Pendahuluan
- Salah satu bunyi perintah Allah kepada bangsa Israel, sebelum mereka tiba di negeri Perjanjian, adalah: Jangan ada padamu allah lain dihadapanKu. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi dibawah, atau yang ada di dalam air dibawah bumi (Kel 20;3-4).
- Perintah Allah ini jelas, sifatnya tegas dan berada pada urutan pertama dari sepuluh perintah Allah lainnya (prioritas). Allah menegaskan bahwa kita hanya boleh menyembah Allah yang Esa, mentaati ketetapanNya, dan hanya beribadah kepadaNya. Dia melarang dan sekaligus menentang segala bentuk penyembahan kepada allah lain sebagaimana yang dilakukan oleh orang – orang yang tidak mengenal Allah.
- Hanya karena kita tidak menyembah patung anak lembu emas, para dewa atau malaikat, bukan berarti kita sudah “suci” atau tidak masuk golongan penyembah allah lain? Belum tentu, “allah lain” bisa muncul dalam berbagai bentuk dan rupa, seperti: karir, usaha, profesi, pekerjaan, jabatan, kekuasaan, paham atau aliran yang sedang di ikuti atau mamon.
- Bd: Definisi “allah lain” adalah, segala bentuk yang mengambil atau menggeser tempat Allah dari dalam hati/kehidupan kita, apapun yang sifatnya menggeser pusat perhatian kita dari Firman Allah kepada hal – hal yang lain, berhala – berhala modern.
Allah adalah sumber berkat
- Nabi Hosea memberikan gambaran atau penjelasan yang jauh lebih jelas dan lebih lugas mengenai pengertian “allah lain”, yakni; seperti Gomer – istri Hosea (Hos 1;2-3), yang pergi meninggalkan suaminya demi mengejar kekasih hatinya yang lain atau Gomer memberi tempat bagi seseorang di dalam hatinya, demikianlah yang dimaksud dengan menyembah allah lain (Hos 2;7a).
- Alasan mengapa Gomer memberi tempat dihatinya pada yang lain, bahkan bersedia pergi meninggalkan suaminya demi mengejar para kekasihnya, ialah; Gomer mengira bahwa merekalah yang memberi dia roti dan air minum, bulu domba, minyak, kain, dan penyediaan lainnya, padahal bukan, melainkan Allah (Hos 2;5-7,8).
- Istri Hosea kehilangan pandangan akan kenyataan bahwa Allah adalah sumber segala sesuatu baginya. Itu sebabnya sang nabi mengingatkan kita semua bahwa semua hal yang baik berasal dari Allah (Hos 2;20-22. Yak 1;17).
- Bd: Nama Yizreel artinya, “Tuhan menabur” atau “Tuhan akan menaburkan”. Dengan kata lain, ayat Alkitab ini mau berkata bahwa: Allah adalah sumber penyedia bagi kita. Dialah yang menabur berkat dan penyedia dalam kehidupan kita. kita hanya perlu mempercayaiNya dengan segenap hati dan tidak bersandar pada pengertian kita sendiri.
Mujizat dalam dunia usaha
- Dalam kehidupan kita, terutama di dunia usaha, karir, pekerjaan, rumah tangga, sering sekali kita mudah jatuh dalam keputusasaan dan mudah menyerah. Kita hampir tidak bisa melihat bahwa Allah dapat menggunakan kehidupan profesional kita mencapai hal – hal besar. Kita sering merasa bahwa iman kristen kita tidak mampu menempatkan usaha kita diposisi yang menguntungkan, dsb. Namun semua pemikiran itu jauh dari kebenaran.
- Jika kita memiliki Roh Kudus dan pesaing kita tidak, bukankah ini sebuah keberuntungan bagi kita? Apabila kita mempunyai iman dan dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita bisa mempercayai Allah untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan kita, bahkan lebih lagi, kita bisa mempercayai Dia sebagai sumber dari hal – hal yang luar biasa termasuk mujizat dalam dunia usaha dan karir kita.
- Bd: Melalui Firman Tuhan dalam 1 Raj 18;44-46, Allah ingin memberitahukan kepada kita bahwa Dia bisa melakukan mujizat dan membawa perubahan di dunia usaha dan karir atau rumah tangga kita, sebagaimana ukuran awan setelapak tangan itu menjadi besar dan menjadi jauh lebih besar hingga mengakibatkan hujan turun demikianlah Allah akan membebaskan kita dari kekeringan dan kelaparan yang telah merusak dunia bisnis, pendidikan, pemerintahan, dan akan mengalami keunggulan dalam dunia usaha.
- Tidak berhenti hanya sampai disitu. Alkitab memberitahukan bahwa, walau Elia berangkat paling akhir, tetapi tiba lebih awal dari raja Ahab di Yizreel. Artinya, Tuhan bisa membuat kita jauh lebih maju dan lebih berkembang pesat dari pesaing – pesaing kita. ini adalah sebuah janji bukan sebuah kemungkinan. Seperti Elia, jika kita melakukan sesuatu dengan cara Allah, kita akan selesai lebih dulu dan tidak pernah dibelakang (Lih, Ul 28;1-13,14).
- Bd: Yoh 10;27-28. Kis 19;11. Ef 3;20. Zak 4;6-7. Kel 34;10.



https://shorturl.fm/MeBLC