Pendahuluan
- Perhatikan bunyi kalimat yang dicatat dalam ay;9 ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
- Kata, “Jika kamu mengaku dengan mulutmu, dan percaya dalam hatimu” menjelaskan akan pentingnya memperhatikan apa yang kita imani dengan apa yang kita ucapkan, adanya hubungan langsung antara iman dan ucapan. Itu sebabnya kalimatnya berbunyi: Jika kamu…
- Berkata – kata atau berucap adalah cara yang normal untuk menyatakan apa yang kita percayai atau Imani. Bahkan jika kita mempelajari Alkitab maka kita akan menemukan bahwa seluruh Alkitab menekankan tentang betapa eratnya hubungan antara iman dan ucapan (mulut – perkataan dengan kepercayaan – apa yang terdapat dalam hati).
- Jika dianalogikan maka hubungan antara mulut dan hati adalah sebagai berikut;
- Bayi lahir tanpa berkata – kata adalah bayi yang mati.
- Seolah – olah mulut berfungsi sebagai “katup pembuangan” bagi hati yang sudah terisi penuh. Artinya, apa yang keluar dari katup itu menunjukkan apa yang memenuhi hati (Mat 12;34).
- Bd: Sumur yang airnya meluap keluar.
Cara memperoleh segala yang berfaedah
- Kata “mengaku” atau “pengakuan” atau “confession” adalah merupakan istilah Alkitab yang mempunyai makna yang sangat khusus, yaitu: Mengatakan hal yang sama dengan yang dikatakan Firman Allah atau meng-aminkan apa yang dikatakan Allah dalam FirmanNya. Pengakuan berarti menyelaraskan ucapan mulut dengan Firman yang tertulis. (Bd, Pengakuan Iman Rasuli).
- Bagian Alkitab ini tidak hanya mengingatkan kita tentang pentingnya memperhatikan kesesuaian antara iman dan ucapan tapi juga memberitahukan bagaimana ucapan atau pengakuan kita berpengaruh langsung pada kemajuan yang terarah atau cara memperoleh segala hal yang berfaedah dalam kehidupan sehari – hari kita.
- Dengan kata lain, kita akan maju secara progresif menuju “keselamatan” jika kita terus menerus mengucapkan pengakuan yang benar. Artinya, segala sesuatu yang berfaedah bagi kehidupan kita dan yang telah dibeli melalui kematian Kristus di kayu salib, mencakup hal – hal rohani dan juga jasmani, hal – hal yang kekal dan juga finansial (lih, Rom 10;9).
- Yang dimaksud dengan “Pengakuan” dan “keselamatan” dalam Alkitab tidak terbatas hanya pada pengakuan dosa atau diselamatkan dari dosa saja tapi lebih dari itu, yakni; mencakup segala sesuatu yang telah dilakukanNya, disediakanNya, dikerjakanNya (Mzm 78;21-22).
- Bd: Tahapan perkembangan iman menjadi kenyataan adalah sbb: Firman Tuhan datang (ada) didalam melalui mulut. Masuk kedalam hati melalui iman (percaya). Tertanam dalam hati melalui pengakuan. Mengalir keluar melalui ucapan – mulut (Yes 55;11).
Ucapan memberi kesempatan bagi Yesus untuk bekerja
- Thema besar dari kitab Ibrani adalah Yesus Imam besar yang Agung (Ibr 3;1). Dalam kedudukanNya sebagai Imam besar Agung, Ia mewakili setiap pribadi orang percaya di hadapan Allah Bapa; membungkus mereka dengan kebenaranNya, menaikkan doa bagi mereka, menyampaikan kebutuhan mereka kepada Bapa, dan menjamin penggenapan janji Allah.
- Berkaitan dengan kedudukan Yesus Kristus sebagai Imam Besar sang perantara kita dihadapan Bapa, penulis kitab Ibrani menganjurkan agar kita berpegang teguh pada pengakuan yang kita ucapkan (Ibr 4;14). Artinya, kita harus berhati – hati dengan sikap dan ucapan kita.
- Mungkin pikiran, perasaan dan kenyataan akan mengatakan hal yang berbeda dengan apa yang kita ucapkan/tertulis dalam Firman Tuhan, keadaan yang berkembang akan berlawananan dengan apa yang kita harapkan, banyak godaan dan tekanan, namun kita harus tetap teguh dengan pengakuan iman kita, yakni Firman Tuhan yang tidak berubah (Ibr 4;15-16).
- Bd: Abraham (Rom 4;18-21).


