MEMANFAATKAN WAKTU (Ef 5:15-21)

time, time management, stopwatch-3222267.jpg

Pendahuluan

  • Jika kita memperhatikan serta merenung-renungkan ungkapan kalimat demi kalimat yang tertuang dalam ayat bacaan kita ini secara cermat dan hati-hati, maka  kita akan menemukan bahwa;
  • Apa yang dicatat dalam ayat Alkitab ini ialah, Ingin menyampaikan kepada kita sekalian supaya setiap kita MEMANFAATKAN WAKTU yang ada/yang Tuhan berikan kepada kita sebaik-baiknya.  
  • Dari mana kita mengetahui bahwa apa yang dicatat dalam ayat Alkitab ini ialah, ingin menyampaikan kepada kita sekalian agar setiap kita MEMANFAATKAN WAKTU yang ada/yang Tuhan berikan kepada kita sebaik-baiknya?  
  • Kita mengetahuinya dari ungkapan kalimat yang dicatat dalam ay:16 ayat bacaan kita ini, yakni kalimat yang berbunyi: Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
  • Kata,”Pergunakanlah waktu yang ada” adalah menunjuk pada; bagaimana Allah menginginkan agar setiap kita MEMANFAATKAN WAKTU  yang ada/yang Tuhan berikan kepada kita sebaik-baiknya. Dengan kata lain, Allah tidak menginginkan kita membuang/menyia-nyiakan waktu yang ada dengan percuma.

Waktu adalah karunia/pemberian Tuhan

  • Alasan mengapa Alkitab menganjurkan agar setiap kita memanfaatkan waktu secara baik, tidak menyia-nyiakan dan membuang-buangnya dengan percuma, adalah:
  1. Waktu adalah pemberian Allah  kepada setiap orang.
    • Waktu bukanlah sesuatu yang dapat dibeli atau diupayakan dengan kekuatan dan keterampilan seseorang, waktu adalah milik Tuhan, oleh sebab itulah, ia harus dipergunakan secara baik dan maksimal. 
    • Disamping itu, waktu adalah hal yang paling berharga daripada apapun yang pernah kita miliki. Ia lebih berharga dari pada uang, emas dan permata lainnya. Dengan waktu Kita dapat menghasilkan uang dan harta, tetapi uang dan harta  tidak dapat menghasilkan waktu.
    • Mengingat bahwa waktu adalah pemberian/karunia Tuhan, maka waktu harus dipertanggungjawabkan/dipergunakan dengan baik. Ia harus dijalani dengan penuh gairah. Ia harus dipergunakan untuk mengejar impian dan tujuan Allah atas hidup kita. Bukan masa bodoh atau atau membuang-buang waktu?
    • Bd: Bagaimana cara kita mengelola uang; membelanjakannya dengan tepat sasaran dan terencana, dan bukan menghambur-hamburkannya? 

Segala sesuatu ada waktunya

  • Pengkhotbah 3:1 berkata, “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun dibawah langit ada waktunya.”  Artinya, waktu yang ada ini tidak akan selamanya ada pada kita, suatu hari nanti ia akan berlalu dan berganti musim, karena itu, perlu bagi kita untuk memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh.
  • Jika kita ingin meraih impian-impian kita, maka kita harus focus dalam menggunakan waktu yang ada. Kita harus tau kemana kita harus melangkah, tidak mudah bimbang dan beralih perhatian hanya karena ada persoalan-persoalan yang timbul.
  • Bd: Membuka media social selama berjam-jam sehari, menonton siaran televisi dan bermain aplikasi di internet berjam-jam, bukanlah   mempergunakan waktu yang baik.
  • Bd: Hasil penelitian melaporkan bahwa, rata-rata manusia membuang waktunya 80 jam pertahun hanya untuk mencari benda-benda yang  mereka letakkan bukan pada tempatnya.
  • Bd: Kemungkinan, alasan mengapa Tuhan Allah memberikan anak pada setiiap  orang disaat ia berusia muda ialah, supaya ia ingat dimana ia menaruh anaknya.

Singkirkan semua bentuk ganguan

  • Rasul Paulus berkata: Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.
  • Ayat Alkitab ini menjelaskan kepada kita sekalian tentang, bagaimana rasul Paulus memahami bahwa waktu adalah karunia Allah yang paling berharga, itu sebabnya ia selalu  berusaha untuk menyingkirkan semua bentuk gangguan yang mencoba untuk mengalihkan dia dari  panggilannya.
  • Paulus menyadari bahwa tidak semua pertempuran pantas untuk diperjuangkan. Ia tidak mau terlibat dalam semua konflik yang tidak ada kaitannya dengan pribadinya dan panggilannya, itu sebabnya ia menganggap semuanya sampah dan berlari pada tujuan.
  • Bd: Jika kita sudah melakukan yang terbaik, tetap menghormati Tuhan, tetapi tetap salah pada orang itu, itu berarti dia yang bermasalah. Pahamilah bahwa, tidak  semua orang ingin melihat kita bahagia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *