNTASI – DARE TO CONFRONT (FLP 3;17-21).
onfrontasi adalah kunci memperoleh kemenangan (Flp 3;18-19).

HAKEKAT MENJADI SAKSI (KIS 1;8).
Pendahuluan Sepanjang bulan Juni kita membahas thema Dare To Testify (Berani Bersaksi) dari kitab Kis 1;8. Dari pembahasan yang telah dilakukan kita mengerti

MENJADI SEMAKIN LUAS (KIS 1:8).
Pendahuluan Sepenjang dua minggu berturut – turut, kita telah belajar dua topik pembahasan yang berkaitan dengan thema besar di bulan Juni ini, yakni

HAK ISTIMEWA YANG MENGAGUMKAN (KIS 1;8).
Pendahuluan Dalam ibadah raya minggu pertama yang lalu, dimana dalam ibadah tersebut kita sekaligus memperingati hari raya Pentakosta yakni hari pencurahan Roh Kudus