ANTARA IMAN DAN UJIAN (I PET 1;1-5).

Pendahuluan

  • Perhatikan bunyi kalimat yang dicatat dalam ay;5 ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Kamu yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu.
  • Kata, “Kamu yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu” menjelaskan kepada kita sedikitnya tigal hal, antara lain:
    • Kuasa dan pemeliharaan Allah dapat bekerja secara efektif dalam kehidupan kita sehari – hari hanya melalui iman, tidak yang lain; kekuatan, ketrampilan, pengetahuan atau kecakapan.
    • Iman merupakan persyaratan tunggal untuk setiap orang dapat mengecap atau ambil bagian dalam keselamatan yang sempurna pada akhir zaman (ay;5b).
    • Iman jauh lebih berharga dari pada emas dan perak (ay;7), sebab ia adalah syarat tunggal untuk mengecap keselamatan pada saat kedatangan Kristus kali yang kedua nanti adalah iman.
  • Belajar dari kebenaran ini maka dapat kita mengerti bahwa, betapa istimewa dan betapa sangat besarnya kuasa (manfaat) yang ditimbulkan oleh iman; ia menjadi kunci untuk kuasa Allah bekerja dalam kehidupan kita, dan sebagai syarat tunggal untuk setiap orang beroleh keselamatan pada akhir zaman nanti.

Tuhan menciptakan dan menempatkan manusia dalam situasi yang memerlukan iman

  • Sejak masa  penciptaan, Alkitab telah menyingkapkan kepada kita bahwa Allah menuntut supaya manusia menggunakan kemampuannya untuk beriman setiap hari bahkan setiap saat dan disegala situasi maupun keadaan.
  • Hal itu terlihat jelas dari, bagaimanaAllah menempatkan manusia di taman Eden dan tidak terus – menerus mendampingi mereka secara pribadi di taman Firdaus itu (Kej 2;15-17).
  • Alkitab memberitahukan bahwa, sebagai pengganti dari kehadiran Allah secara pribadi di taman Firdaus itu, Ia meninggalkan FirmanNya. Hal ini menjelaskan kepada kita tentang dua jenis hubungan manusia dengan Allah yang dihubungkan oleh iman;
    • Secara realitas (kasat mata), Allah hadir secara pribadi.
    • Secara tidak realitas (tidak kasat mata), yaitu Allah hadir melalui FirmanNya.  
  • Artinya, ada kalanya Adam berhubungan secara langsung dengan Allah, tetapi saat Allah tidak hadir secara pribadi di taman Firdaus, dengan kata lain, Adam harus berhubungan dengan Allah melalui Firman yang ditinggalkan Allah kepadanya.
  • Bd: Ada tiga jenis kata – kata Firman yang disampaikan Allah kepada Adam dalam ayat itu, yaitu: Berbentuk Ijin (semua pohon dalam taman ini boleh kamu makan), berbentuk larangan (tetapi pohong pengetahuan…) dan berbentuk peringatan (sebab pada hari engkau memakannya..).
  • Bd: Selama manusia pertama itu berhubungan secara benar dengan Allah melalui FirmanNya, mereka menerima berkat – kuasa – pemeliharaan – perlindungan Allah secara ajaib. Tetapi ketika mereka tidak menjaga imannya dengan baik agar tidak gugur, saat pencobaan maka mereka kehilangan segalanya.

    Dua model pengujian iman

  • Perumpamaan Yesus tentang penabur menggambarkan kepada kita tentang dua  model pengujian iman terhadap manusia.
    • Mengalami banyak kesulitan, penindasan dan aniaya (Mat 13;20-21).  
    • Kehidupan yang nyaman dan terlalu enak (Mat 13;22).
  • Perhatikan kata – kata yang dipilih Yesus pada penyampaian perumpamaan ini. Ia tidak berkata: Jika datang penindasan atau penganiayaan… Tetapi: Apabila datang penindasan atau penganiayaan… Artinya, kapanpun kesulitan – penganiayaan – penindasan bisa terjadi dan pasti dialami oleh semua orang yang menerima Firman Allah. 
  • Yang menjadi persoalannya adalah, bukan apakah kita akan mengalami kesulitan atau tidak, melainkan apakah kita tetap akan membiarkan Firman Allah tertanam dalam hidup kita hingga menyelaraskan karakter kita sesuai dengan FirmanNya atau kita tetap membiarkan hati kita berbatu – batu?
  • Dalam bentuk pengujian iman yang kedua, banyak orang jatuh karena kehidupan yang nyaman dan terlalu nikmat. Mereka sukses secara materi, kaya raya dan begitu sibuk. Firman yang diterima tidak membawa dampak dalam kehidupan mereka. Malahan mereka serupa dengan dunia, yakni kuatir dan tidak percaya pada perlindungan Allah.
  • Bd: Musa berhasil melewati kedua ujian diatas (Ibr 11;24-25). 40 tahun pertama ia menikmati kekayaan dan kemewahan di istana Firaun, bahkan ia sedang dipersiapkan menjadi pewaris tahta raja. Namun setelah dewasa, ia meninggalkan kemewahan itu dan hidup sebagai gembala kambing domba. Setelah melewati masa ujiannya, Allah mengangkat Musa sebagai pemimpin diusia 80 tahun. 

Nyanyian dan penyembahan

  • Ku tak membawa apapun juga
  • Ku tau hidupku adalah penyembahan   

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *