PERNIKAHAN BERNILAI KEKAL (KEJ 2:24)

sunset, wedding, silhouettes-698501.jpg

Pendahuluan

  • Sedikitnya ada dua kalimat yang perlu kita garis bawahi dari ayat bacaan kita ini,  yakni kalimat yang berbunyi:  Bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging dan menjadi satu daging”.
  • Kata, “bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging”. Kalimat ini menunjuk pada, seperti apa sesungguhnya nilai dari sebuah pernikahan itu, yakni bernilai kekal, abadi atau selama hidup, bukan sementara.
  • Kata, “menjadi satu daging” menunjuk pada, pernikahan itu bukan sekedar menempel (seperti amplop dan prangko) melainkan; melebur menjadi satu.
  • Bd: Dua orang yang terpisah yang berasal dari unsur yang berbeda, yakni; seorang laki- laki dan seorang perempuan dijadikan menjadi “satu daging”.
    • Ketika dua unsur yang berbeda di lebur menjadi satu, maka keduanya tidak dapat lagi dipisahkan. Mungkin suatu “kekuatan” yang sangat besar bisa saja datang untuk menghancurkan mereka , namun mereka tidak akan pernah bisa dipisahkan. Dan jika tetap dipaksa maka akan terjadi kerusakan atau kehancuran.
    • Bd: Akar kata menikah/pernikahan dalam bahasa Yunani adalah Gameo. Dalam bahasa Inggris disebut Gem yang artinya adalah permata.
  • Bd: ketika Yesus ditanya oleh orang-orang Farisi mengenai perceraian, Yesus  menjawab bahwa apa yang telah dipersatukan oleh Allah tidak dapat diceraikan  oleh manusia. Penjelasan Yesus Ini menunjuk pada hubungan seumur hidup (Mrk 10;9).

Pernikahan membutuhkan waktu, kerja keras dan kesabaran

  • Membangun pernikahan yang kuat, yang bernilai atau yang membanggakan membutuhkan waktu, kerja keras dan kesabaran. Sebab tidak ada seorangpun diantara kita yang masuk kedalam pernikahan dalam keadaan bersih/sempurna. Sebaliknya, setiap kita membawa beban emosional, psikologis, spiritual sendiri.
    • Apapun yang pasangan kita ucapkan/lakukan, biasanya akan segera kita responi dengan apa yang ada pada kita, yaitu; cara pandang kita, pengetahuan/perasaan kita, latar belakang kita, dst.
  • Salah satu penyesuaian yang paling sulit yang pernah dihadapi oleh semua orang adalah penyesuaian dari hidup melajang kepada hidup menikah. Mengapa? Karena ketika kita menikah, kita tidak hanya menikah dengan pribadi orang yang kita cintai itu saja, tapi juga dengan pengalaman, keluarga, cara pandang, pengetahuannya, dsb.
  • Jujur saja, penyesuaian terhadap hal-hal ini adalah sangat sulit (sebab orang tidak bisa berubah dalam satu malam), namun demikian penyesuaian ini sangat penting bagi keberhasilan pernikahan; jika tidak, maka perbedaan-perbedaan ini akan menjadi penyebab konflik yang berkepanjangan/tidak berujung.
  • Bd: kita tidak pernah menemukan apapun yang benar-benar bernilai terletak diatas tanah, melainkan jauh dikedalaman bumi, itu sebabnya ia harus digali, dan di upayakan dengan kerja keras dan kesabaran.

Nyanyian:

  • Indah rencanaMu Tuhan di dalam hidupku

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *