Pendahuluan
- Perhatikan bunyi kalimat yang dicatat dalam ay;19 dan 20 ayat bacaan kita ini, khususnya kalimat yang berbunyi: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam namaKu, disitu Aku ada ditengah – tengah mereka.
- Secara konteks, perikop yang kita baca ini memuat pengajaran tentang dua isu, yaitu; gereja dan keluarga.
- Isu tentang gereja: Yesus menyampaikan tentang bagaimana cara menangani dan menyelesaikan masalah yang dilakukan oleh salah seorang keluarga rohani, yaitu; berbicara secara empat mata, jika tidak di gubris, bawa dua atu tiga orang saksi, tidak digubris juga, sampaikan kepada jemaat umum (Mat 18;15-17).
- Isu tentang keluarga: Yesus memberitahukan bahwaBapa sangat berkenan dengan keluarga. Saking berkenannya, Yesus memberi garansi; kalau ada dua orang yang sepakat dan sehati, “minta apa saja, Bapa pasti mengabulkannya, bahkan Dia ada ditengah – tengah mereka” (Mat 18;19-20).
- Bd: Sejak peristiwa pemberkatan nikah pertama di taman Eden, tidak ada dua orang yang bisa sepakat di dunia ini kecuali hanya suami – istri (Kej 2;15-23).
- Menyadari bahwa Allah sangat suka, sangat senang dan sangat berkenan dengan keluarga, maka pertanyaannya ialah: Seperti apa ciri dari keluarga yang disukai, disenangi dan yang dikenan oleh Tuhan itu?
- Keluarga yang bergaul dekat dengan Tuhan/kudus (Mat 18;19-20).
- Perhatikan kalimat Firman Tuhan yang dicatat dalam ay;19, yang berbunyi: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga. Saya percaya/kita tidak perlu ragu bahwa yang dimaksud dengan kata “dua orang” dalam ayat bacaan kita ini ialah menunjuk pada suami – istri, yakni suami istri yang bergaul dekat dengan Tuhan/berdoa.
- Demikian dengan kata “dua orang” yang dicatat dalam ay;20, pastilah menunjuk pada orang yang sama, yaitu suami – istri. Tetapi bagaimana dengan “orang ketiga” yang dimaksud dalam ay;20? Orang ketiga yang dimaksud adalah anak yang lahir dalam keluarga. Artinya, tidak cukup hanya suami – istri yang bergaul dekat dengan Tuhan tetapi anak – anak yang lahir dalam keluarga tersebut juga harus dibawa dekat dengan Tuhan. Inilah penjelasan Kristus mengenai keluarga yang di sukai/di inginkan Tuhan.
- Bd: Jika selama enam hari Tuhan hadir disetiap keluarga, mereka dekat dengan Tuhan, dan itu terbawa sampai ke ibadah hari minggu. Bisakah kita membayangkan bagaimana luar biasanya suasana ibadah di hari minggu itu, jika setiap keluarga masing – masing membawa hadirat Tuhan dan suasana sorga ke dalam gereja?
Larangan menikah beda iman
- Semua agama memiliki tata cara yang berbeda dalam menjalankan pernikahan. Tidak ada kepercayaan di dunia ini yang tidak memiliki tata cara pernikahan. Dari semua ritual pernikahan yang ada, satu – satunya tata cara pernikahan yang memperlihatkan bahwa pernikahan itu adalah sebuah keistimewaan, serius dan terhormat dihadapan Allah adalah pernikahan kristen, karena menggunakan istilah pemberkatan nikah kudus atau peneguhan pernikahan (Kej 1;28).
- Mengapa demikian? Karena Allah mengharapkan lahirnya anak – anak kudus/hebat dari setiap pernikahan kristen. Pernikahan kudus otomatis melahirkan anak – anak yang kudus, yakni anak – anak yang akan dipakai Allah untuk menjawab kebutuhan banyak orang dan menyelamatkan bangsa. Itulah sebabnya mengapa Allah melarang pernikahan beda iman (bukan beda suku), yakni; karena perbedaan iman dapat membawa dampak negatif pada kehidupan rohani seseorang dan keturunannya (2 Kor 6;14).
- Bd; Bapa sudah mengenal kita sebelum dunia dijadikan (Ef 1;4. Mzm 139;16). Baca kisah kelahiran Musa (Kel 2;1), Simson (Hak 13;1-2), Nabi Yeremia (Yer 1;5), Yesus Kristus (Luk 2;51).
Akibat pernikahan beda iman
- Alkitab memberitahukan seperti apa buruknya dampak yang dihasilkan oleh pernikahan beda iman, yakni: Allah menghapuskan manusia dan seluruh binatang dari muka bumi dengan air bah (Kej 6;7, 13-22).
- Dari Kej 6;1-7 kita belajar beberapa hal, antara lain:
- Pernikahan kristen harus didasarkan pada kebenaran Firman Tuhan bukan atas dasar perasaan suka atau apa kata hati atau mata?
- Yang dimaksud dengan “raksasa” dalam ayat Alkitab ini adalah monster, yakni menunjuk pada makhluk yang jahat (Kej 6;3).
- Yang dimaksud dengan “gagah perkasa” ialah, kuat karena kuasa si jahat atau mengerikan (Kej 6;4).
Nyanyian dan penyembahan
- Berkenan bagiMu



https://shorturl.fm/8gj0Y
https://shorturl.fm/cMf9R
https://shorturl.fm/hvITV
https://shorturl.fm/i264M
https://shorturl.fm/p5Yjf
https://shorturl.fm/KQX1N
https://shorturl.fm/mnDTE
https://shorturl.fm/7VyT1