Pendahuluan
- Berada dalam hubungan yang benar dengan Allah adalah sangat penting bagi kehidupan setiap orang percaya, sebab hal ini memiliki hubungan langsung dengan seluruh kehidupan orang percaya, baik kehidupan jasmani maupun kehidupan rohani seseorang.
- Pengaruh dalam kehidupan sehari – hari: Bagaimana kita bersikap serta meresponi segala sesuatu yang terjadi disekeliling kita, baik masalah, persoalan dan lain – lain. Bagaimana memperlakukan sesama, bersikap dan bertindak terhadap musuh dan pencobaan, dst.
- Pengaruh dalam kehidupan rohani: Bagaimana mempercayai Allah secara benar, dan memiliki hidup yang benar. Bagaimana menarik turun dan mengoperasikan semua kuasa supranatural sorgawi. Bagaimana bergerak dalam iman yang benar, mengenal Alllah secara benar, dan mengerti Firman Allah secara benar.
- Bd: Kitab demi kitab dalam PL maupun PB berisikan dorongan dan petunjuk agar setiap orang percaya berada dalam hubungan yang benar dengan Allah. Dengan memberikan Hukum Taurat, berbagai peristiwa di kehidupan sehari – hari, melalui krisis, nubuatan, khotbah, namun masih banyak yang gagal.
Rahasia Abraham berada dalam hubungan yang benar dengan Allah
- Ayat Alkitab yang kita baca ini memberitahukan kepada kita, bagaimana Abraham bisa berada dalam hubungan yang benar dengan Tuhan Allah bahkan sebelum Hukum Taurat diturunkan di gunung Sinai, dan sebelum para nabi mengajarkan tentang bagaimana berada dalam hubungan yang benar dengan Tuhan.
- Ayat Alkitab yang kita baca ini memberitahukan kepada kita apa yang dilakukan oleh Abraham sehingga ia berada dalam hubungan yang benar dengan Allah dan dapat menjadi contoh bagi kita sekalian, yakni Abraham percaya pada Allah dan juga percaya pada FirmanNya (Kej 15;6).
- Bd: Abraham tidak memikirkan kenyataan bahwa usianya sudah hampir 100 tahun dan istrinya berusia 90 tahun. Ia juga tidak memikirkan kondisi tubuhnya yang sudah sangat lemah dan rahim Sarah yang sudah tertutup.
- Abraham hanya memikirkan apa yang dijanjikan Allah kepada dia, yakni bahwa mereka akan memiliki seorang anak. Hal inilah yang membuat dia ada dalam hubungan yang benar dengan Allah (Rom 4;19).
- Bd: Setiap orang percaya telah memiliki dan menerima kualitas iman yang sama dari Yesus Kristus saat ia percaya (Rom 10;17). Oleh sebab itu ketiadaan iman atau kurang beriman bukanlah masalah kita. Masalah kita adalah ketidakpercayaan.
- Dari pada sibuk membangun iman yang lebih besar baiklah kita berhenti memberi makan ketidakpercayaan, mematikan sumber – sumber ketidakpercayaan dan membuat lapar ketidakpercayaan (Luk 17;1-10).
Tiga jenis ketidakpercayaan
- Berdasarkan pembelajaran atas Firman Tuhan ini, saya menemukan bahwa sedikitnya ada tiga jenis ketidakpercayaan yang dapat membuat kita berada diluar hubugan yang benar dengan Allah, antara lain:
- Ada ketidakpercayaan yang berasal dari ketidaktahuan.
- Terkadang seseorang melawan apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan bukan karena sesuatu yang spesifik tapi karena kurangnya pengetahuan. Mereka tidak tau kalau Alah mengasihi, ingin mereka sehat, dst. Namun ini tetap ketidakpercayaan.
- Cara mengatasi ketidakpercayaan model ini adalah, beritakan/ajarkan Firman. Jika mereka meresponi Firman maka mereka akan memperoleh pengetahuan yang menolong mereka keluar dari masalah ketidkpercayaan itu.
- Ketidakpercayaan yang berasal dari ajaran yang salah.
- Banyak orang saat ini diajarkan ajaran yang salah. Mereka diajarkan bahwa Allah tidak melakukan mujizat lagi saat ini. Kesembuhan dan karunia – karunia sudah berlalu bersama dengan para rasul. Ada lagi yang hanya memfokuskan pada salah satu karya kristus, dsb.
- Jenis ini jauh lebih sulit diatasi dibanding dengan jenis ketidaktahuan pertama. Langkah untuk mengatasinya adalah kita harus membuang lebih dahulu doktrin yang salah tersebut dari dalam diri mereka. Duduk bersama dan mengajarkan kebenaran Firman pada mereka, dan menerima kebenaran.
- Ketidakpercayaan alamiah.
- Ini adalah ketidakpercayaan yang berasal dari informasi alamiah yang bertentangan dengan Firman Allah. Jika berdoa untuk kesembuhan seseorang dan orang tersebut meninggal, maka mata telinga dan semua indra lainnya memberitahu kita bahwa “ini tidak berhasil”, dan kita percaya. Ini bukan karena doktrin yang salah tapi karena mempercayai apa yang disampaikan oleh indra kita.
- Bd: Kelima panca indra tidaklah jahat, mereka memiliki peran penting dalam hidup kita. Namun mempercayai apa yang disampaikan mereka lebih dari Firman adalah ketidakpercayaan.
Nyanyian dn penyembahan:
- Sungguh besar setiaMu nyata disepanjang hidupku
- Kau hiasi kehidupanku dengan kemurahanMu


