Pendahuluan
- Sebelum berbicara panjang lebar mengenai topik Kebutuhan Terbesar Umat Manusia, baiklah kita terlebih dahulu melihat atau mencari tau eksistensi serta asal – usul kita sebagai manusia menurut Alkitab. Hal ini penting karena akan menolong kita memahami dengan baik apa sesungguhnya kebutuhan terbesar manusia.
- Dalam ayat Alkitab yang kita baca ini dicatat bahwa hal pertama yang Allah berikan kepada manusia saat penciptaan adalah gambar dan rupa Allah sendiri, hal itu dilakukanNya persis setelah Dia mengambil tanah liat lalu membentuknya menjadi patung, kemudian Ia menghembuskan nafas hidup kedalam hidung patung tersebut. Demikianlah gambar dan rupa Allah itu diberikan dan patung tanah liat itu menjadi manusia (Kej 2;7).
- Kata “Gambar” berarti keserupaan atau kesamaan atau persis. Dari pengertian ini dapat kita mengetahui bahwa, manusia diciptakan menyerupai Tuhan dan memiliki kesamaan yang persis dengan Tuhan, baik sifat, karakter rohani maupun moralNya. Dengan kata lain, rencana Tuhan ketika menciptakan manusia sejak dari semula ialah untuk berbagi otoritas dan kekuasaan kepada manusia (Why 19;16b).
Kebutuhan utama manusia
- Setelah Allah Bapa memberikan gambar dan rupaNya kepada manusia/berbagi otoritas, maka pemberian kedua kepada manusia adalah sebuah tempat tinggal atau lingkungan yang ideal dimana manusia itu bisa hidup, bertumbuh, beranak cucu, berkarya dan memerintah, yakni; Taman Eden (Kej 2;8). Alkitab menjelaskan bahwa Taman Eden merujuk pada sebuah tempat dimana Allah hadir, taman Allah, taman Kesukaan atau taman Hadirat (Yeh 28;13. Yes 51;3).
- Pemberian Allah yang kedua ini sekaligus menegaskan bahwa kebutuhan terbesar umat manusia supaya ia bisa hidup persis seperti yang Allah rencanakan sejak dari semula, bisa hidup persis seperti Allah hidup, bertindak serta menjalankan otoritas Raja di muka bumi ini, ialah: hadirat Allah, hidup bersama Allah, tinggal dan bersekutu di dalam Allah, menjadi sahabat Allah dan hidup bersama dengan Dia sebagai anak – anakNya.
- Tuhan menciptakan manusia dengan unik dan untuk tujuan yang spesifik, berbeda dari semua ciptaan Allah lainnya yaitu; untuk berkuasa atas seluruh bumi, mampu berfungsi seperti Tuhan berfungsi, melihat segala sesuatu yang belum terlihat – iman, berpikir dan bertindak seperti Tuhan berpikir dan bertindak. Tetapi jika hubungan kita dengan Tuhan tidak menjadi prioritas maka manusia tidak akan bisa hidup sesuai dengan potensi dan tujuan yang Tuhan bangun dalam dirinya.
- Bd: Ketika Tuhan Allah menempatkan manusia yang sempurna itu di taman Eden, Ia memberi mereka perintah; jangan makan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. Mohon perhatikan, perintah itu mengandung konsekuensi yang melekat, yaitu kematian (Kej 2;16-17).
- Bd: Mungkin kita lebih suka hidup bebas tanpa perintah dan berbuat sesuka hati kita, tetapi pabrikan kita mensyaratkan bahwa kita tidak bisa hidup diluar lingkungan yang Ia telah tetapkan sebagai parameter, dan itu prinsip, yakni; tinggal dalam hadirat Tuhan. Seandainya kita memilih keadaan tanpa hadirat Allah, berbuat sesuka hati kita kapanpun kita mau, maka kita tidak bisa luput dari perbudakan dosa, kehilangan keistimewaan dan mengalami konsekuensi yang lebih serius yaitu kematian rohani.
Hadirat Tuhan adalah pertahanan terbaik
- Setiap kita tentu mengetahui bahwa ada banyak jenis-jenis persenjataan yang sering dipergunakan oleh musuh untuk menyerang dan menjatuhkan kita setiap hari, antara lain; masalah, krisis, kegagalan, pencobaan, pikiran buruk atau negatif, dll.
- Jika kita perhatikan secara teliti apa yang disampaikan Alkitab terkait dengan strategi perang iblis, maka kita akan mengerti bahwa ternyata; semua jenis persenjataan dan strategi diatas dirancang untuk membuat kita berhenti memuji dan menyembah Allah, sehingga dengan demikian ia dapat “menelan” kita (1 Pet 5:8). Jika kita tetap tinggal dalam hadirat Allah, maka kuasaNya akan termanifestasi dalam hidup kita, dan setan tidak akan pernah bisa “memangsa” atau merampas kemakmuran dan kesehatan kita.
- Bd: Iblis bersedia menukarkan apapun yang dia miliki dengan penyembahan. Itu artinya, setan tau betapa pentingnya penyembahan (Mat 4:8-10).
- Bd: Pesan Raja Daud untuk putranya Salomo (1 Twr 23:5-6. Bd, 2 Twr 5:1-14).



https://shorturl.fm/c28fa