Pendahuluan
- Pokok pembahasan di gereja kita sepanjang bulan Agustus ini berbicara tentang KETIKA MUJIZAT BERHENTI. Dalam beberapa minggu yang telah lalu ada sekian banyak penjelasan yang telah disampaikan kepada kita, seputar mujizat, diantaranya: Mujizat bisa terjadi namun juga bisa berhenti. kemudian, Kunci mengalami mujizat setiap hari. Dan pada minggu keempat semalam berbicara tentang penghambat mujizat.
- Pada kesempatan ini, saya akan kembali mengajak kita semua mempelajari kitab 2 Raj 4:1-7 dengan memfokuskan pembahasan pada: Menjaga aliran mujizat agar tidak berhenti atas keluarga kita, atas usaha, hubungan-hubungan serta masa depan kita.
- Adapun poin demi poin yang akan kita lihat pada pokok pembahasan ini adalah bersifat himbauan sekaligus pemberitahuan agar setiap kita dengan tekun memelihara atau mengerjakan himbauan dimaksud supaya dengan demikian aliran mujizat dapat terus-menerus mengalir atas hidup kita. Adapun beberapa poin yang dimaksud antara lain adalah:
- TETAP PERCAYA DAN SETIA KEPADA ALLAH (2 RAJ 4:1).
- Kisah tentang minyak dalam buli-buli yang terus-menerus mengalir hingga memenuhi seluruh bejana yang tersedia di rumah ibu janda di Israel kuno ini merupakan mujizat yang dikerjakan Allah melalui perantaraan nabi Elisa. Berdasarkan keterangan 2 Raj 3:1-3 kita mengetahui bahwa; pada zaman itu, raja-raja Israel secara terang-terangan menyembah Baal, yaitu dewa orang Kanaan. Hal ini tentu menyebabkan seluruh bangsa Israel menjadi ikut menyembah baal.
- Saya percaya bahwa tidak kebetulan (ada maksud dan tujuan) penulis kitab II Raja-raja ini menyelipkan kisah mujizat minyak dalam buli-buli ini diantara kisah raja-raja Israel yang telah melakukan pemberontakan, penyimpangan serta hidup tidak setia kepada Allah. Yaitu: untuk menegaskan kepada bangsa Israel bahwa umat Allah yang percaya dan tetap setia kepadaNya akan beroleh berkat dan pemeliharaan Allah, sebaliknya, mereka yang tidak percaya dan tidak setia mendapat hukuman.
- Bd: Walau kondisi keluarga ini sedang tidak baik-baik saja, keuangannya sangat buruk, suaminya baru saja meninggal, ke 2 anak lelakinya akan dijadikan budak sebagai pengganti bayar utang namun keluarga itu tetap setia beribadah kepada Allah, datang dan meminta petunjuk kepada Allah melalui nabi Elisa (2 Raj 4:1).
- Keadaan sulit dapat menimpa semua orang termasuk orang yang takut akan Tuhan sekalipun. Tetapi yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah pada saat-saat yang sulit itu kita tetap percaya dan tetap setia mengikut Tuhan atau justru berpaling kepada tuhan yang lain.
- Tuhan tidak menjanjikan bahwa langit selalu terang tetapi berbahagialah orang yang tetap bertahan dan masih hidup takut akan Tuhan dalam kondisi yang sulit.
2. TETAP MURAH HATI (2 RAJ 4:2).
- Kitab 2 Raj 4:2 ini memberitahukan kepada kita bahwa keluarga ini sudah tidak memiliki apapun di rumahnya kecuali hanya buli-buli berisi minyak, dan buli-buli berisi minyak ini mungkin bukan merupakan hal yang berharga/bernilai bagi orang lain, tetapi bagi sang ibu, ini adalah satu-satunya benda paling berharga yang ia punya. Buli-buli adalah sejenis guci atau botol kecil.
- Menariknya ialah, walau sesuatu itu tampak tidak berharga dalam pandangan orang lain kecuali dalam pandangan sang ibu tersebut, namun ketika nabi Elisa bertanya mengenai apa benda berharga yang ia miliki, sang ibu segera memberitahukan dan menyerahkannya kepada nabi Elisa. Tidak sedikitpun ada rasa takut atau niat untuk menyembunyikan benda berharga tersebut dalam diri sang ibu ini. Alkitab memberitahukan bahwa benda berharga yang diserahkan tersebutlah yang dipakai Tuhan untuk melakukan mujizat.
- Hari-hari ini kemerosotan ekonomi dunia menjadi berita utama di setiap artikel dan cetakan surat kabar. Tidak heran, jika banyak orang yang sedang dalam masalah, berkecil hati, patah semangat dan mengkuatirkan masa depan? Berita baiknya adalah kita tidak harus hidup menurut perspektif dunia sekuler karena bagi kita selalu ada mujizat pemeliharaan Tuhan (Mat 4:4).
KUNCI MENGALAMI MUJIZAT KEUANGAN
- Sejak semula, Alkitab telah memberitahukan bahwa kita bisa mengalami berbagai mujizat yang menakjubkan tanpa henti, dan semua orang sangat mengharapkannya, tetapi kedatangan mujizat keuangan tanpa henti atau yang konsisten itu harus disertai dengan tindakan menabur yang konsisten pula, dengan demikianlah maka kita akan menuai secara konsisten.
- Firman Tuhan mengajarkan, menabur atau memberi perpuluhan adalah prinsip yang menciptakan mujizat keuangan atau rahasia terbaik yang harus terus-menerus dijaga agar mengalami kemakmuran finansial (Kej 8:22. Gal 6:7). Ini adalah kebenaran Firman Tuhan yang telah teruji oleh waktu dan berhasil, namun sering diabaikan oleh banyak orang percaya dimasa kini; entah karena mereka tidak mempercayai Firman Tuhan mengenai perpuluhan atau karena mereka tidak mempraktekkan prinsip perpuluhan. Itu sebabnya mereka tidak suka berbicara tentang perpuluhan dan memberi kesaksian dari pengalamannya.
- Bagi mereka yang memiliki hubungan dengan Tuhan, perpuluhan adalah suatu pengakuan iman bahwa Tuhan lah yang memiliki segalanya, pemberi segalanya dan sumber segalanya. Alah-lah yang telah memerintahkan kita untuk mengembalikan perpuluhan serta membawa persembahan-persembahan kepada Dia. Dan sebagai responNya, Ia menghardik belalang pelahap bagi kita, membuka tingkap langit dan mencurahkan berkat berkelimpahan (Mal 3:10).
- Kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi bukan untuk mengintimidasi kita, bukan untuk membuat kita malu dan menjadi kacau. Alkitab memberikan kita suatu jaminan bahwa Tuhan adalah sumber kita (Flp 4:19). Memperkatakan ayat Firman Tuhan ini disertai dengan tindakan memberi perpuluhan adalah kunci mengalami penyediaan finansial yang berkelanjutan (Luk 6:38).


