Pendahuluan
- Sepanjang bulan Juni kita membahas thema Dare To Testify (Berani Bersaksi) dari kitab Kis 1;8. Dari pembahasan yang telah dilakukan kita mengerti bahwa tujuan utama dari pemberian Roh Kudus atas setiap orang percaya adalah supaya menjadi saksi atau berani bersaksi.
- Kepada kita juga telah disampaikan bahwa menjadi saksi dan bersaksi adalah merupakan hak istimewa yang sangat mengagumkan yang pernah diberikan Allah kepada setiap orang percaya. oleh sebab itu kita tidak boleh mengabaikannya apalagi menganggapnya ringan (Kis 1;8).
- Pada minggu semalam, membahas alasan mengapa harus menjadi saksi atau berani bersaksi. Alasannya adalah supaya berita atau pengaruh Injil/gereja menjadi semakin luas. Yakni dari Yerusalem, seluruh Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.
Hakekat menjadi saksi
- Pada kesempatan ini saya akan membahas topik tentang Hakekat Menjadi Saksi. Menurut saya, topik ini sangat penting untuk dipelajari dan dimengerti oleh orang-orang percaya sehingga mereka mengerti bagaimana menjadi saksi yang terampil dan berhasil.
- Adapun hakekat dari menjadi saksi yang dimaksud, antara lain:
- Berbagi kesaksian hidup (Kis 1;8).
- Perhatikan kalimat yang berbunyi: Kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem, seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
- Kata, “Kamu akan menjadi SaksiKu” menjelaskan bahwa Allah ingin berbicara kepada banyak orang (dunia) melalui kita; apa yang kita lihat, alami, rasakan – kita adalah pembawa berita Allah (2 Kor 2;17b).
- Yang namanya menjadi saksi/bersaksi adalah: Membagikan pengalaman-pengalaman pribadi kita bersama Tuhan. Bagaimana Kristus membuat perbedaan dalam hidup kita, pengalaman yang dilalui bersamaNya dan yang membuat kita kuat, bagaimana kita bisa mengasihi Dia walau diterpa badai, dsb?
- Bd: Dalam sebuah ruang pengadilan, biasanya seorang saksi tidak diperbolehkan untuk memperdebatkan kasus yang sedang berproses, ia juga tidak diperbolehkan membuktikan kebenaran dan menuntut keputusan, itu adalah tugas pengacara. Saksi mata hanya melaporkan apa yang terjadi pada mereka/apa yang mereka lihat.
- Bd: Yesus berkata kamu akan menjadi saksiKu, bukan pengacaraKu/kuasa hukumKu (Kis 1;8).
Kesaksian pribadi menarik perhatian dan mudah diingat
- Membagikan kisah pribadi kita bersama dengan Tuhan kepada orang lain adalah salah satu cara dalam menjalankan misi amanat agung yaitu memberitakan Injil/kabar baik (Mat 28;18-20). Alasannya adalah:
A. Kisah pribadi kita berisi pelajaran/wawasan kehidupan.
- Raja Daud berdoa: Tuhan ajarkanlah kepadaku pelajaran – pelajaran untuk hidup supaya aku bisa tetap berada di jalanMu (Mzm 119;33).
- Artinya, semua aspek kehidupan yang kita jalani; hubungan, masalah, pencobaan, dll adalah pengalaman yang berisi wawasan dan kebenaran yang Allah ajarkan kepada kita sehingga kita tidak harus melakukan semua kesalahan baru kita bisa belajar (Bd, Mzm 106;43).
B. Kisah pribadi kita unik.
- Tidak ada kisah lain yang persis sama dengan kisah kita karena itu ia perlu dibagikan. Jika kita tidak membagikannya maka kisah tersebut akan hilang selamanya.
- Kita mungkin bukan sarjana Alkitab tetapi pengalaman pribadi kita bersama Tuhan sulit dibantahkan bahkan terkadang lebih efektif dari khotbah.
C. Kisah pribadi meliputi kabar baik (Rom 1;17. 2 Kor 5;19).
- Kabar baik adalah bahwa melalui kematian Yesus Kristus di kayu salib, kita telah diselamatkan dari hukuman neraka, diampuni dari dosa-dosa. Ada ratusan cara tentang memberitakan kabar baik dan salah satunya adalah melalui membagikan pesan kehidupan kita.
- Keselamatan dari satu jiwa jauh lebih berguna dari semua hal yang pernah kita peroleh dalam hidup kita sebab manusia akan ada sampai dikekalan (Luk 16;9).
2. Mengubah pola pikir lokal menjadi global (Kis 1;8).
- Perhatikan kalimat yang berbunyi: Kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem, dan diseluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
- Para murid diminta untuk menjangkau komunitas mereka itulah Yerusalem. Kemudian menjangkau negara mereka itulah Yudea. Setelah negara lalu budaya-budaya lain yang ada dinegara tersebut, itulah Samaria. Terkhir, adalah bangsa-bangsa lain diseluruh dunia itulah ujung bumi.
- Belajar dari kebenaran ini maka dapat kita mengerti bahwa Yesus Kristus menginginkan agar cara pandang atau pola pikir kita mengalami perubahan, yaitu berubah dari pola pikir lokal menjadi pola pikir global, dari pola pikir yang berpusat pada diri sendiri berubah menjadi pola pikir yang berpusat pada orang lain.
- Lihat, 1 Kor 14;20. Yoh 3;16.
Nyanyian dan penyembahan
- Berikan pada kami hati yang mengasihi
- Kau telah memilihku sebagai alat KerajaanMu


